iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » Betapa Berkuasanya Media


Pedoman Karya 7:30 AM 0

KHUTBAH SERAGAM. Ustadz Muhammad Ode Wahyu membacakan khotbah seragam Wahdah Islamiyah, saat tampil sebagai khatib Shalat Idul Fitri 1438 Hijriyah, di Lapangan Pasar Cekkeng, Kecamatan Ujungbulu, kabupaten Bulukumba, Ahad, 25 Juni 2017. (Foto-foto: Asnawin)





 ---------
 Ahad, 25 Juni 2017. (


Betapa Berkuasanya Media


BULUKUMBA, (PEDOMAN KARYA). Mewujudkan iman dan takwa serta menegakkan kebenaran adalah tanggung jawab kita semua, termasuk para insan pers. Kini, kita menyaksikan betapa berkuasanya media, baik media mainstream maupun media sosial dalam mengarahkan dan mengatur opini publik, hingga yang benar bisa menjadi salah dan yang salah bisa menjadi benar.
“Dalam kesempatan yang mulia ini, kami menyerukan agar saudara-saudara kita yang bergelut di media, selalu menjadikan akhirat sebagai landasan berpikir dan bertindaknya. Alangkah indahnya dunia jika diisi dengan tontonan yang sekaligus menjadi tuntunan, membangun moral dan akhlak yang mulia,” kata ustadz Muhammad Ode Wahyu membacakan khotbah seragam Wahdah Islamiyah, saat tampil sebagai khatib Shalat Idul Fitri 1438 Hijriyah, di Lapangan Pasar Cekkeng, Kecamatan Ujungbulu, kabupaten Bulukumba, Ahad, 25 Juni 2017.
Pada acara Shalat Idul Fitri yang dihadiri seribuan jamaah tersebut, Ode Wahyu mengatakan, iman kepada Allah Sang Maha Mulia akan melahirkan amal saleh yang tertuntun oleh wahyu, yang mengantar pada sikap yang benar terhadap dunia dengan zuhud atasnya dan menjadikan akhirat sebagai tujuan utama, titik pusat dari kumparan asa dan harapannya.
“Karakter seperti inilah yang akan membawa bangsa ini menuju kemenangan dan kejayaannya yang sejati,” tegas pria kelahiran Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, 25 Desember 1990.
Dia mengatakan, hamba yang bertaqwa menyadari benar bahwa kisah hidupnya di dunia tidak akan lama.

“Karena itu, setiap pilihan sikap dan langkah, akan selalu ditimbang dengan sebaik-baiknya oleh hamba yang bertaqwa, apakah pilihan itu dapat dipertanggungjawabkannya di hari akhir? Apakah pilihan itu memberinya kebahagiaan di kehidupan akhiratnya?,” kata Ode. (kul)


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply