iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » Isteri yang Selalu Ngomel


Pedoman Karya 6:54 PM 0


ISTERI PEMARAH. Saat masih pacaran, keduanya selalu mesra. Dunia millik mereka berdua. Si wanita selalu bermanja-manja, si laki-laki selalu bersikap dewasa. Singkat cerita, mereka pun menikah. Tak lama setelah menikah, kelihatanlah tabiat asli keduanya. Si wanita ternyata pemarah dan selalu ngomel, sedangkan si laki-laki memang dewasa dan penyabar.





---------
PEDOMAN KARYA
Ahad, 19 Juni 2016


Humor:

Isteri yang Selalu Ngomel


Saat masih pacaran, keduanya selalu mesra. Dunia millik mereka berdua. Si wanita selalu bermanja-manja, si laki-laki selalu bersikap dewasa. Singkat cerita, mereka pun menikah.
Tak lama setelah menikah, kelihatanlah tabiat asli keduanya. Si wanita ternyata pemarah dan selalu ngomel, sedangkan si laki-laki memang dewasa dan penyabar.
Pada suatu hari, mereka jalan-jalan menikmati suasana alam bebas. Mereka kemudian beristirahat di sebuah tempat yang di tempat itu ternyata terdapat sebuah sumur tua. Mereka duduk-duduk sambil ngobrol-ngobrol di atas sumur tua tersebut.
Meskipun sedang bercanda, si wanita tetap saja ngomel, dan seperti biasa si laki-laki tetap sabar dan diam mendengarkan omelan isterinya.
Namun karena omelan sang isteri terlalu panjang dan lama, si suami akhirnya tidak tahan juga. Saat melihat kesempatan baik, si suami mendorong isterinya hingga terjatuh ke dalam sumur tua.
Setelah isterinya jatuh ke dalam sumur, ia pun segera pulang. Tiba di rumah hatinya begitu lega, karena tidak ada lagi suara isterinya yang selalu ngomel.
Ia dengan bebasnya berbaring di sofa sambil nonton tivi. Ia tidur dengan nyenyak. Ia mandi tanpa mendengarkan suara omelan. Pokoknya enang tenang.
Malam pertama berlalu dengan tenang, tetapi pada malam kedua, si suami mulai gelisah. Meskipun isterinya selalu ngomel, tetap saja ia merindukannya, apalagi pada malam hari saat berada di dalam kamar.
Karena tak kuasa menahan rindu, si suami akhirnya memutuskan pergi ke sumur tua untuk menjemput isterinya. Setibanya di sumur tua, ia melihat ke dalam sumur kemudian mengulurkan tali dan berbicara kepada isterinya.
“Yang, maafkan aku. Tadinya aku mengira dengan membuangmu ke dalam sumur, aku menjadi bebas, tetapi ternyata tidak. Aku membutuhkanmu. Kita saling membutuhkan. Keluarlah sayang. Peganglah tali yang kuulurkan ini dan naiklah. Kita kembali ke rumah,” kata si suami.
Perlahan-lahan si suami menarik ke atas tali yang diulurkannya ke dalam sumur, tetapi bukannya sang isteri yang muncul, melainkan seorang laki-laki muda berambut gondrong awut-awutan.
“Siapa kamu?” tanyanya kepada laki-laki muda berambut gondrong awut-awutan yang baru saja keluar dari sumur dalam keadaan limbung.
“Aku jin penunggu sumur tua ini,” jawab laki-laki gondrong itu dengan mata berkunang-kunang.
“Mana istriku? Kau apakan dia?” tanya si suami.
“Istrimu baik-baik saja di bawah sana,” jawab sang jin.
“Mengapa kamu yang muncul?,” tanya si suami lagi.
“Mohon maaf, aku tidak tahan mendengar omelan istrimu,” jawab sang jin lagi.
Ceritanya cukup sampai di sini...

(Disadur dan dikreasi ulang dari cerita humor di media sosial)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply