Wartawan Kadang-kadang Hanya Berasumsi


Wartawan seharusnya bekerja secara profesional. Kenyataannya, wartawan kadang-kadang hanya berasumsi dan tanpa unsur hukum saat meminta tanggapan atau melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait tentang suatu masalah yang akan diberitakan.
- Ferry Tas - (Kajari Takalar)





----------




Wartawan Kadang-kadang Hanya Berasumsi


Wartawan seharusnya bekerja secara profesional agar dapat diterima dengan baik saat melakukan liputan atau wawancara dengan narasumber, termasuk saat melakukan konfirmasi untuk berita-berita kontrol.

Kenyataannya, wartawan kadang-kadang hanya berasumsi dan tanpa unsur hukum saat meminta tanggapan atau melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait tentang suatu masalah yang akan diberitakan.

“Tidak banyak memang wartawan yang begitu, tetapi sampai sekarang masih ada yang biasa datang menemui saya untuk meminta tanggapan terhadap suatu masalah, tetapi apa yang dikemukakan, apa yang disangkakan, ternyata hanya asumsi belaka dan tanpa unsur hukum sama sekali,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Takalar, Ferry Tas.

Sehubungan dengan itulah, Kajari Takalar meminta pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gowa-Takalar sebagai organisasi pers, agar melakukan pembinaan kepada para wartawan yang meliput di daerah, antara lain dengan mengadakan pelatihan dan latihan (Diklat).

Permintaan tersebut disampaikan Ferry Tas, saat menerima kunjungan audiensi Ketua PWI Kabupaten Gowa-Takalar, Arifuddin Bella, yang didampingi Ketua Seksi Organisasi Wahyuddin, dan Ketua Seksi Pemerintahan dan Legislatif, Asnawin Aminuddin, di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Pembinaan kepada warta-wan muda, katanya, perlu dila-kukan agar para wartawan dapat melaksanakan tugas dengan baik dan benar, serta menghasil-kan berita-berita atau karya jurnalstik yang berkualitas.

“Jangan sampai karena tidak paham Kode Etik Jurnalistik dan tidak mampu melaksanakan tugas dengan baik, maka profesi wartawan ternodai,” pungkas Ferry.

Menanggapi pernyataan Kajari Takalar tersebut, Ketua PWI Gowa-Takalar, H Arifuddin Bella mengatakan pihaknya akan senantiasa mengingatkan para wartawan dan juga akan melakukan pelatihan peningkatan profesionalisme wartawan. (zt)

-----
@copyright Majalah PEDOMAN KARYA, Edisi 1, Vol. I, Juli 2015

prolima_communication

Lahir dan besar di Bulukumba, kota berjuluk Butta Panrita Lopi, saya kemudian melanjutkan kuliah di Makassar dan hingga kini menetap di Makassar. Sejak SD memang senang membaca dan menulis, lalu kemudian terdampar di dunia wartawan. Melalui blog ini, saya ingin lebih banyak dan lebih bebas berbagi untuk kebaikan dan kemaslahatan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama