iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » Pejabat dan Pimpinan Bank “Menjadi Guru Sehari” di Sekolah


Pedoman Karya 4:13 AM 0


GURU SEHARI. Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto, Dandim 1411, dan Pimpinan BRI Cabang Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMA Negeri 5, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Senin, 06 Februari 2017.






------
Selasa, 07 Februari 2017


Pejabat dan Pimpinan Bank “Menjadi Guru Sehari” di Sekolah


BULUKUMBA, (PEDOMAN KARYA). Bupati Bulukumba AM Sukri A Mappewali, Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto, Kapolres Bulukumba, Dandim 1411 Bulukumba, Kepala Kejari Bulukumba, Kepala Pengadilan Negeri Bulukumba, Kepala SKPD, serta para pejabat dan pimpinan bank se-Kabupaten Bulukumba, “menjadi guru sehari” di sekolah, Senin, 06 Februari 2017.
Mereka “menjadi guru sehari” melalui program “One Day in School” atau Satu Hari di Sekolah, yang dibuat Bupati Bulukumba dalam rangka memeringati Hari Ulang Tahun ke-57 Kabupaten Bulukumba.
Dalam undangan tertanggal 31 Januari 2017 yang ditujukan kepada para pejabat dan pimpinan bank se-Kabupaten Bulukumb, Bupati AM Sukri A Sappewali, mengatakan, secara konstitusional, mendidik adalah tanggungjawab pemerintah, namun secara moral, mendidik adalah tanggungjawan orang terdidik.
Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, untuk bidang pendidikan merupakan urusan wajib bagi pemerintah kabupaten. Oleh karena itu, dalam rangka memperingati HUT ke-57 Kabupaten Bulukumba dan wadah silaturrahim, maka Pemda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba, mengadakan kegiatan “One Day in School.”
“Kegiatan ini bermaksud agar pejabat dan atau organisasi terkait langsung Pemda yang ada di Bulukumba, dapat masuk sekolah selama satu hari dan berperan sebagai pendidik atau guru,” kata Sukri dalam suratnya.
Dia menambahkan, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan, para pejabat diharapkan dapat mengambil bagian untuk bersama-sama menjalankan konstitusi, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, setidaknya menjadi inspirasi yang dapat memotivasi siswa sebagai genarasi muda.
Adapun materi dan atau bahan ajar, kata Bupati, dapat menyesuaikan dengan tingkatan sekolah yang menjadi sasaran, misalkan untuk tingkatan atau jenjang sekolah dasar, pejabat dapat berperan sebagai guru dengan mendongeng atau membaca buku cerita.
“Karena pelaksanaan One Day in School jatuh pada hari Senin (6 Februari 2017), maka dapat juga bertindak sebagai Pembina Upacara, dilanjutkan masuk kelas untuk mengajar,” kata Bupati.

Mengajar di SMA

Bupati Bulukumba AM Sukri A Sappewali, Ketua Pengadilan Negeri Bulukumba, serta Pimpinan Bank Sulselbar Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMA Negeri 12 Bulukumba, Kecamatan Kindang.
Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto, Dandim 1411, dan Pimpinan BRI Cabang Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMA Negeri 5 Bulukumba, Kecamatan Kajang.
Ketua DPRD Bulukumba, Sekretaris Daerah Bulukumba, dan Pimpinan Bank Syariah Cabang Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMA Negeri 7, Desa Bontosunggu, Kecamatan Gantarang.
Kepala Kejaksaan Negeri Bulukumba, bersama Asisten Administrasi Pemerintah dan Kesejahteraan Setda Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMA Negeri 8, Jl Muchtar Lutfi, Kecamatan Ujungbulu.
Kapolres Bulukumba, Asisten Ekonomi, Pembangunan, dan Humas, serta Pimpinan Bank BTN Cabang Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMA Negeri 2 Tanete, Kecamatan Bulukumpa.
Ketua Pengadilan Agama Bulukumba, Asisten Administrasi Umum Setda Bulukumba, serta Pimpinan Bank Mandiri Cabang Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMA Negeri 10, Kecamatan Rilau Ale.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum, bersama Kepala Badan Statistik Bulukumba, serta Pimpinan Bank Danamon Cabang Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMA Negeri 16, Kecamatan Bontobahari.
Staf Ahli Bidang Pembangunan, bersama Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMA Negeri 9, Kecamatan Ujungloe. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, bersama Kepala Kantor Bulog Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMA Negeri 04, Kecamatan Bontotiro.
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Bulukuma, dan Pimpinan BNI Cabang Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMA Negeri 06, Kecamatan Herlang.

Mengajar di SMK

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BPPD) Bulukumba, serta Kepala Kantor Perpajakan Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMK Negeri 1, Jl Teratai, Kecamatan Ujungbulu.
Kepala Dinas Sosial, bersama Sekretaris Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMK Negeri 08 Bulukumpa, Kecamatan Bulukumpa.
Kepala Bappeda, bersama Sekretaris DPRD Kabupaten Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMK Negeri 02, Kecamatan Kindang. Kepala Badan Pendapatan Daerah, bersama  Kepala Kantor Pos, “menjadi guru sehari” di SMK Negeri 03, Kecamatan Ujungloe.
Kadis Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan, serta Sekretaris Dinas Sosial Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMK Negeri 04, Kecamatan Herlang. Kadis Kesehatan bersama Kepala BPJS Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMK Negeri 05, Kecamatan Rilau Ale.
Kadis PU dan Tata Ruang, serta Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan di SMK Negeri 06 Perkapalan, Kecamatan Bontobahari. Kadis Perikanan, bersama Sekretaris Dinas Perhubungan, “menjadi guru sehari” di SMK Negeri 07, Kecamatan Kajang.
Kadis Koperasi dan UKM, serta Kabid Dikdas Dinas Pendidikan, “menjadi guru sehari” di SMK Negeri 09, Kecamatan Bontotiro. Kadis Perdagangan dan Perisdustrian, serta Kasubag TU Kementerian Agama Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMK Negeri 10, Kecamatan Gantarang.

Mengajar di SMP

Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Bulukumba, bersama Camat Ujungbulu, serta Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMP Negeri 3 Bulukumba, Jl WR Supratman, Kecamatan Ujungbulu.
Kadis Pariwisata, serta Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, “menjadi guru sehari” di SMP Negeri 7 Bulukumba, Sawere, Desa Bontoraja. Kadis Pemuda dan Olahraga, serta Sekretaris Dinas PSDA, “menjadi guru sehari” di SMP Negeri 13 Bulukumba, Kecamatan Ujungloe.
Kepala Kantor Kesbangpol, serta Kabid Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMP Negeri 14, Jl Pendidikan No 15, Tanete, Kecamatan Bulukumpa.
Kadis Perhubungan Bulukumba, Camat Rilau Ale, serta Kepala UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Rilau Ale, “menjadi guru sehari” di SMP Negeri30, Jl Pahlawan, Kelurahan Palampang, Kecamatan Rilau Ale.
Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMS), serta Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMP Negeri 32 Bulukumba, Jl Tokambang No 258, Tanalemo.
Kadis Ketahanan Pangan Bulukumba, serta Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMP Negeri 25, Batuasang, Desa Singa. Kadis Komunikasi dan Informatika, serta Kasatpol Pamong Praja dan Damkar Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMP Negeri 21, Jl Pendidikan, Desa Tana Towa.
Kadis Koperasi dan UKM, serta Kepala BPBD Bulukumba, “menjadi guru sehari” di SMP Negeri 37, Jl Pendidikan No 7, Borongrappoa. Inspektur Kabupaten Bulukumba, serta Direktur RSUD Andi Sultan Daeng Radja, “menjadi guru sehari” di SMP Negeri 29, Hila-hila, Kecamatan Bontotiro.

Mengajar di SMP Satap

Kepala Kantor Kemenag Bulukumba, Camat Herlang, serta Kepala UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Herlang, “menjadi guru sehari” di SMP Negeri Satap 01, Lassanru, Desa Tugondeng, Kecamatan Herlang.
Sekretaris Dinas Kesehatan, Camat Bontotiro, serta Kepala UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Bontotiro, “menjadi guru sehari” di SMP Negeri Satap 02, Kecamatan Bontotiro.
Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba, Camat Kajang, serta Kepala UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Kajang, “menjadi guru sehari” di SMP Satap 03, Usa Lembang Lohe, Kecamatan Kajang.
Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Bulukumba, Camat Bontobahari, serta Kepala UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Bontobahari, “menjadi guru sehari” di SMP Negeri Satap 06, Desa Liukang Loe, Desa Bira, Kecamatan Bontobahari.
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bulukumba, Camat Ujungloe, serta Kepala UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Ujungloe, “menjadi guru sehari”  di SMP Negeri Satap 08, di Jl Poros Tamappalalo, Desa Tamatto, Kecamatan Ujungloe.
Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM Kabupaten Bulukumba, Camat Kindang, serta Kepala UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Kindang, “menjadi guru sehari” di SMP Negeri Satap 13, Desa Kahaya, Kecamatan Kindang.
Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba, Camat Gantarang, serta Kepala UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Gantarang, “menjadi guru sehari” di SM Negeri Satap 14, di Bontotanae, Kecamatan Gantarang.
Kabid PLS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba, Camat Bulukumpa, serta Kepala UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Bulukumpa, “menjadi guru sehari” di SMP Negeri Satap 18, Balumbung, Kecamatan Bulukumpa.

Mengajar di MAN dan MTs

Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Bulukumba, serta Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu, “menjadi guru sehari” di MAN Tanete, Kecamatan Bulukumpa.
Kadis Perumahan, Pemukiman, dan Pertanahan Kabupaten Bulukumba, serta Sekretaris Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Bulukumba, “menjadi guru sehari” di MTs Negeri Bontotiro, Jl Andi Mappijalan No 9, Kecamatan Bontotiro.

Mengajar di TK

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bulukumba, “menjadi guru sehari” di TK Al-Uswan, Kecamatan Ujungbulu, sedangkan Ketua Darma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bulukumba, “menjadi guru sehari” di TK Pertiwi, Kecamatan Ujungbulu.

Jumlah Sekolah di Bulukumba


            Dalam surat Bupati Bulukumba Nomor 005/152/DIKBUD tersebut, juga dilengkapi data jumlah sekolah se-Kabupaten Bulukumba, yakni 848 sekolah, terdiri atas SMA sebanyak 22 sekolah, SMK sebanyak 18 sekolah, SMP sebanyak 73 sekolah, SD sebanyak 348 sekolah, Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 17 sekolah, Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 42 sekolah, Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 33 sekolah, serta Taman Kanak-kanak (TK) sebanyak 295 sekolah. (win)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply