iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » » Jadi Siapami Itu yang Malu?


Pedoman Karya 1:29 AM 0


“Karena merasa ketuanya dijebak, maka OPD kemudian mengembalikan dana kepada Lembaga Pemuda dan Olahraga Desa sebesar jumlah yang sama diterimanya tahun lalu,” papar Daeng Nappa’.
“Jadi siapami itu yang malu?” tanya Daeng Tompo’. 




----

PEDOMAN KARYA
Senin, 26 November 2018


Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:


Jadi Siapami Itu yang Malu?


“Mauka lagi tanyakki’ ini,” kata Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi siang di warkop terminal.

“Apalagi yang mau kita’ tanyakanka’. Bukanji contoh kasus lagi?” tanya Daeng Tompo’.
                                                 
“Anggapmi contoh kasus. Begini. Ketua Organisasi Pemuda Desa (OPD) tiba-tiba dilapor ke polisi dan kemudian dipanggil ke kantor polisi untuk dimintai keterangan, karena diduga ada penyimpangan dana penyelenggaraan apel dan kemah pemuda desa yang dilaksanakan tahun lalu oleh OPD,” tutur Daeng Nappa’.

“Dari manakah itu dananya dan siapa yang melapor ke polisi?” tanya Daeng Tompo’.

“Dananya dari Lembaga Pemuda dan Olahraga Desa. Tahun lalu, Lembaga Pemuda dan Olahraga Desa meminta kepada OPD untuk melaksanakan apel dan kemah pemuda desa. Seluruh biaya pelaksanaan ditanggung oleh Lembaga Pemuda dan Olahraga Desa,” tutur Daeng Nappa’.

“Jadi Lembaga Pemuda dan Olahraga Desa yang melapor ke polisi?” tanya Daeng Tompo’.

“Bukan. Justru Ketua Lembaga Pemuda dan Olahraga Desa juga heran kenapa tiba-tiba Ketua OPD dilapor ke polisi, padahal apel dan kemah pemuda sudah terlaksana dengan baik tahun lalu dan tidak ada masalah soal penggunaan dananya,” ungkap Daeng Nappa’.

“Jadi bagaimanami kelanjutan kasusna?” tanya Daeng Tompo’

“Karena merasa ketuanya dijebak, maka OPD kemudian mengembalikan dana kepada Lembaga Pemuda dan Olahraga Desa sebesar jumlah yang sama diterimanya tahun lalu,” papar Daeng Nappa’.

“Jadi siapami itu yang malu?” tanya Daeng Tompo’.

“Itumi yang mau kutanyakanki’,” kata Daeng Nappa’ sambil tertawa, tapi Daeng Tompo hanya tersenyum tipis. (asnawin)

Senin, 26 November 2018

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply