iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » Jagona Tawwa Sukmawati


Pedoman Karya 7:19 AM 0


“Kenapaki’ bilang jagoi?” tanya Daeng Tompo’. 
“Dia bikin puisi dan nabacakanki puisina pada sebuah acara besar. Eh, tiba-tiba viralki di medsos itu puisina,” kata Daeng Nappa’.
“Puisi apakah nabikin?” tanya Daeng Tompo’.  
“Hebatna lagi, langsung banyak yang balaski puisina,” kata Daeng Nappa’.


--------
PEDOMAN KARYA
Kamis, 05 April 2018


Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:


Jagona Tawwa Sukmawati


“Jagona tawwa Sukmawati,” kata Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat duduk-duduk di pos ronda kompleks perumahan.
“Sukmawati siapa?” tanya Daeng Tompo’.
“Sukmawati Soekarnoputri, anaknya Bung Karno, mantan presiden yang juga Bapak Proklamator kita,” jelas Daeng Nappa’.
“Kenapaki’ bilang jagoi?” tanya Daeng Tompo’.
“Dia bikin puisi dan nabacakanki puisina pada sebuah acara besar. Eh, tiba-tiba viralki di medsos itu puisina,” kata Daeng Nappa’.
“Puisi apakah nabikin?” tanya Daeng Tompo’.
“Hebatna lagi, langsung banyak yang balaski puisina,” kata Daeng Nappa’.
“Puisi apakah? Apakah nabilang dalam puisina?” tanya Daeng Tompo’ penasaran.
“Puisina berjudul Ibu Indonesia dan diawali dengan kalimat Aku tak tahu Syariat Islam,” ungkap Daeng Nappa’.
“Bahayana itu kalau ada orang Islam mengaku tidak tahu Syariat Islam, jangan-jangan murtadmi,” kata Daeng Tompo’.
“Baru nabilang lagi, Yang kutahu sari konde Ibu Indonesia sangatlah indah, Lebih cantik dari cadar dirimu,” papar Daeng Nappa’.
“Aih, salah sekalimi itu,” tukas Daeng Tompo’ sambil geleng-geleng kepala.
“Terus nabilang, Aku tak tahu syariat Islam, Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok, Lebih merdu dari alunan azan-mu,” lanjut Daeng Nappa’.
“Dipertanyakan betulmi itu ke-Islam-anna. Kalau dia beragama Islam, berarti tidak pernahki belajar tentang agama Islam, tapi kalau memang murtadmi, wajarji tidak mengerti syariat Islam, tapi tetap juga tidak pantas bikin puisi seperti itu,” kata Daeng Tompo’.
“Kita’ tidak mauki’ bikin puisi balasan?” tanya Daeng Nappa’ sambil tersenyum.
“Aih, tidak taukka’ saya bikin puisi. Kita’mo yang bikin, kasiki judul Bapak Indonesia,” kata Daeng Tompo’ lalu tertawa dan keduanya pun tertawa-tawa. (asnawin)

Selasa, 03 April 2018

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply