iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » Murid SD Isi Siaran Perdana ACI di RRI Makassar


Pedoman Karya 1:54 AM 0


ANAK CERDAS INDONESIA. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Makassar, Ahmad Hidayat (duduk paling kanan), foto bersama Kepala SDN Kompleks Sambung Jawa Fatmawati (paling kiri), penyiar program ACI RRI Makassar Rusdin Tompo (tengah), serta murid-murid SDN Kompleks Sambung Jawa, di Studio RRI Makassar, Ahad, 28 Januari 2018. (ist)


-----------


Rabu, 07 Februari 2018


Murid SD Isi Siaran Perdana ACI di RRI Makassar


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Sejumlah murid Sekolah Dasar (SD) Negeri Kompleks Sambung Jawa Makassar, mengisi siaran perdana program Anak Cerdas Indonesia (ACI) di Stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) Makassar, Ahad, 28 Februari 2018.
Murid-murid yang tampil dan diwawancarai pada siaran perdana tersebut, antara lain Andi Dirga (atlet beladiri karate), Elvina Devi Almirafika (Duta Baca), Alfia Ramadhani, Saskia Salsa (Dokter Cilik), Salsabila Ramadhani (Juara Lomba Mewarnai), serta Muhammad Jidan dan Muhammad Faril (Reporter).
Acara dipandu oleh Rusdin Tompo, host acara bincang-bincang Beranda Pak RT di RRI Pro1. Siaran yang bisa didengar melalui frekuensi 94,4 FM ini, selanjutnya akan dipandu secara langsung oleh anak-anak sebagai co-host mendampingi penyiar RRI yang bertugas sebagai penyiar pada hari berjalan.
Siaran perdana turut dihadiri dan disaksikan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Makassar, Ahmad Hidayat SPd MPd, serta Kepala SD Negeri Kompleks Sambung Jawa, Fahmawati SPd.
Sekalipun baru pertama kali tampil dan diwawancarai di RRI, para murid tampak tidak canggung bahkan tampil percaya diri. Jawaban-jawaban yang diberikan spontan layaknya anak-anak, bahkan jawaban mereka kadang-kadang tak terduga. Elvina misalnya. Ketika ditanya tentang hobinya, dia menjawab suka membaca buku-buku ensiklopedia, sejarah, dan novel-novel remaja.
Tamu dan pendengar juga disuguhi suara merdu Aisyah Dwina Ahmad, yang membawakan dua lagu, masing-masing lagu “Indonesia Jaya” dan lagu “Tulolonna Sulawesi.”
Selama berlangsung acara, orangtua dan keluarga para murid yang ikut mendampingi tak henti-hentinya memotret dan memvideokan anak mereka yang jadi narasumber Program Siaran ACI. Begitupun dengan anak-anak, mereka juga merekam temannya saat memberi penjelasan atau saat menyanyi.

Diperuntukkan Bagi Anak-anak

“Program Anak Cerdas Indonesia yang disingkat ACI ini diperuntukkan bagi anak-anak yang memiliki bakat, prestasi, dan kegiatan positif yang menginspirasi lainnya,” jelas Produser Program Siaran ACI, Mulyono, kepada wartawan.
Program Siaran ACI, katanya, bertujuan memberikan ruang kepada anak-anak untuk berekspresi dan berkreasi sesuai kemampuan dan talenta masing-masing, baik di bidang seni, budaya, olah raga, maupun dalam bidang lainnya.
“Hal ini sesuai visi dan misi RR yang senantiasa mengembangkan siaran pendidikan dan pencerdasan. Siaran-siaran RRI diharapkan ikut memberdayakan dan mendorong kreativitas masyarakat dalam rangka membangun karakter dan jati diri bangsa, serta membentuk budi pekerti, terutama di kalangan generasi muda,” tutur Mulyono.
Menghadirkan anak-anak di studio, lanjutnya, merupakan strategi RRI untuk mendekatkan diri dengan anak-anak zaman sekarang.
“Ini juga sebagai bukti bahwa RRI memberikan atensi dan apresiasi bagi anak-anak sebagai tunas bangsa,” kata Mulyono.

Belasan Geng

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Makassar, Ahmad Hidayat, mengaku bangga bisa melihat anak-anak tampil menunjukkan kebolehannya di studio RRI Makassar.
“Saya berharap RRI Makassar juga mengundang dan menghadirkan murid-murid dari sekolah-sekolah launnya untuk berbagi pengalaman seputar prestasi, karya, dan aktivitasnya,” kata Ahmad Hidayat.
Sementara Kepala SDN Kompeks Sambung Jawa Makassar, Fatmawati mengatakan, di sekolah yang dipimpinnya ada belasan geng atau Ekstra Kurikuler (Eskul) yang dikembangkan demi menampung dan menyalurkan minat dan bakat murid-murid.
“Kami menggunakan istilah geng untuk kegiatan Eskul, supaya lebih akrab dengan generasi milenial. Jumlah eskul yang ada yaitu 16 geng, antara lain drum band, musik, basket, Paskibra, dan menari,” sebut Fatmawati. (rto/win)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply