iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » » » » » Tabe', Selain Monyet & Anjing Dilarang Buang Sampah


Pedoman Karya 10:04 PM 0


SAMPAH DI TEPI JALAN. Jalan tani atau jalan kecil sepanjng kurang lebih 500 meter di Dusun Bontojannang, Desa Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, ini sudah berbulan-bulan dijadikan tempat pembuangan sampah oleh anggota masyarakat, padahal jalanan tersebut bukan tempat pembuangan sampah. (Foto dan teks: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)




--------

PEDOMAN KARYA
Ahad, 03 November 2019
 

Tabe’, Selain Monyet & Anjing Dilarang Buang Sampah



Jalan tani atau jalan kecil sepanjang kurang lebih 500 meter di Dusun Bontojannang, Desa Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, ini sudah berbulan-bulan dijadikan tempat pembuangan sampah oleh anggota masyarakat, padahal jalanan tersebut bukan tempat pembuangan sampah.

Berbagai cara sudah dilakukan oleh warga setempat agar tempat tersebut tidak dijadikan tempat pembuangan sampah, tapi tetap saja banyak orang tidak bertanggung-jawab membuang sampah.

Beberapa hari lalu, muncul sebuah papan bertuliskan “Tabe’, selain monyet & anjing dilarang buang sampah.’

Tentu saja kalimat ini sudah keterlaluan, tapi itu terjadi karena banyak orang yang juga sudah keterlaluan selalu membuang sampah di tempat itu. Selain merusak pemandangan, sampah-sampah tersebut juga menimbulkan bau tak sedap dan cukup menyiksa bagi orang yang melintas di jalan tersebut.

Tidak jelas siapa yang membuang sampah di daerah tersebut, apakah penduduk yang bermukim di sekitar tempat itu atau warga dari tempat yang jauh dan menyimpan sampah di pinggir jalan saat melintas.

Di kiri-kanan jalan ini masih didominasi tanah persawahan. Ada beberapa kompleks perumahan yang sudah terbangun, tetapi penghuninya belum banyak, bahkan ada satu kompleks perumahan yang sama sekali tidak ada penghuninya dan rumah-rumahnya umumnya sudah mengalami kerusakan.

“Mengganggu sekali pak, apalagi kalau pas arah angin bertiup ke rumah-rumah warga, aduh baunya sangat menyengat,” kata seorang ibu taua, salah seorang warga, kepada Pedoman Karya, beberapa waktu lalu.

Beberapa warga, katanya, sudah pernah mendapati bahwa orang yang membuang sampah tersebut umumnya berasal dari kompleks perumahan.

“Sudah beberapa kali didapati dan dilarang, bahkan ada yang diburu, tapi tetap saja banyak yang datang membuang sampah,” kata warga yang seorang ibu tua tersebut.

Mungkin karena sudah sangat jengkel, warga setempat akhirnya membuat tulisan besar di tepi jalan di tempat sampah-sampah sering dibuang oleh orang yang tidak bertanggungjawab, dengan kalimat, “Tabe’, selain monyet & anjing dilarang buang sampah.” (asnawin)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply