iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » » » Ingin Kembangkan Budidaya Air Payau, Bupati Maros Berkunjung ke Takalar


Pedoman Karya 10:22 AM 0


BUDIDAYA AIR PAYAU. Bupati Maros Hatta Rahman (keempat dari kanan), dan Bupati Takalar Syamsari Kitta' (ketiga dari kanan) foto bersama beberapa pejabat, di Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Kabupaten Takalar, Jum'at, 12 Juli 2019. (ist)






----------

Sabtu, 13 Juli 2019


Ingin Kembangkan Budidaya Air Payau, Bupati Maros Berkunjung ke Takalar



TAKALAR, (PEDOMAN KARYA). Salah satu program atau visi misi Pemerintah Kabupaten Maros yaitu pengembangan budidaya air payau. Sehubungan dengan itu, Bupati Maros, Hatta Rahman, bersama Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maros, Andi Syam Sopyan, melakukan kunjungan studi banding ke Bali, Bandung (Jawa Barat), dan Takalar.

Dalam kunjungannya ke Takalar, Jumat, 12 Juli 2019, Hatta Rahman dan Andi Syam Sopyan, turut didampingi Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Maros, Muhizal. Mereka diterima langsung Bupati Takalar, Syamsari Kitta’ yang didampingi Kepala Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Kabupaten Takalar, Nono Hartanto.

Rombongan dua bupati ini berkunjung ke Balai Budidaya Air Payau (BBAP) di Desa Boddia, Kecamatan Galesong, lokasi budidaya udang vename, lokasi budidaya kepiting rajungan, serta tambak benih ikan air laut.

Bupati Takalar Syamsari Kitta kepada Bupati Maros dan rombongan memperkenalkan budidaya ikan kakap dan kepiting rajungan yang juga bisa diterapkan di Maros.

“Kepiting rajungan ini bisa juga dibudidayakan, jadi tidak perlu hanya restocking dari laut,” kata Syamsari.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maros, Andi Syam Sopyan, menjelaskan, selain ke Takalar, ia bersama Bupati Maros juga telah berkunjung ke Balai Kontrol di Bali, serta ke Balai Riset dan Budidaya di Bandung, Jawa Barat.

“Pemerintah Kabupaten Maros kebetulan memiliki visi misi ingin mengembangkan budidaya air payau di Kabupaten Maros. Makanya Pak Bupati beserta dinas terkait berkunjung ke beberapa balai, yaitu ke Balai Kontrol di Bali, terus ke Balai Riset dan Budidaya di Bandung, serta di BBAP Takalar,” jelas Andi Syam.



BPBAK Sangat Membantu

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Takalar, Sirajuddin Saraba, yang dihubungi secara terpisah, mengatakan, Takalar punya potensi besar pada sektor perikanan, khususnya budidaya air payau atau budidaya tambak.

Tambak di Kabupaten Takalar luasnya kurang lebih 4.000 hektar, dengan sistem pengolahan mulai dari tradisional, tradisional plus, semi-intensif, intensif, hingga intensif plus.

“Keberadaan Balai Perikanan Budidaya Air Payau KKP di Bodia Takalar sangat membantu pengelolaan budidaya tambak di Butta Panrannuangku,” kata Sirajuddin yang mengaku tidak bisa mendampingi Bupati Takalar karena sedang mengikuti Diklatpim di Makassar.

Beberapa waktu lalu, katanya, Pemerintah Daerah Takalar telah melakukan MoU dengan pihak BPBAP dan ditindaklanjuti perjanjian kerjasama. Beberapa point yang dikerjasamakan, antara lain pendampingan teknis, bantuan bibit, serta penilitian pengembangan sektor budidaya air payau.

Balai tersebut konsen di pembibitan, antara lain pembibitan udang, pembibitan ikan bandeng, ikan kakap, ikan nila salin, rumput laut (gracillaria dan lawi-lawi).

“Balai ini kepunyaan Kementerian Kelautan Perikanan Pusat untuk wilayah Indonesia Timur yang berkedudukan di Takalar,” jelas Sirajuddin. (Hasdar Sikki)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply