iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok


Pedoman Karya 9:11 PM 0


PIMPINAN PTS. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengadakan pertemuan dengan Kepala LLDikti IX, Prof Jasruddin Malago, dan para pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) lingkup LLDikti IX, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Sabtu, 23 November 2019. (ist)

 



---------

Sabtu, 23 November 2019


Gubernur Sulsel Tantang Kampus Miliki Pulau Binaan


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, menantang kampus memiliki masing-masing minimal satu pulau di Sulawesi Selatan utuk dijadikan sebagai pulau binaan.

Di pulau binaan itu, kampus atau perguruan tinggi mengadakan berbagai macam kegiatan, antara lain sebagai lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswanya, lokasi dan objek penelitian, serta lokasi pengabdian masyarakat bagi dosen dan mahasiswa.

“Di Sulawesi Selatan ini, ada lebih dari 300 perguruan tinggi. Kalau satu perguruan tinggi membina satu pulau, selesai. Sekarang apa lagi yang tidak bisa dilakukan dengan berbagai perkembangan teknologi dan informasi,” kata Nurdin Abdullah.

Gagasan tersebut ia kemukakan pada pertemuan dengan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) IX Sulawesi, Prof Jasruddin Malago, dan para pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) lingkup LLDikti IX, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Sabtu, 23 November 2019.

Nurdin Abdullah yang juga salah seorang guru besar Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, mengatakan, Sulawesi Selatan sudah ditakdirkan sebagai daerah pertanian, jadi keunggulan Sulsel terutama terletak pada bidang pertanian.

“Kita (Sulsel) ditakdirkan  memiliki keunggulan di bidang pertanian, itu yang kita optimalkan. Janganlah kita bermimpi mau menyaingi Toyota, Mitsubishi, kita fokus saja garap bidang keunggulan kita,” kata Nurdin.

Mantan Bupati Bantaeng itu juga mengatakan bahwa perguruan tinggi tidak perlu terlalu bangga dan membesarkan-besarkan jumlah mahasiswa baru yang diterima dan jumlah alumni yang diwisuda.

“Bukan lagi saatnya perguruan tinggi bangga dengan banyaknya jumlah mahasiswa baru dan jumlah alumni yang diwisuda, tapi keterserapan alumni di dunia kerja. Itu yang penting,” kata Nurdin.

Penguasaan Bahasa Asing

Gubernur Sulsel pun berharap para dosen menguasai minimal satu bahasa asing, karena pergaulan internasional menuntut penguasaan bahasa asing. Nurdin berjanji akan meminta perguruan tinggi yang memiliki laboratorium bahasa untuk menyiapkan kurikulum pelatihan bahasa asing bagi para dosen di Sulsel.

“Kita harus menguasai minimal satu bahasa asing. Disinilah perlunya perguruan tinggi mengadakan kerjasama, terutama antara perguruan tinggi yang belum memiliki lab bahasa dengan perguruan tinggi yang memiliki lab bahasa. Pemprov akan alokasikan dana untuk penguasaan pelatihan bahasa asing bagi para dosen,” kata Nurdin. (ima)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply