iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » Perguruan Tinggi Muhammadiyah Harus Target Akreditasi A


Pedoman Karya 8:14 PM 0


PEMBICARA. Wakil Ketua Majelis Bidang Akreditasi dan Kemahasiswaan PP Muhammadiyah, Prof Edy Suandi Hamid, tampil sebagai pembicara pada Workshop Nasional Standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Pelatihan Auditor Mutu Internal (AMI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-kawasan timur Indonesia, di Hotel Colonial, Tanjung Bunga, Makassar, 22-24 Mei 2017. (ist)




---------
Selasa, 23 Mei 2017


Perguruan Tinggi Muhammadiyah Harus Target Akreditasi A


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Ketua Umum Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Prof Lincolin Arsyad, mengaku telah memberi peringatan kepada 167 perguruan tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia, agar mengupayakan Akreditasi Institusi minimal dengan nilai B.
“Saya harap, lima tahun mendatang separuh dari 167 PTM minimal sudah Terakreditasi A,” tegas Lincolin, pada pembukaan Workshop Nasional Standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Pelatihan Auditor Mutu Internal (AMI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-kawasan timur Indonesia, di Hotel Colonial, Tanjung Bunga, Makassar, Senin, 22 Mei 2017.
Muara dari Workshop Nasional SPMI dan Pelatihan Auditor Mutu Internal tersebut, katanya, adalah peningkatan mutu atau kualitas Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
“Workshop maupun pelatihan yang dilaksanakan ini adalah sebuah proses untuk autput yang lebih berkualitas. Semakin baik prosesnya, maka Insya Allah outputnya juga pasti bagus,” kata Lincolin.
Dia mengatakan, ada tiga cita-cita bersama PTM se-Indonesia yang dicanangkan sejak 2016, yakni PTM yang unggul, PTM berdaya saing, dan PTM berkemajuan.
Salah satu karakteristik PTM yang unggul, menurut dia, yaitu memiliki SDM yang berkualitas, tidak hanya sumber dayanya, tetapi juga kualifikasi pendidikannya.
“Yang juga harus unggul adalah tenaga kependidikannya, karena sebaik apapun dosennya, kalau tenaga kependidikannya dan tenaga teknisnya tidak berkualitas, maka PTM sulit untuk bisa unggul,” kata Lincolin.
Workshop SMPI dan pelatihan AMI, katanya, sangat berguna bagi PTM, karena ketika dilakukan akreditasi institusi maupun akreditasi prodi studi, pimpinan PTM tidak perlu lagi kasak-kusuk, karena memang sudah mempersiapkan diri dengan matang.
Wakil Ketua Majelis Bidang Akreditasi dan Kemahasiswaan PP Muhammadiyah, Prof Edy Suandi Hamid, saat membawakan materi, mengingatkan kepada peserta workshop SPMI, bahwa peningkatan akreditasi atau mutu perguruan tinggi bukan karena adanya amanat undang-undang, atau peraturan dari Kemenristek Dikti, tetapi karena kesadaran bersama dan juga karena amanah dari para orangtua mahasiswa.
“Jadi bukan karen ada perintah undang-undang lalu kita berupaya meningkatkan akreditasi institusi maupun prodi,” kata Edy, yang mantan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), mantan Ketua Forum Rektor Indonesia, serta mantan Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI). (met)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply