iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » Orang Takalar Banyak yang Miskin


Pedoman Karya 7:32 PM 0


PASAR PERCONTOHAN Pattallassang yang dibangun atas kerjasama Kementerian Perdagangan RI dengan Pemda Takalar melalui Dana Tugas Bantuan tahun 2011, dan diresmikan Menteri Perdagangan Gita Irawan Wirjawan, pada 16 Februari 2012, hingga tahun 2019 ini belum mampu mengangkat dirinya menjadi pasar percontohan sesuai yang diharapkan. Inzet: Ridwan Tiro. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)





------
Kamis, 27 Juni 2019


Orang Takalar Banyak yang Miskin


- Ridwan Tiro: Jumlahnya Kurang Lebih 124.000 Orang


TAKALAR, (PEDOMAN KARYA). Orang Takalar ternyata banyak yang miskin. Data yang ada pada Dinas Sosial Kabupaten Takalar, sesuai rilis dari Kementerian Sosial, jumlah penduduk miskin di daerah berjuluk “Butta Panrannuangku” mencapai 42 ribu kepala keluarga.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Takalar, Muhammad Ridwan Tiro mengungkapkan, data keluarga miskin di Kabupaten Takalar tersebut dapat dilihat pada Basis Data Terpadu (BDT) yang dirilis Kementerian Sosial.

“Dari 42 ribu rumah tangga miskin tersebut, jumlahnya kurang lebih 124 ribu jiwa. Itu artinya jumlah penduduk miskin di Takalar mencapai 65 persen dari total penduduk Takalar,” kata Ridwan Tiro, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu, 26 Juni 2019.

---------
Baca juga:

Anak Putus Sekolah di Takalar 8.000 Orang

---------

Ia mengaku data tersebut sesungguhnya tidak wajar, baik dilihat dari persentase dan jumlah, maupun dari kondisi riil ekonomi masyarakat Takalar.

“Karena muncul data yang tidak wajar itulah, maka Bapak Bupati mengharapkan Dinas Sosial mendata ulang pada 100 desa dan kelurahan melalui operator yang ada di setiap wilayah,” kata Ridwan.

Para operator kini sedang melakukan verifikasi data dengan cara mensinergikan data faktual dan data valid, dan setelah itu data terbaru sesuai fakta di lapangan disampaikan kembali ke Kementerian Sosial melalui SIC-NG.

Ridwan mengatakan, data yang ada pada Basis Data Terpadu (BDT) di Kementerian Sosial tidak serta-merta dapat diubah meskipun Dinas Sosial Kabupaten sudah mengirimkan data baru yang valid, karena proses perubahannya harus melalui proses sistem yang terpusat di Kementerian Sosial.

Kadis Sosial Kabupaten Takalar mengaku menyadari bahwa untuk penanggulangan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Takalar dengan jumlah yang begitu signifikan, perlu ada keseriusan dari pemerintah daerah, khususnya instansi terkait.

“Dalam membuat sebuah kebijakan harus ada sinergitas antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), utamanya dalam membuat program-program pemberdayaan, karena satu-satunya program yang bisa mengentaskan kemiskinan adalah program pemberdayaan. Ego sektoral harus dihilangkan,” tandas Ridwan.

Ia kemudian mengemukakan langkah-langkah yang harus dilakukan Pemkab Takalar dalam upaya menurunkan angka penduduk miskin, yaitu melakukan identifikasi yang aktual dan faktual terhadap BDT secara menyeluruh, melakukan verifikasi inventarisasi terhadap jenis pekerjaan dan kebutuhan dan keterampilan yang dimiliki oleh masyarakat, singkronisasi program pemberdayaan dengan memperhatikan kebutuhan, keahlian, dan keterampilan.

Selain itu, OPD terkait mengambil bagian berdasarkan data orang miskin melalu data yang ada dalam BDT.

“Sebagai catatan pikiran kami, Takalar tidak pernah berubah karena penggunaan data yang belum maksimal, adanya ego sektoral, serta pemberian bantuan berdasarkan politik kedekatan tanpa memperhatikan kemampuan dari yang diberi,” tutur Ridwan.

Yang dilakuakan selama ini, katanya, hanyalah mengurangi beban saja, seperti pemberian beras sejahtera (Rastra), program keluarga harapan (PKH), dan bantuan lainnya.

“Bukan menyelesaikan atau mengurangi masalah, tetapi hanya dapat membantu secara tidak tuntas. Maka pemerintah daerah harus membuat kebijakan singkronisasi dalam hal program pemberdayaan,” kata Ridwan.

Dengan target meningkatkan kesejahteraan 42 ribu keluarga miskin di Kabupaten Takalar, lanjutnya, maka setiap tahun diprogramkan peningkatna kesejahteraan 10 ribu keluarga miskin, sehingga dalam jangka waktu empat tahun akan bisa menuntaskan atau paling tidak bisa mengurangi jumlah keluarga miskin di Kabupaten Takalar. (Hasdar Sikki)

-------
Berita lain:

Bantuan 40 Ekor Sapi di Takalar, Niat Baik Membantu Petani 

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply