iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » Forum Rektor Bahas Era VUCA di Makassar


Pedoman Karya 10:58 PM 0


ERA VUCA. Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan mantan Gubernur Bank Indonesia, Miranda S Goelthom (tengah) tampil sebagai narasumber pada Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan Forum Rektor Indonesia (FRI) bekerjasama Bank Indonesia, di Ruang Senat Akademik Unhas, Lt. 2 Gedung Rektorat Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Jumat (24/01). (ist)




-------

Sabtu, 25 Januari 2020


Forum Rektor Bahas Era VUCA di Makassar


-         Miranda S Goelthom: Lebih Mengerikan dari Virus


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Sebanyak 150 dosen dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia, termasuk 32 rektor dan pimpinan perguruan tinggi, mengikuti Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Stabilitas Ekonomi Kawasan dalam Era VUCA” yang diadakan Forum Rektor Indonesia (FRI) bekerjasama Bank Indonesia, di Ruang Senat Akademik Unhas, Lt. 2 Gedung Rektorat Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Jumat (24/01).

Seminar yang dibuka secara resmi Ketua Forum Rektor Indonesia, Prof Yos Johan Utama, dihadiri Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia dari beberapa universitas di Indonesia, serta tamu undangan, termasuk .

Forum Rektor dalam seminar dan FGD ini menghadirkan dua pembicara utama yaitu Prof Miranda S Goelthom (Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, dan mantan Gubernur Bank Indonesia), dan Endang Kurnia Saputra SE MBA (Direktur, Grup Advisory Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Sulawesi Selatan).

Dalam sambutannya mengawali acara, Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wadah mendengarkan pendapat akademisi tentang stabilitas ekonomi Indonesia, secara khusus dalam menghadapi era VUCA.

VUCA merupakan singkatan dari Volatile (penuh gejolak), Uncertainty (ketidakpastian), Complexity (rumit), dan Ambiguity (serba kabur).

Terminologi ini mulai diperkenalkan pasca-perang dingin, ketika Uni Sovyet bubar, situasi dunia Barat yang kehilangan musuh tunggal dianggap berada dalam situasi VUCA.

“Tema ini sangat menarik untuk kita bahas. Era VUCA yang penuh ketidakpastian, dan sangat kompleks, memengaruhi segala aspek kehidupan. Melalui forum ini, kita berdiskusi untuk bagaimana bisa menghadapi era tersebut,” kata Dwia.

Dwia yang sudah dua periode menjabat Rektor Unhas, berharap forum diskusi tersebut bisa melahirkan gagasan sebagai bentuk kontribusi dari Forum Rektor Indonesia untuk Indonesia.

Ketua Forum Rektor Indonesia, Yos Johan Utama, dalam sambutannya saat membuka seminar, menceritakan secara singkat tentang perekonomian dunia saat perkembangan teknologi belum berkembang pesat seperti sekarang.

Kegiatan ini, katanya, sangat bermanfaat untuk mengetahui lebih jauh tentang era VUCA yang mungkin masih asing bagi beberapa kalangan.

“Isu VUCA sebenarnya sudah ada sejak lama, tapi baru beberapa tahun terakhir menjadi perbincangan hangat seiring dengan berkembangnya teknologi. Masih banyak yang belum mengetahui era VUCA itu seperti apa. Hal ini salah satunya dipicu oleh kurangnya literasi masyarakat,” tutur Yos Johan.

Lebih Mengerikan dari Virus

Miranda S Goelthom selaku pembicara mengatakan, istilah VUCA menjadi perbincangan hangat di era sekarang, sebab memengaruhi segala bidang kehidupan. Salah satunya stabilitas perekonomian dunia yang mengalami perubahan drastis.

“Hal ini diakibatkan peningkatan peran sektor keuangan dalam perekonomian dunia yang menggeser ciri pasar keuangan yang awalnya economic  shock absorber berubah menjadi shock amplifier,” kata Miranda.

Ketika teknologi informasi mengalami revolusi dan keadaan lingkungan yang ikut berubah terjadi secara bersamaan, menjadi pemicu dari keadaan yang penuh gejolak (Volatility), tidak pasti (Uncertainty), rumit (Complexity), dan serba kabur (Ambiguity).

“Kondisi ini tidak terlihat langsung, namun ini lebih mengerikan dari virus. Kita yang awalnya hidup secara konvensional secara signifikan mengalami gejolak dan ketidakpastian,” tambah kata Miranda.

Para peserta yang hadir sangat antusias mengikuti jalannya diskusi.  Berbagai pandangan disampaikan oleh para peserta yang didominasi oleh rektor dan pimpinan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.

Kegiatan yang dipandu oleh Dr HM Nasrullah Yusuf, (Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Lampung) sebagai moderator, berlangsung hingga pukul 16.30 Wita. (kiya)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply