iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » » IPKIB Gelar Lomba Pacuan Kuda di Bulukumba


Pedoman Karya 3:59 AM 0


PACUAN KUDA. Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali (kanan) memberikan ucapan selamat kepada juara lomba pacuan kuda atau dalam istilah lokal disebut Mappadoa Jarang, di Lapangan Sapiri Pangka, Desa Balleanging, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba, Ahad, 17 September 2017. (ist)





-------
Selasa, 19 September 2017


IPKIB Gelar Lomba Pacuan Kuda di Bulukumba


-       Bupati: Pacuan Kuda Bisa Menjadi Event Tahunan


BULUKUMBA, (PEDOMAN KARYA). Komunitas Ikatan Pemuda Kreatif dan Inovatif Balleanging (IPKIB) Desa Balleanging, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba, kembali menggelar kegiatan olahraga yang sifatnya hiburan.
Setelah beberapa bulan lalu menggelar pentas seni, kini pemuda-pemuda IPKIB menggelar pentas lomba pacuan kuda atau dalam istilah lokal disebut Mappadoa Jarang, di di Lapangan Sapiri Pangka, Desa Balleanging, Ahad, 17 September 2017.
Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali yang membuka lomba pacuan kuda rangkaian semarak 72 tahun Indonesia Merdeka, mengatakan, kegiatan lomba pacuan kuda merupakan tradisi yang telah lama hilang dan dibangkitkan kembali oleh para pemuda yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Kreatif dan Inovatif Balleanging.
“Selaku pemerintah daerah,  saya sangat mendukung kegitan ini. Kita berharap lomba pacuan kuda menjadi tradisi tiap tahunnya untuk diperlombakan,” kata Sukri.
Bupati sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Dikatakannya, pemuda harus berani dalam bertindak dan mempertimbangkan segala konsekuensi yang ada, termasuk dalam melakukan event lomba pacuan kuda.
Menurutnya arena lomba yang ada saat ini bisa dipatenkan, sehingga daerah ini memiliki arena pacuan kuda yang permanen.
“Untuk itu, saya perintahkan kepala desa untuk menelusuri siapa pemilik tanah, sehingga bisa dijadikan aset pemerintah,” ungkapnya.
Ketua Panitia Mappadoa Jarang, Indra Hidayat mengatakan, kegiatan ini terlaksana karena warga memiliki rasa kekhawatiran yang berlebihan akan tradisi masyarakat yang sudah mulai luntur. Dikatakannya, pemuda takut kehilangan tradisi para leluhur yang selalu menjunjung tinggi adat dan tradisinya.
“Acara ini diikuti oleh peserta joki dari beberapa desa yang ada di Kecamatan Ujungloe. Lombanya kita laksanakan di Lapangan Sapiri Pangka yang diikuti oleh 30 ekor kuda,” kata Indra.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Akhmad Januaris, Camat Ujungloe Andi Yuniar, Kapolsek Ujungloe, Camat Bontotiro H Ansar, Kepala Puskesmas Balleanging, serta para kepala desa se-Kecamatan Ujungloe. (aat)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply