Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » » Andi Utta: Saya Tidak Mau Dibully Soal Banjir di Bulukumba


Asnawin Aminuddin 8:16 PM 0

Pemkab Bulukumba serius menangani permasalahan banjir yang setiap tahun melanda beberapa titik di kota Bulukumba. Bupati Muchtar Ali Yusuf berharap perangkat daerah yang terkait agar melakukan antisipasi dini sehingga tidak ada lagi banjir di setiap musim hujan. (Dokumen Foto: Asruddin Aminuddin)
 





-------------

Kamis, 04 Maret 2021

 

 

Andi Utta: Saya Tidak Mau Dibully Soal Banjir di Bulukumba

 

 

-         Tim Pengendali Banjir Dikoordinir Kadis PSDA

-         Tim Kebersihan Terpadu Dikoordinir Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan

 

BULUKUMBA, (PEDOMAN KARYA). Pemkab Bulukumba serius menangani permasalahan banjir yang setiap tahun melanda beberapa titik di kota Bulukumba. Bupati Muchtar Ali Yusuf berharap perangkat daerah yang terkait agar melakukan antisipasi dini sehingga tidak ada lagi banjir di setiap musim hujan.

“Jangan permalukan saya. Saya tidak mau dibully soal banjir di Bulukumba,” tegas Andi Utta, sapaan akrab Muchtar Ali Yusuf, pada rapat yang digelar di Kantor Bupati Bulukumba, Selasa, 02 Maret 2021.

Karena itulah ia meminta mulai sekarang pihak terkait segera bergerak mengecek dan menganalisis secara detail permasalahan setiap titik banjir di kota Bulukumba.

“Sampaikan apa permasalahannya, baru kita atasi bersama. Kalau dibutuhkan alat berat, nanti saya bantu,” kata Andi Utta.

Dalam menangani banjir, katanya, diperlukan koordinasi dan kerjasama lintas sektor, misalnya dari PSDA, Dinas Perumahan Permukiman, serta Badan Penanggulangan Bencana.

“Tidak bisa hanya satu unit kerja saja. Sekarang bentuk tim kecil pengendali banjir dari beberapa instansi. Saatnya bekerja, lalu kita evaluasi setiap 10 hari,” kata Andi Utta.

Rapat tersebut juga membahas persoalan kebersihan, baik di kota Bulukumba maupun yang ada di kecamatan.

Wakil Bupati, Andi Edy Manaf mengungkapkan jika kondisi kota Bulukumba di beberapa tempat masih ditemukan kondisi kurang bersih bahkan terkesan kotor.

“Kalau saya jalan pagi, saya masih menemukan tahi sapi, apalagi jalanan di belakang Pasar Cekkeng banyak tahi sapi di sana,” ungkap Edy.

Dia mengatakan, permasalahan kebersihan memang juga menjadi fokus perhatian era pemerintahan “Harapan Baru” Andi Utta – Edy Manaf, termasuk kebersihan di pasar-pasar.

Edy Manaf yang mantan Anggota DPRD Sulsel dari Partai Amanat Nasional (PAN) mengaku akan mengawal terus persoalan kebersihan ini sampai kondisinya semakin baik.

“Kita akan kawal kebersihan ini, jangan hanya panas di awal atau panas tahi ayam, lalu setelah itu dilupakanmi,” kata Edy yang beberapa waktu lalu terpilih kembali sebagai Ketua PAN Bulukumba.

Dalam penanganan kebersihan, lanjutnya, dibutuhkan kerjasama lintas sektor, juga dibutuhkan penyadaran kepada masyarakat agar menciptakan kehidupan atau lingkungan yang bersih.

Dalam rapat yang dipimpin langsung Andi Utta tersebut, diputuskan membentuk Tim Pengendali Banjir yang dikoordinir oleh Kepala Dinas PSDA, serta Tim Kebersihan Terpadu yang dikoordinir oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (dar)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply