iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » » Dosen Unismuh Latih Ibu-ibu di Takalar Membuat Tepung dan Kripik dari Buah Mangrove


Pedoman Karya 2:34 AM 0




KRIPIK DAN TEPUNG. Dosen Unismuh Makassar, Irma Sribianti, memperlihatkan kripik dan tepung yang dibuat dari buah mangrove oleh ibu ibu-ibu kelompok tani dan nelayan di Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)






-------
Rabu, 03 Oktober 2018


Dosen Unismuh Latih Ibu-ibu di Takalar Membuat Tepung dan Kripik dari Buah Mangrove


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Puluhan anggota masyarakat di Desa Laikang dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, yang terdiri atas ibu-ibu kelompok tani dan ibu-ibu PKK, mengikuti pelatihan pembuatan tepung dan kripik dari buah mangrove.

Pelatihan diadakan dan dipandu oleh dua dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, yakni Dr Irma Sribianti SHut (dosen Ilmu Kehutanan, Fakultas Pertanian) dan Dr Abdul Haris SPi MSi (dosen Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian).

“Pelatihan diawali penyuluhan dan sekolah lapang yang terdiri atas aspek teknologi, sosial, ekonomi dan lingkungan, selanjutnya pelatihan dan praktek pengolahan buah mangrove menjadi tepung dan kripik,” tutur Irma Sribianti, kepada wartawan di Makassar, Rabu, 03 Oktober 2018.

Dia mengatakan, proses pembuatan tepung buah mangrove diawali dengan pengupasan dan pencucian buah, perebusan dan perendaman, penjemuran, dan terakhir penggilingan dan penghalusan sebelum dikemas untuk dipasarkan.

Adapun proses pengolahan kripik buah mangrove diawali dengan pembuatan bahan tambahan, pengukusan, pendinginan, pengirisan, dan terakhir penjemuran sebelum dikemas untuk dipasarkan.

“Pelatihannya diikuti sekitar 30 sampai 40 orang, diadakan di rumah Daeng Lonjo, salah seorang anggota kelompok tani, dan dihadiri Karaeng Ngondang, tokoh masyarakat yang merintis penanaman mangrove di Laikang. Mereka berharap kegiatan ini terus berlanjut karena membantu menambah pendapatan masyarakat dan menjadi sumber pangan alternatif berbasis sumber daya lokal,” tutur Irma. (zak)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply