iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » In Memoriam Syamsuddin: Kecerdasan Seorang Birokrat


Pedoman Karya 4:38 AM 0


IN MEMORIAM. Penampilannya sederhana dan tidak banyak bicara, tetapi hampir sepanjang kariernya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN), Syamsuddin selalu mendapat jabatan di pemerintahan, mulai Kepala Sub Bagian hingga Sekretaris Daerah. Malah sebelum pensiun pun, ia masih mendapat jabatan sebagai wakil bupati.





-------
PEDOMAN KARYA
Makassar, Senin, 18 Januari 2016


In Memoriam Syamsuddin:

Kecerdasan Seorang Birokrat


Penampilannya sederhana dan tidak banyak bicara, tetapi hampir sepanjang kariernya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN), ia selalu mendapat jabatan di pemerintahan, mulai Kepala Sub Bagian hingga Sekretaris Daerah. Malah sebelum pensiun pun, ia masih mendapat jabatan sebagai wakil bupati.
Begitulah perjalanan hidup H Syamsuddin SH MH, mantan Wakil Bupati Bulukumba (2010-2015) yang meninggal dunia di Makassar, Sabtu, 16 Januari 2016, dan dimakamkan di Bulukumba pada hari yang sama.
Pria kelahiran Bulukumba, 5 Mei 1953, terangkat menjadi pegawai negeri sipil pada usia 20 tahun, tepatnya pada 1983 di Kementerian Dalam Negeri, dan ditempatkan di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra).
Baru dua tahun menjadi PNS, suami dari Hj Sanawiyah dan ayah dari dua anak ini, sudah langsung mendapat jabatan sebagai Pejabat Kasubag Perencanaan dan Perundang-undangan, pada bagian Tata Usaha Direktorat Sosial Politik Pemprov Sultra (1985).
Empat tahun kemudian (1989), Syamsuddin mendapat jabatan sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Kesatuan Bangsa Sosial dan Politik Pemkab Bulukumba (1989).
Selanjutnya, alumni SDN 179 Wt Rumbia Wajo (1967) ditarik ke Kantor Gubernur Sulsel dan diberi jabatan Kepala Seksi Pembinaan Masyarakat pada Subdit Pembinaan Umum dan Pembinaan Masyarakat Direktorat Pemprov Sulsel (1990).
Tahun 1996, Syamsuddin yang menamatkan sekolah menengah pertama di SMPN Atapang'E (1970), diberi amanah sebagai Kepala Bagian Penerangan Publikasi & Dokumentasi Biro Humas Pemprov Sulsel, kemudian menjabat Kepala Bagian Tata Usaha Direktorat Sospol Pemprov Sulsel (1998).
Di awal era reformasi, tepatnya pada 1999, Syamsuddin diberi jabatan sebagai Kepala Biro Humas Pemprov Sulsel dan tetap menjabat sebagai Kepala Biro setelah terjadi perubahan nomenklatur (2001) dari Biro Humas menjadi Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel.
Setelah itu, alumni SMAN 198 Bulukumba (1973) diberi jabatan Kepala Badan Kesbang Pemprov Sulsel (2002), namun hanya satu di sana, ia dipindahkan ke jabatan barunya sebagai Sekretaris DPRD Sulsel (2003).
Pada usia 54 tahun (2007), Syamsuddin mendapat jabatan baru sebagai Sekretaris Daerah atau Sekda Kabupaten Bantaeng. Tiga tahun kemudian (2010), ia maju sebagai calon Wakil Bupati Bulukumba mendampingi Zainuddin Hasan, dan berhasil memenangi Pilkada.
“Saya diajak oleh Pak Zainuddin untuk berpasangan pada Pilkada Bulukumba. Beliau sekarang masih menjabat Bupati Pohuwato, Gorontalo, dan saya ditugaskan mencari kendaraan (parpol pengusung, red),” ungkap Syamsuddin, di rumah jabatan Sekda Bantaeng, beberapa bulan sebelum Pilkada Bulukumba tahun 2010.
Kariernya yang cukup bagus di pemerintahan karena cepat mendapat jabatan dan selalu mendapat jabatan, menunjukkan betapa Sarjana Muda Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Ujungpandang (1981) benar-benar seorang birokrat tekun dan cerdas.
Sarjana Hukum (Tantra) Unhas Ujungpandang (1982) memang tidak banyak bicara, termasuk ketika menjabat Sekda Bantaeng dan saat menjabat Wakil Bupati Bulukumba, tetapi ia tekun dan jujur dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.
Ketekunan, kejujuran, dan tanggungjawabnya yang tinggi itu merupakan kecerdasan tersembunyi seorang birokrat, karena tidak mudah melewati berbagai tantangan dan rintangan sebagai pejabat pada posisi dan lingkungan berbeda-beda.
Dan itulah yang telah dilewati seorang Syamsuddin, yang meraih gelar magister S2 Ilmu Hukum (Tata Negara) dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar tahun 2003. Perjalanan kariermu yang panjang secara tidak langsung telah memberikan pelajaran kepada banyak PNS atau ASN.
Selamat jalan Pak Sam, semoga amal ibadahmu diterima dan dosa-dosamu diampuni oleh Allah SWT. (asnawin aminuddin)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply