Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » » » Takalar Miliki 58 Grup Elekton dan 200 Penyanyi Dangdut


Pedoman Karya 10:59 PM 0

Grup musik elekton di Takalar yang terdata hingga Desember 2020, yaitu sebanyak 58 grup, dan setiap grup mempekerjakan sekitar tiga sampai orang penyanyi dan pemusik. Dengan demikian, ada sekitar 200 orang berprofesi sebagai penyanyi dangdut dan bekerja pada 58 grup musik elekton di Kabupaten Takalar. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)


 

 

-------

Rabu, 09 Desember 2020

 

 

Takalar Miliki 58 Grup Elekton dan 200 Penyanyi Dangdut

 

 

-         Bergabung di Organisasi Seniman Musik Dandut (Semut) Celebes Nusantara

 

TAKALAR, (PEDOMAN KARYA). Grup musik elekton di Takalar yang terdata hingga Desember 2020, yaitu sebanyak 58 grup, dan setiap grup mempekerjakan sekitar tiga sampai orang penyanyi dan pemusik.

Dengan demikian, ada sekitar 200 orang berprofesi sebagai penyanyi dangdut dan bekerja pada 58 grup musik elekton di Kabupaten Takalar.

Para pengusaha musik elekton itu kemudian sepakat membentuk organisasi dengan menggunakan nama organisasi yang ada pada tingkat nasional, yakni Seniman Musik Dangdut disingkat Semut.

Khusus di Sulawesi Selatan, nama organisasinya diberi tambahan nama Celebes Nusantara, maka nama yang digunakan oleh para pengusaha dan seniman musik elekton di Takalar yaitu Semut Celebes Nusantara Kabupaten Takalar.

“Organisasi ini kami bentuk pada Februari 2020,” kata Ketua Semut Celebes Nusantara, Anwar Jalil Daeng Ngunjung, kepada Pedoman Karya, di Takalar, Sabtu, 05 Desember 2020.

Usaha musik elekton sempat mengalami masa jaya di Takalar dengan banyak orderan atau undangan manggung pada acara-acara pengantin dan acara lainnya, sehingga usaha musik elekton pun tumbuh bak cendawan di musim hujan.

Tidak tanggung-tanggung jumlahnya bahkan mencapai 58 grup dan itu hanya meliputi Kabupaten Takalar. Namun dalam perjalanannya kemudian, terjadi persaingan yang tidak sehat, terutama dari segi tarif satu kali manggung.

Tarif satu kali manggung menjadi sangat fluktuatif , karena dimainkan oleh pasar, apalagi dengan banyak pengusaha musik elekton yang kerap masuk ke Takalar, khususnya dari Makassar, Gowa, dan Jeneponto.

“Usaha musik elekton benar-benar mengalami masa jatuh bangun ketika itu, karena banyak grup musik elekton yang akhirnya tidak kebagian orderan. Akhirnya kami para pengusaha usik elekton saling berkomunikasi satu sama lain, dan kemudian disepakati bergabung dalam organisasi Semut Celebes Nusantara Kabupaten Takalar,” kata Daeng Ngunjung.

Setelah organisasi tersebut berdiri, maka persaingan antar-pengusaha musik elekton pun menjadi lebih sehat. Tarif manggung menjadi lebih stabil dan terkontrol, dan pengusaha musik elekton dari luar Takalar pun tidak bisa lagi seenaknya masuk ke Takalar untuk manggung tanpa koordinasi dengan organisasi Semut Celebs Nusantara Kabupaten Takalar.

“Kami bisa membantu warga Takalar dari segi tarif manggung musik elekton, dengan memberikan diskon atau potingan harga bila mereka menyewa grup musik elekton melalui organisasi Semut Celebes Nusantara Kabupaten Takalar,” kata Daeng Ngunjung.   

Jika selama ini misalnya tarif normal Rp8 juta, satu kali manggung, maka tarifnya bisa turun menjadi Rp6 juta, jika dikomunikasikan melalui organisasi Semut Celebes Nusantara.

Di saat kondisi sudah mulai stabil, kata Daeng Ngunjung, tiba-tiba terjadi penyebaran virus corona atau Covid-19, yang berbuntut pada tidak dizinkannya masyarakat mengadakan acara-acara pesta perkawinan, dan acara-acara lainnya yang melibatkan banyak orang.

Selama masa pandemi Covid-19, nyaris tidak ada sama sekali orderan manggung, sehingga usaha musik elekton di Takalar pun mengalami mati suri. Kini kondisi sudah semakin membaik dengan semakin sedikitnya kasus Covid-19.

“Kami berharap kepada pemerintah, utamanya pihak kepolisian dalam kondisi pandemi Covid-19, diberikan kelonggaran dan tidak terlalu membatasi untuk melayani masyrakat dalam menggunakan elekton pada hajatannya. Juga agar tidak terlalu ketat dan kalau boleh jangan dilarang. Kami berharap dukungan kepada para seniman, karena kami para seniman tidak pernah menyusahkan pemerintah. Kami berusaha dengan modal seadanya, tolong dibantu dengan memberikan kelonggaran,” tutur Daeng Ngunjung. (Hasdar Sikki)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply