Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » » Dosen FIB Unhas Ikut Seminar ASBAM di Malaysia


Asnawin Aminuddin 6:35 AM 0


Sejumlah dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar mengikuti Seminar Arkeologi, Sejarah, Bahasa, dan Budaya di Alam Melayu (ASBAM) VIII, di Malaysia. (ist)





-----
Sabtu, 27 Juli 2019


Dosen FIB Unhas Ikut Seminar ASBAM di Malaysia



MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Sejumlah dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar mengikuti Seminar Arkeologi, Sejarah, Bahasa, dan Budaya di Alam Melayu (ASBAM) VIII, di Malaysia.

Seminar yang dilaksanakan Institut Alam dan Tamadun Malaysia (ATMA), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Lembaga Muzium Negeri Sembilan, bekerja sama dengan Ikatan Arkeologi Malaysia dan Unhas tersebut berlangsung dua hari, 27-28 Juli 2019, di Ancoso Residence Port Dickson, Malaysia.  

ASBAM VIII tersebut dibuka resmi YB Tuan Muhammad Nazaruddin Sabtu, Pangerusi Jawatankuasa Bertindak Kesenian, Kebudayaan, dan Adat Istiadat Melayu.

Seminar kali ini bertemakan “Pelancongan Warisan Mengangkat Kebudayaan Megalitik” dengan menampilkan dua pembicara kunci yakni Dekan FIB Unhas Prof Akin Duli, dan Dr Kathryn Welen dari Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV) "Lembaga Ilmu Bahasa, Negara dan Antropologi Kerajaan Belanda", sebuah lembaga ilmiah yang didirikan pada tahun 1851.

Selain Dekan FIB, kontingen dari Unhas di antaranya Prof Tadjuddin Maknun, Prof Fathur Rahman (Wakil Dekan II), Dr AB Takkom (Ketua Departemen Sastra Indonesia FIB Unhas), Dra Nursaadah MHum (Sekretaris Departemen Sastra FIB Unhas), dan sejumlah dosen FIB Unhas lainnya.  

Lokasi Indah

Lokasi seminar kali ini memilih lokasi yang memesona di Port Dickson, satu pantai dan berperan sebagai pelabuhan impor dan ekspor minyak, bijih timah, arang, dan keperluan lainnya yang terletak  di Negeri Sembilan Darul Khusus.

Nama Port Dickson digunakan  memperingati nama Sir John Frederick Dickson, seorang pegawai Inggris pada zaman penjajahan Inggris. Nama awal lokasi ini sebenarnya Tanjung Tin, sebuah pantai dengan tanjung yang kecil yang memungkinkan kapal-kapal berlabuh.

Nama lainnya ialah Arang (Malaysia) karena ada kilang menghasilkan arang di hadapan pantainya. Pada 1 Desember 1979 Majelis Daerah Port Dickson didirikan. (dea)

-----
Baca juga:

Dosen Unhas Berbagi Keterampilan Berbahasa dengan Masyarakat Soreang Takalar

Empat Bulan Jadi Profesor, Akin Duli Terpilih Jadi Dekan

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply