iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » Kenali dan Hindari Penyakit Pikun


Pedoman Karya 2:45 AM 0



Diharapkan tak hanya yang sudah berusia lanjut, mereka yang masih muda juga wajib menjaga kesehatan termasuk menghindari hal-hal yang bisa memicu penurunan fungsi otak. Karena penyebab penyakit jenis ini juga bisa terjadi karena adanya penyalagunaan obat, adanya tumor atau trauma kepala, bahkan kadar gula rendah bisa menjadi pemicunya. 
- Dokter Andi Weri Sompa Mkes SpS -

 



-----
PEDOMAN KARYA
Selasa, 04 Desember 2018



Kenali dan Hindari Penyakit Pikun


Oleh: dr Andi Weri Sompa Mkes SpS

Banyak orang yang kena penyakit pikun atau demensia di sekitar kita. Mereka yang kena demensia kebanyakan yang telah berusia lebih dari 60 tahun. Pertanyaannya, apakah penyakit pikun itu? Apakah penyakit pikun atau demensia itu hanya dialami oleh orang-orang yang telah berusia lebih dari 60 tahun? Bagaimana gejala penyakit pikun itu?

Demensia (pikun) merupakan suatu gejala yang menggambarkan adanya penurunan fungsi otak seperti Kemampuan berpikir, fungsi memori, dan penurunan kemampuan berkomunikasi.

Demensia atau kepikunan adalah penyakit degeneratif. Orang yang cenderung mengalami penyakit jenis ini adalah mereka yang telah berumur lebih dari 60 tahun. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan yang usia muda juga bisa mengalami gangguan fungsi otak atau pikun.

Penderita demensia umumnya mengalami gejala kognitif dan psikologis. Untuk kognitif seperti gangguan atau hilang ingatan, kurang mengingat terhadap sesuatu seperti lupa dimana meletakkan barang, sering lupa apakah sudah makan atau belum, kesulitan berkomunikasi, kesulitan memecahkan masalah, atau merencanakan sesuatu dan mengambil keputusan, konsentrasi menurun bahkan suka bingung.

Sementara gejala psikologis yang bisa dilihat seperti gelisah, depresi bahkan berhalusinasi. Bukan hanya yang tua yang bisa terkena penyakit jenis ini, yang muda pun berisiko.

Untuk itu, diharapkan tak hanya yang sudah berusia lanjut, mereka yang masih muda juga wajib menjaga kesehatan termasuk menghindari hal-hal yang bisa memicu penurunan fungsi otak.

Karena penyebab penyakit jenis ini juga bisa terjadi karena adanya penyalagunaan obat, adanya tumor atau trauma kepala, bahkan kadar gula rendah bisa menjadi pemicunya.

Untuk menghindari, mulailah rajin mengonsumsi sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan dalam porsi yang cukup. Paling penting hindari makanan yang banyak mengandung pengawet, penyedap atau MSG tentunya.

Jenis-Jenis Penyakit Pikun

Ada beberapa jenis penyakit pikun, antara lain demensia alzheimer. Jenis penyakit pikun ini (demensia alzheimer) merupakan yang paling banyak dijumpai. Sekitar 75-85 persen penderita demensia merupakan jenis ini. Demensia jenis ini, membuat fungsi memori berangsur-angsur menurun seiring berlanjutnya usia. Seperti Kurang mengingat akibat proses penuaan.

Jenis ini disebabkan oleh adanya plak amiloid yang ada di otak yaitu plak yang terbentuk oleh kumpulan protein yang abnormal, juga oleh adanya neurofibrillary tangles yang selanjutnya akan menghambat komunikasi antar sel saraf.

Jenis penyakit pikun lain yaitu demensia vaskuler. Jenis demensia ini merupakan kerusakan atau kepikunan akibat gangguan pembuluh darah di otak. Bisa terjadi karena adanya gangguan seperti stroke, diabetes bahkan hipertensi. Demensia Vaskuler dan Alzheimer bisa terjadi sendiri-sendiri, ataupun bersamaan.

Demensia Vaskuler gejala paling mudah dikenali pada gangguan emosi, perubahan kepribadian, ketidakmampuan untuk mendapatkan informasi. Tapi yang paling sering dan banyak dikeluhkan yaitu gangguan memori.

Jenis penyakit pikun ketiga yaitu demensia lewy body yang terjadi akibat penggumpalan protein yang abnormal.

Selanjutnya, jenis penyakit pikun yang disebut demensia frontotemporal. Jenis demensia ini ditandai dengan degenerasi sel otak bagian frontal dan temporal yg umumnya diasosiasikan dengan kemampuan berbahasa, sehingga pikun jenis ini selain gangguan memori juga terdapat kesulitan berbahasa. (Andi Weri Sompa adalah dokter Spesialis Saraf / Wakil Dekan 1 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah, Makassar)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply