iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » Dua Syarat Jadi Presenter


Pedoman Karya 5:03 AM 0


PRESENTER. CEO OMG Learning Center, Olivia Marzuki (tengah), tampil sebagai pembicara pada Seminar Nasional Hari Komunikasi Nasional 2016, di Auditorium Universitas Bosowa (Unibos), Makassar, Senin, 10 Oktober 2016. (ist)







----
Senin, 10 Oktober 2016


Dua Syarat Jadi Presenter


            MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Setidaknya ada dua syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang untuk menjadi presenter, yaitu keterampilan berkomunikasi dan penguasaan bahasa asing. Siapa pun dan latar belakang pendidikan bidang ilmu apapun, dapat menjadi presenter yang baik bila memiliki dua syarat tersebut.
Hal lain yang perlu diketahui oleh presenter, yaitu kesuksesan mereka dapat dipengaruhi dari otak yang cerdas, mulut yang cakap, hati yang baik, tangan yang terampil, dan semangat yang berkobar.
“Mengenal kemampuan diri dan menumbuhkan rasa percaya diri, termasuk bekal utama yang harus dimiliki seseorang dalam memulai karir sebagai presenter,” tutur CEO OMG Learning Center, Olivia Marzuki, saat tampil sebagai pembicara pada Seminar Nasional Hari Komunikasi Nasional 2016, di Auditorium Universitas Bosowa (Unibos), Makassar, Senin, 10 Oktober 2016.
Pembicara lain, Donny Perdana De Keizer, yang sehari-hari bekerja sebagai Presenter CNN Indonesia sekaligus CEO Communication Academy Anchor Berita Satu TV, juga berbagi pengalaman seputar broadcasting melalui tayangan video-video kariernya.
“Menjadi seorang presenter juga dibutuhkan keahlian untuk memahami kondisi dan situasi topik yang akan dibawakan. Menjadi presenter tidak selamanya harus menyampaikan informasi dengan formal. Ada beberapa topik yang membutuhkan kita lebih fleksibel,” tutur Donny.
Ketua Program Studi Hubungan Internasional Unibos, Zulkhair Burhan, mengatakan, melalui seminar tersebut, para peserta diharapkan lebih mengetahui bagaimana perkembangan dunia komunikasi, seperti perkembangan dan penggunaan media sosial, menambah pemahaman seputar broadcasting agar ke depannya bisa menjadi referensi pengembangan diri dalam dunia perkuliahan.
“Perkembangan komunikasi sangat pesat, termasuk bukan hanya bertumpu pada media-media cetak atau yang lainnya, tetapi sudah mulai berkembang masuk ke konvergensi media online,” tutur Zulkhair.
Seminar dalam rangka memperingati Hari Komunikasi Nasional 2016, katanya, terlaksana atas kerjasama mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional (HI) Unibos dan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI).

Seminar dihadiri sekitar 150 peserta dari jajaran mahasiswa berbagai perguruan tinggi dan pelajar dari berbagai sekolah, antara lain SMA Wahyu, SMK Mastar, dan SMK Kebangsaan. (win)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply