iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » Menuju Pilkada yang Bermartabat


Pedoman Karya 7:03 PM 0


Pemimpin harus berilmu, senantiasa belajar, dan memahami filosofi kehidupan yang sesungguhnya. Pemimpin harus mampu mencari solusi dari setiap persoalan yang ada, mendedikasikan seluruh waktunya untuk rakyat yang dipimpinnya, mampu memahami dan menghargai keinginan dari rakyat yang dipimpinnya, memiliki pemikiran-pemikiran cerdas serta mampu untuk merealisasikannya. 

- Ya'kub -
(Dosen Unismuh Makassar)





-------
PEDOMAN KARYA
Selasa, 20 Maret 2018


Menuju Pilkada yang Bermartabat


Oleh: Ya’kub SPdI MPdI
(Wakil Sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah Sulsel/Dosen Unismuh Makassar)

            Pilkada di Sulawesi Selatan akan dilaksanakan baik di tingkat provinsi (Pilgub, red) maupun kabupaten dan kota (Pilwalkot dan Pilbup), yang merupakan ajang demokrasi lima tahunan dalam rangka memilih dan menentukan siapa pimpinan politik bagi rakyat di masa mendatang.
Demokrasi terbuka dimana rakyat bebas menentukan pemimpin bagi dirinya dan bagi masyarakat yang berada di wilayah tersebut. Kepemimpinan yang berwibawalah yang sesungguhnya diharapkan masyarakat Sulsel pada umumnya.
            Salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam pilkada, masyarakat dapat berpartisipasi aktif dengan menggunakan hak suaranya untuk memilih pemimpim, meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan pemilihan umum, menunjukkan semakin kuatnya tatanan demokrasi di suatu daerah.
Dengan turut berpartisipasi dalam proses pemilihan umum khususnya kepala daerah, sebagai masyarakat yang cerdas kita harus mampu mendengarkan aspirasi masyarakat, serta paham akan tugas dan fungsi dari seorang kepala daerah nantinya, tidak memilih calon yang hanya mampu membuat janji politik yang sangat mudah diucapkannya dalam masa kampanye saja.
            Dalam UU No. 23 tahun 2014 tentang tugas, wewenang, dan kewajiban kepala daerah menyebutkan bahwa kepala daerah memiliki kewenangan, yaitu; 1) Mengajukan rencana Perda; 2) Menetapkan Perda yang yang telah mendapatkan persetujuan bersama DPRD; 3) Menetapkan perkada dan keputusan kepala daerah; 4) Mengambil tindakan tertentu dalam keadaan mendesak yang sangat dibutuhkan oleh daerah dan masyarakat dan/atau masyarakat; 5) Melaksanakan wewenang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Melihat wewenang yang diberikan kepada  kepala daerah yang akan menjabat lima tahun mendatang, masyarakat diharapkan cerdas menilai dan memahami visi dan misi calon kepala daerah “relevankan dengan wewenag yang di embannya”, apakah hanya teori logika politik belaka dalam rangka untuk menyenangkan hati para calon pemilihnya yang sebenarnya visi dan misinya mustahil bisa dilaksanakan.
Dalam menentukan calon kepala daerah yang akan dipilihnya, masyarakat sebaiknya memberikan penilaian yang objektif terhadap visi misi yang diberikan oleh calon kepala daerah yang sesuai dengan kemampuan, serta standar kerja si calon kepala daerah nantinya apabila terpilih.
            Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menentukan pilihan calon kepala daerah, yaitu; 1) Sebuah kesadaran bahwa Pilkada adalah sebuah partisispasi masyarakat dalam menentukan pemimpin berkualitas yang mampu membangun sikap dan memberikan motivasi politik bersama rakyat dalam rangka untuk dapat bersama-sama masyarakat dalam membangun dan menyadari hakikat dari sebuah otonomi daerah yang berintegritas.
2) Kepala daerah dalam menyusun visi dan misinya, benar-benar dilihat sebagai sebuah visi dan misi politik yang relevan terhadap kondisi pembangunan daerah yang berkelanjutan, yaitu sebuah pembangunan yang melibatkan setiap elemen yang ada pada daerah tersebut, sehingga mampu mewujudkan visi yang menyentuh semua kepentingan rakyat bukan hanya kebutuhan sesaat dari golongan tertentu.
3) Yang paling terpenting, timbul kesadaran bahwa Pilkada adalah keterlibatan langsung rakyat dalam proses memilih pemimpin mereka. Melalui Pilkada langsung, masyarakat terlibat secara langsung dalam proses demokrasi, serta merasa memiliki peran dan harus mengetahui sosok pemimpin daerah yang hendak dipilihnya.
            Inilah hakikat sebuah demokrasi bahwa muncul kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih pemimpin yang berkualitas dalam pemilu yang demokratis.
Pemimpin berkualitas akan bermartabat di hadapan rakyat, karena seorang pemimpin sebaiknya adalah orang yang memiliki kelebihan dan mampu memimpin orang-orang di bawahnya dalam melakukan suatu aktivitas tertentu bersama rakyat yang di pimpinnya.
Kualitas adalah sesuatu yang tidak dapat dilihat maupun dirasakan. Pemimpin haruslah memiliki kualitas, kualitas dari segi cara memimpin dan kualitas pribadi seorang pemimpin dalam mempersentasekan seni memimpinnya.
Pemimpin harus berilmu, senantiasa belajar, dan memahami filosofi kehidupan yang sesungguhnya. Pemimpin harus mampu mencari solusi dari setiap persoalan yang ada, mendedikasikan seluruh waktunya untuk rakyat yang dipimpinnya, mampu memahami dan menghargai keinginan dari rakyat yang dipimpinnya, memiliki pemikiran-pemikiran cerdas serta mampu untuk merealisasikannya. 
Kualitas seorang pemimpin akan dilihat nanti pada saat dia memimpin apakah mampu untuk mengayomi seluruh kepentingan masyarakat yang di pimpinnya. Kualitas pemimpin tidak bisa dilihat dari citra yang dibuatnya sendiri, tapi dapat dilihat dari bagaimana kepemimpinan yang akan dijalankan.
            Kepemimpinan yang bermartabatlah yang diharapkan dari sebuah pemimpin yang yang berkualitas, pemimpin yang tidak mau tunduk kepada kepentingan-kepentingan yang akan merugikan kepentingan masyarakat yang dipimpinnya dan mempunyai kepercayaan diri bahwa dirinyalah pemimpin yang diharapkan masyarakat untuk melindungi kepentingan masyarakat.
Pemimpin yang melindungi kepentingan masyarakatlah yang akan menjadi panutan bagi masyarakat yang dipimpinnya. Pemimpin yang memiliki harkat dan martabat yang tinggilah yang akan selalu menjaga amanah rakyat yang diembannya dan bekerja sepenuh hati untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat yang dipimpinnya.
Pemimpin yang bermartabat tidak akan berkhianat terhadap amanah rakyat yang dipimpinnya. Harapan akan datangnya pemimpin yang bermartabat sebagai hasil Pilkada di Sulsel, tentu saja harus menjadi kenyataan.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply