iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » Ardian dan Komunitas Reptil di Pantai Losari


Pedoman Karya 2:43 AM 0


KOMUNITAS REPTIL. Tiga mahasiswa Unismuh Makassar, Muhammad Arwan (paling kiri), Andi Muhammad Aldin Akbar A Lamai (kedua dari kanan), dan Lukman Usman (paling kanan), foto bersama Ardian, di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Selasa, 06 Juli 2018.






--------
PEDOMAN KARYA
Kamis, 30 Agustus 2018


Ardian dan Komunitas Reptil di Pantai Losari


Namanya Ardian. Usianya masih sangat beliau, masih belasan tahun, tapi ia sudah bekerja dan pekerjaannya sangat tidak lazim. Apa itu? Ardian sehari-hari selalu membawa ular yang panjangnya sekitar dua meter dan ia menjual jasa dengan ular tersebut di Anjungan Pantai Losari Makassar.

Jasa dimaksud yaitu setiap orang dapat memegang bahkan mengalungkan ular tersebut ke lehernya dengan aman, tanpa harus takut digigit atau dililit, karena ular tersebut sudah dijinakkan oleh Ardian atau pawangnya.

Setelah mengalungkan dan sambil memegang kepala ular tersebut, kita dapat berfoto atau berswafoto (selfi) untuk mengabdikan diri kita bersama ular tersebut, dan itulah yang kami lakukan saat berkunjung ke Pantai Losari, Makassar, Selasa, 06 Juli 2018.

Awalnya kami sempat ragu dan juga agak takut, tapi setelah berbincang-bincang dengan Ardian, kami akhirnya berani memegang ular yang dibawanya, bahkan mengalungkan ular tersebut di leher kami sambil memegang kepalanya tanpa rasa takut sama sekali.

Dari bincang-bincang dengan Ardian, kami akhirnya mengetahui bahwa Ardian hanya salah satu di antara sekian banyak anggota Komunitas Reptil Arlep di Anjungan Pantai Losari, Makassar. Secara keseluruhan, kata Ardian, jumlah reptil yang mereka miliki yaitu sebanyak 50 ekor, terdiri atas ular, soa layar, dan iguana.

“Kami di sini selain bersenang-senang dengan reptil, kami juga sambil menghasilkan uang dengan memasang tarif kepada pengunjung yang ingin berfoto bersama reptile. Kami hanya memasang tarif Rp10.000, dan pengunjung dapat berfoto sepuasnya dengan ular, iguana, atau soa layar,” kata Ardian.

Ia mengaku dirinya bersama anggota Komunitas Reptil Pantai Losari memelihara reptil tersebut sejak reptile tersebut masih kecil, sehingga reptile tersebut menjadi jinak dan mereka menjadi akrab karena setiap hari bersama-sama dengan reptil tersebut.

“Hewan-hewan ini kami pelihara dari kecil, sehingga mereka jinak seperti ini. Khusus ular, kebanyakan kami tangkap sendiri di sawah, dan hewan lain beberapa di antaranya kami beli dalam keadaan masih kecil,” tutur Ardian.

Menyinggung makanan bagi reptile-reptil tersebut, Ardian yang mengaku berasal dari Kalimantan tetapi lancar berbicara dalam Bahasa Bugis dan Bahasa Makassar, mengatakan, iguana diberi makanan pisang dan sayur sawi, sedangkan untuk ular sanca biasanya diberi makan ayam.

Dari jasa yang dijualnya kepada pengunjung di Anjungan Pantai Losari tersebut, Ardian yang tingga di Jalan Nuri Baru, Makassar, mengaku biasanya mendapatkan uang Rp100.000 hingga Rp300.000 per hari.

.....
Penulis: Muhammad Arwan, Lukman Usman, dan Andi Muhammad Aldin Akbar A Lamai (mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar)
Editor: Asnawin Aminuddin

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply