iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » » Dokter Gigi di Puskesmas Polsel Takalar Tidak Datang Dua Hari Berturut-turut


Asnawin Aminuddin 1:14 AM 0


Dua hari berturut-turut saya datang ke Puskesmas Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, untuk berobat gigi, yakni pada hari Selasa, 25 Juni 2019, sekitar jam 09.00 Wita, dan hari Rabu, 26 Juni 2019, sekitar pukul 11.00 Wita, tapi dokter gigi yang bertugas tidak pernah datang. Saya terpaksa melapor ke Kadis Kesehatan dan akhirnya berobat di Puskesmas Pattallassang. (Hasdar Sikki, warga Takalar)









-----
PEDOMAN KARYA
Senin, 01 Juli 2019


SURAT PEMBACA:



Dokter Gigi di Puskesmas Polsel Takalar Tidak Datang Dua Hari Berturut-turut




Puskesmas begitu akronim dari Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat, disiapkan oleh negara untuk kepentingan kesehatan bagi rakyaknya.  

Negara sudah mempersiapkan fasilitas segalanya,  mulai dari tempat atau gedung, pengadaan obat, sampai kepada pengangkatan pegawai atau petugas yang digaji negara untuk senantiasa dapat melayani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan.

Namun celakalah masyarakat dan rugilah negara ketika orang yang diberi amanah atau kepercayaan  untuk dapat melayani masyakat, ternyata tidak melaksanakan tugasnya dengan baik.

Kejadian ini saya alami di Puskesmas Pongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar. Kronologis kejadian yang saya alami, pada hari Selasa, 25 Juni 2019, sekitar jam 09.00 Wita, saya beranjak dari rumah bermaksud untuk memeriksakan kesehatan (berobat) di Puskesmas Polongbangkeng Selatan, karena mengalami sakit gigi.

Sesampainya di Puskesmas, sebelum bertanya, ada petugas sepetinya pegawai honorer yang memanggil saya yang memang sudah siap untuk membantu orang yang datang disitu.

“Kenapaki pak?” tanya pegawai tersebut.
“Mauka berobat nak,” jawab saya.
“Ada BPJS-ta’?” tanyanya lagi.
“Janganmaki tanya itu nak,” jawab saya.
“Ada kartu berobatta’ iye’,” tanyanya lagi.

Saya langsung mengeluarkan dompet dari saku celana dan kemudian mencabut dari dompet saya kartu berobat dan menyerahkan kepada petugas itu.

Sambil melihat dan mencatat, dia mengatakan berarti saya pasien umum. Dia lalu menyampaikan bahwa untuk pengobatan pasien umum dikenakan pembayaran Rp10.000. Saya pun membayar sesuai jumlah yang disebutkan. Dia kemudian mengarahkan saya ke tempat antrian sambil menunggu panggilan staf Drg Sarif.

Setelah menunggu sekitar 15 menit, ternyata tak satu pun pasien dipanggil masuk. Saya kemudian berinisiatif mendekati ruangan berobat pasien giri dan ternyata Drg Syarif tidak ada di ruangannya.

“Belum datang pak,” kata petugas ketika saya tanyakan dimana Drg Syarif.

Saya pun mencari tahu dimana Dokter Syarif berada dan berupaya mencari nomor telepon selulernya, tetapi tak ada satupun staf pegawai yang mengaku tahu nomor nomor ponsel Doker Syarif. Karena tidak ada harapan hari itu, maka saya pun pulang dan berharap keesokan harinya Dokter Syarif sudah dating.

Sengaja Datang Siang

Keesokan harinya, Rabu, 26 Juni 2019, saya datang ke Puskesmas tersebut sekitar jam 11.00 Wita. Saya sengaja dating agak siang, karena berharap Dokter Syarif sudah ada pada jam tersebut dan saya segera mendapat pelayanan, tetapi ternyata tetap dokternya tidak datang.

Karena kecewa, saya pun berupaya mencari tahu keberadaan Kepala Puskesmas Polsel dan Dokter Syarif, dengan mendatangi langsung Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr  Nilal Fauziah.

Setelah bertemu, saya langsung menceritakan apa yang saya alami dalam dua hari di Puskesmas Polsel. Setelah mendengar penjelasan saya, dr Nilal mencoba menghubungi Kepala Puskesmas namun tidak berhasil.

Ia pun menghubungi Kepala Puskesmas Pattallassang yang kebetulan berhadapan langsung dengan Kantor Dinas Kesehatan Takalar, dengan harapan saya segera mendapat pelayanan keehatan (gigi).

Dan Alhamdulillah, Kepala Puskesmas Pattallassang menyatakan siap memberikan pelayanan kesehatan, maka saya pun pamit kepada dr Nilal untuk berobat di Puskesmas Pattallassang. Setelah diperiksa dan diobati, petugas yang memeriksa saya mengatakan jika tidak ada perubahan, maka saya dianjurkan datang lagi keesokan harinya.

Di satu sisi, saya kecewa atas ketidakhadiran dokter gigi di Puskesmas Polsel, tapi di sisi lain, saya berterima-kasih kepada Kepala Dinas Kesehatan Takalar dan Kepala Puskesmas Pattallassang, karena akhirnya saya bias berobat di Puskesmas Pattallassang.

Hasdar Sikki
(Warga Takalar)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply