iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » Mendikbud Ajak Guru Lakukan Perubahan Kecil di Kelas


Pedoman Karya 11:54 PM 0


PERUBAHAN KECIL. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, mengajak para guru melakukan perubahan kecil di kelas, dengan cara mengajak murid-murid di kelas untuk berdiskusi dan bukan hanya mendengar.

 





--------

Senin, 25 November 2019


Mendikbud Ajak Guru Lakukan Perubahan Kecil di Kelas

-          Tertuang dalam Pidato Mendikbud pada Hari Guru 2019


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, mengajak para guru melakukan perubahan kecil di kelas, dengan cara mengajak murid-murid di kelas untuk berdiskusi dan bukan hanya mendengar.

Perubahan kecil lain yaitu memberikan kesempatan kepada para murid untuk mengajar di kelas, mencetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas, menemukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri, serta menawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Ajakan Mendikbud Nadiem Makarim tersebut tertuang dalam naskh Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Upacara Bendera Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2019, yang diunggah pada laman website resmi Kemendikbud RI, www.kemdikbud.go.id, 22 November 2019.

“Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak,” kata Nadiem Makarim dalam pidato tertulisnya yang cukup viral di internet.

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik.

“Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,” kata Nadiem.

Dia mengatakan tugas guru adalah yang termulia sekaligus yang tersulit, karena guru ditugasi membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Guru ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi sebagian besar waktunya habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Pada guru juga disebut tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

“Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan. Anda frustrasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal,” tutur Nadiem.

Guru tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagamaan sebagai prinsip dasar birokrasi. Guru ingin setiap murid terinspirasi, tetapi guru tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

“Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia,” kata Nadiem.

Meskipun demikian, katanya, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru.

“Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama. Besok, di mana pun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda,” kata Nadiem. (asnawin)

----
Berikuti naskah pidato Mendikbud Nadiem Makarim pada peringatan Hari Guru Tahun 2019, sebagaimana tertuang pada laman resmi pada laman website resmi Kemendikbud RI, www.kemdikbud.go.id, 22 November 2019.

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,
Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustrasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagamaan sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, di mana pun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda.
o   Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
o   Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas.
o   Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
o   Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
o   Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,
merdekabelajar #gurupenggerak

Wassalamu alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Shalom,
Om Santi Santi Santi Om,
Namo Buddhaya,
Rahayu.

Jakarta, 25 November 2019

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia

Nadiem Anwar Makarim

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply