iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » UIN Alauddin Bukan Sarang Paham Radikal


Pedoman Karya 6:50 PM 0


KEBEBASAN AKADEMIK. Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar bukanlah sarangnya paham-paham radikal, melainkan tempatnya Islam wasatiyah, Islam rahmatan lil'aalamin. Siapa pun tamu yang datang ke Kampus UIN Alauddin akan diterima, termasuk orang syiah, atheis, ataupun humanis. 



-------
Kamis, 04 Januari 2018


UIN Alauddin Bukan Sarang Paham Radikal


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar bukanlah sarangnya paham-paham radikal, melainkan tempatnya Islam wasatiyah, Islam rahmatan lil'aalamin. Siapa pun tamu yang datang ke Kampus UIN Alauddin akan diterima, termasuk orang syiah, atheis, ataupun humanis.
Demikian antara lain hasil Rapat Pimpinan Diperluas UIN Alauddin Makassar, Selasa, 02 Januari 2018, dengan agenda tunggal menyikapi pemberitaan di media sosial (Medsos) dan media massa online mengenai pernyataan Rektor UIN Prof Musafir Pababbari yang diplintir, seolah dirinya selaku pimpinan kampus Islam menerima ajaran syiah, ateis, dan komunis masuk di kampus peradaban UIN Alauddin, Makassar.
“Pernyataan Pak Rektor sudah tepat dalam koridor kebebasan akademik, bukan masalah teologis dan bukan pula masalah politik. Siapapun tamu yang datang ke UIN harus kita terima, apakah ia syiah, atheis, ataupun humanis. Apalagi UIN telah bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di luar negeri seperti Jepang, Korea, Iran, dan lain-lain,” demikian putusan rapat sebagaimana rilis yang dikirim Humas UIN Alauddin, kepada redaksi Pedoman Karya, Selasa, 02 Januari 2018.
Dalam rapat di Ruang Rapat Rektor UIN Alauddin yang dipimpin Prof Musafir dan dihadiri Dewan Guru Besar UIN Alauddin, para wakil rektor, para dekan, Direktur Pascasarjana, pimpinan lembaga, staf ahli, dan tim Humas, juga diputuskan bahwa Rektor UIN Alauddin Makassar dengan tegas menolak kelompok-kelompok yang ingin mengintervensi kampus.
“Dalam Statuta UIN Alauddin disebutkan bahwa kampus memiliki kebebasan akademik, otonomi mimbar, dan otonomi keilmuan. Kedatangan tamu dari Iran di Kampus UIN Alauddin adalah dalam rangka seminar Islam dan Demokrasi, serta Maulid Nabi Muhammad SAW di Fakultas Adab dan di Fakultas Ushuluddin dengan tema Save Palestina, sama sekali tidak ada yang menyinggung tentang syiah,” demikian penegasan dalam putusan rapat tersebut. (win)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply