iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » Perjuangan Konstitusional Lewat DPD RI Merupakan Ikhtiar Mulia


Pedoman Karya 3:44 AM 0


Karena itu, sebelum memulai aktivitas kampanye, prosesi 2019, kami dahului dengan sebentuk muqaddimah suci. Yaitu, hari Ahad, tanggal 23 September 2018, saya bersama keluarga dan perwakilan TimSIP, melaksanakan shalat subuh berjamaah di Masjid al-Markaz al-Islami, Makassar.(ist)





--------

PEDOMAN KARYA
Ahad, 23 September 2018


Perjuangan Konstitusional Lewat DPD RI Merupakan Ikhtiar Mulia


Oleh: AM Iqbal Parewangi
(Anggota DPD RI)


Muqaddimah penting terutama untuk hal-hal bermakna dan memberi makna. Buku, misalnya. Sebelum masuki isinya yang bisa sampai ratusan halaman, ada muqaddimah atau pendahuluan. Muqaddimah menjelaskan secara ringkas dan padat latar belakang, isi, dan latar depan suatu buku.

Prosesi Pemilu 2019 bermakna dan memberi makna. Bukan semata kontestasi, tapi juga edukasi dan beragam hal bermakna lainnya, termasuk dalam masa kampanye.

Karena itu, sebelum memulai aktivitas kampanye, prosesi 2019, kami dahului dengan sebentuk muqaddimah suci. Yaitu, hari Ahad, tanggal 23 September 2018, saya bersama keluarga dan perwakilan TimSIP, melaksanakan shalat subuh berjamaah di Masjid al-Markaz al-Islami, Makassar.

Kami memandang perjuangan konstitusional lewat DPD RI merupakan ikhtiar mulia untuk daerah, bangsa, dan umat, terutama setelah hampir empat tahun ini terbukti dapat berkinerja dengan bersih dan istiqamah.

Untuk melanjutkan ikhtiar mulia itu ke periode kedua, dalam rapat malam sebelumnya, saya sampaikan niat agar proses kampanye didahului dengan muqaddimah yang juga mulia. Sesuatu yang mulia harus dari, oleh, dan untuk yang mulia pula. Pilihannya, hari Ahad, tanggal 23 September 2018, kami melaksanakan shalat subuh di Masjid al-Markaz al-Islami.

Hadir ayah dan ibu saya, Andi Parewangi dan Sitti Rafiah. Istri saya, Yusrah Takiyah Tajuddin. Adik saya Dr dr AM Luthfi Parewangi SpPD KGEH, Dr AM Alfian Parewangi, dan lainnya. Ipar-ipar saya Mujaddid, Andi Erlimsyah, Andi Muh Ilham, dan lainnya.

Saya sempat panjangkan sujud akhir dengan memanjatkan sepenggal doa yang saya ulang beberapa kali, “Ya Allah, berikan hamba-MU kemudahan, kesantunan dan ketakziman dalam menjalani prosesi demokrasi 2019. Ridhai ikhtiar terbaik kami. Dan beri kami hasil yang terbaik ya Allah.”

Usai shalat subuh dan silaturahim ringan di Masjid Al-Markaz al-Islami, kami menuju warkop Az-Zahrah. Barakallah, di situ kami bertemu antara lain dengan dai kondang Dr Das'ad Latif dan sejumlah jamaah dari Masjid Raya Makassar.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply