iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » Menatap Perkotaan Lewat Lomba Baca Puisi


Pedoman Karya 10:59 PM 0


MENATAP KOTA. Para pelajar dapat diajak menatap sekaligus memperdalam ilmu tentang tata kota atau perkotaan melalui lomba baca puisi dan itulah yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Bosowa (Unibos).




-------
Rabu, 20 Desember 2017



Menatap Perkotaan Lewat Lomba Baca Puisi



- Hima PWK Unibos Gelar Planoface Unibos 2017


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Para pelajar dapat diajak menatap sekaligus memperdalam ilmu tentang tata kota atau perkotaan melalui lomba baca puisi dan itulah yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Bosowa (Unibos).
Hima PWK Unibos menyelenggarakan Lomba Baca Puisi dengan mengangkat tema perkotaan (City & Poetry Contest) sebagai salah satu rangkaian kegiatan Planoface Unibos 2017, Jumat, 15 Desember 2017.
Puisi yang dibacakan berjudul “Kota”, karya Abdul Salam Samawi, Ketua Bengkel Seni Teknik Unibos, yang sekaligus juga bertindak selaku tim juri.
Abdul Salam Samawi mengatakan, dewasa ini kita melihat tata letak bangunan dan porsi penggunaan kendaraan saat ini mulai kurang diperhatikan masyarakat, sehingga berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat, khususnya terhadap arus lalu lintas di jalan raya menimbulkan polusi udara yang tentu saja mempengaruhi kesehatan.
“Inti pesan puisi untuk mengajak bagaimana siswa meningkatkan perhatian terhadap keberlangsungan hidup masyarakat, khususnya dalam perkotaan,” kata Salam Samawi yang merupakan mahasiswa Unibos angkatan 2013/2014.
Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unibos, Dr. A. Hamsiah, yang juga menjadi tim juri mengungkapkan, puisi menjadi salah satu seni yang bisa menyentuh secara halus, seperti mencubit dengan cara menggelitik.
“Dari sinilah siswa dapat belajar bagaimana memahami suatu pesan dengan penggunaan kalimat yang cukup menyentuh. Disini juga siswa dapat mengungkapkan perhatian diri terhadap harapan tinggi mereka mengenai perkotaan yang asri dan nyaman yang saat ini mulai terkikis zaman,” tutur Hamsiah.
Dia menjelaskan, tim juri menilai penjiwaan, teknik vokal, artikulasi, intonas,i dan dinamika menjadi poin penting dalam lomba baca puisi tersebut.
Lomba baca puisi yang dilangsungkan di Auditorium Aksa Mahmud Lantai 9 Gedung II Kampus Unibos, diikuti puluhan siswa dari SMA Bosowa School Makassar, SMAN 1 Makassar, SMAN 17 Makassar, SMAN 18 Makassar, dan SMAN 4 Makassar.
Lomba dijuarai Wahyuni Ahda dari SMA Bosowa School Makassar, sedangkan juara kedua dari SMAN 17 Makassar, dan juara ketiga dari SMAN 18 Makassar. Para pemenang mendapatkan piagam penghargaan dan uang tunai sebagai hadiah lomba.
Wahyuni Ahda sebagai pemenang I mengaku bersyukur karena lomba ini mampu mengasah bakat, juga menjadi ajang untuk menambah teman yang memiliki minat dalam bidang yang sama.
“Kami berharap kegiatan bermanfaat seperti ini dapat terlaksana lagi sebagai kegiatan rutin setiap tahun,” kata Wahyuni. (ima)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply