iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » Soekarno, Obama, dan “Kenakalan” Netizen


Pedoman Karya 8:38 PM 0


MIRIP OBAMA. Foto kiri: Presiden Soekarno sambil berlutut memegang dengan tangan kirinya, tangan kanan seorang bocah laki-laki yang wajahnya mirip Obama, dan tangan kanannya memegang tangan kanan seorang bocah perempuan yang juga disebutkan sebagai saudara seibu dari Obama, yakni Maya Kassandra Soetoro-Ng. Foto kanan: mantan Presiden AS, Barack Obama.



-------
PEDOMAN KARYA
Sabtu, 01 Juli 2017


Soekarno, Obama, dan “Kenakalan” Netizen


Oleh: Asnawin Aminuddin

Soekarno atau Bung Karno adalah orang terkenal, karena beliau adalah presiden pertama sekaligus Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia. Barack Obama juga terkenal, karena beliau adalah mantan Presiden Amerika Serikat.
Ketika Soekarno menjadi Presiden RI secara resmi pada 18 Agustus 1945, Barack Obama belum lahir. Obama bahkan baru berusia lima tahun (lahir pada 4 Agustus 1961) ketika Soekarno mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden pada tahun 1966.
Obama yang bernama lengkap Barack Hussein Obama II, menjabat Presiden AS pada 20 Januari 2009 hingga 20 Januari 2017 alias dua periode. Obama adalah anak kandung Barack Hussein Obama Sr, seorang pria kulit hitam beragama Islam asal Kenya, Afrika, dan Ann Dunham, wanita kulit putih beragama Kristen asal Wichita Kansas, Amerika Serikat.
Ayah dan ibunya bertemu pada tahun 1960 di Kelas Bahasa Rusia di University of Hawaii, tempat ayahnya kuliah sebagai penerima beasiswa asing. Mereka kemudian bercerai saat Obama berusia dua tahun, lalu sang ibu menikah lagi dengan pria beragama Islam asal Indonesia bernama Lolo Soetoro.
Ann Dunham juga bertemu dan berkenalan dengan Lolo Soetoro di University of Hawaii. Mereka bertemu tahun 1963, saat Lolo Soetoro mendapat beasiswa ikatan dinas untuk menempuh pendidikan magister (S2) dalam bidang geografi. Mereka menikah di Molokai pada tanggal 15 Maret 1965.
Setelah dua tahun perpanjangan visa J-1-nya, Lolo Soetoro pulang ke Indonesia tahun 1966, diikuti istri dan putra tirinya (Barack Obama) 16 bulan kemudian pada tahun 1967. Mereka awalnya menetap di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, kemudian pindah ke permukiman elit di Menteng, Jakarta Pusat, pada tahun 1970.
Sejak usia 6 sampai 10 tahun, Obama bersekolah di Sekolah Katolik St Fransiskus dari Assisi selama dua tahun dan Sekolah Dasar Besuki selama satu setengah tahun, ditambah pendidikan rumahan dengan bantuan Calvert School.
Obama kembali ke Hawaii tahun 1971 karena ingin melanjutkan pendidikan, sedangkan ibunya meninggalkan Indonesia tahun 1972 setelah bercerai dengan Lolo Soetoro karena ia tetap memeluk agama Kristen, sedangkan sang suami beragama Islam.
Melihat tahun tinggalnya di Indonesia, yakni antara tahun 1967 hingga 1971, maka dapat dipastikan bahwa Obama berada di Indonesia ketika Soekarno tidak lagi menjabat Presiden RI.


Foto Hitam Putih

Lalu mengapa muncul foto hitam putih Presiden Soekarno sambil berlutut memegang dengan tangan kirinya, tangan kanan seorang bocah laki-laki yang wajahnya mirip Obama, dan memandang ke arah seorang bocah perempuan yang juga disebutkan sebagai saudara seibu dari Obama, yakni Maya Kassandra Soetoro-Ng?
Dan mengapa para netizen ramai-ramai mengunggah dan atau membagikan foto tersebut di dunia maya, bahkan tidak sedikit yang meyakini bahwa bocah laki-laki yang bersalaman dengan Presiden Soekarno itu benar-benar adalah Obama?
Jawabnya, karena ada orang yang sengaja memunculkan foto tersebut menjelang kedatangan Obama bersama keluarganya ke Indonesia pada 23 Juni 2017, untuk berlibur selama sekitar sepuluh hari atas undangan Presiden RI, Joko Widodo.
Foto tersebut sengaja dimunculkan untuk “menghangatkan” berita kedatangan Obama ke Indonesia, karena jika tidak dihangatkan maka berita kunjungan Obama ke Indonesia menjadi sepi dan biasa-biasa saja.
Hangatnya berita kunjungan Obama ke Indonesia sekaligus menyelamatkan media massa dari sepi dan monotonnya pemberitaan yang didominasi berita-berita mudik lebaran dan liburan panjang dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah.
Di sinilah pula letak “kenakalan” para netizen (warga internet, warga dunia maya). Mereka memanfaatkan momentum kedatangan Obama ke Indonesia untuk menghangatkan perbincangan di dunia maya, dengan cara memberi keterangan bahwa bocah laki-laki yang dipegang tangan kanannya oleh Presiden Soekarno itu adalah Barack Obama.
Belakangan akhirnya terkonfirmasi bahwa foto hitam putih itu diambil saat Lebaran Idul Fitri tahun 1962, dan dua bocah dalam foto itu adalah Adi Nasution dan Ida Nasution. Keduanya adalah anak dari Mualif Nasution, sekretaris pribadi Presiden Soekarno dan panitia penyusun buku “Sarinah” serta buku “Di Bawah Bendera Revolusi.”
Juga terkonfirmasi bahwa Mualif Nasution juga ada dalam foto tersebut. Ia berdiri di samping Cindy Adams, wartawan asal Amerika Serikat yang mewawancari Presiden Soekarno.
Terima kasih kepada orang atau pihak yang sengaja memunculkan foto hitam putih Presiden Soekarno bersalaman dengan Adi Nasution yang wajahnya mirip dengan wajah Obama sewaktu masih bocah.
Selamat dan sukses atas “kenakalan” para netizen mengunggah dan membagikan foto tersebut, sehingga dunia maya menjadi “riuh” karenanya. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah. Mohon maaf lahir dan batin. (Penulis adalah wartawan Majalah “Pedoman Karya”)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply