Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » » Ibu-ibu di Makassar Baca Puisi dan Bercerita pada Hari Sumpah Pemuda


Asnawin Aminuddin 5:48 AM 0

PENTAS SENI. Sejumlah ibu-ibu yang tergabung dalam anggota Bunda Pustaka SD Negeri Borong, Makassar, foto bersama Kepala UPT SPF SDN Borong, Dra Hj Hendriati Sabir MPd, penulis buku dan penggiat literasi, Rusdin Tompo, Rosita Desriany dari Komunitas Puisi (KoPi) Makassar, Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, Heri Rusmana, serta beberapa lainnya pada acara Pentas Seni dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda ke-93, di Science Center Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan, Jl Sultan Alauddin, Kamis, 28 Oktober 2021. (ist)


 -------

Rabu, 03 November 2021

 

 

Ibu-ibu di Makassar Baca Puisi dan Bercerita pada Hari Sumpah Pemuda

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Sejumlah ibu-ibu yang tergabung dalam anggota Bunda Pustaka SD Negeri Borong, Makassar, membaca pusi dan bercerita pada acara Pentas Seni dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda ke-93, di Science Center Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan, Jl Sultan Alauddin, Kamis, 28 Oktober 2021.

Acara yang menampilkan ragam literasi oleh anak-anak dan ibu-ibu itu, merupakan kerjasama Bunda Pustaka, Perpustakaan Gerbang Ilmu SDN Borong dengan Perpustakaan Ibu dan Anak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel.

Acara Pentas Seni ini diisi dengan pembacaan puisi dan teaterikal “Ayo Teman Kita Bermain” karya Rusdin Tompo, dibacakan Andi Huga dan Fatimah Azzahra, serta sanja Mangkasara berjudul “Pappasang Kuntutojeng” (Pesan-pesan Kebajikan) karya Syahrir Rani Patakaki, dibacakan oleh Nur Lela (Bunda Asyraf) dan Hariyana (Bunda Zildjian).

Ada juga lagu mars “Pelajar Pancasila” oleh Aisyah dan Asma Nadia, serta bercerita oleh Bunda Rahmat. Tampil pula vokal grup oleh Bunda Pustaka yang menyanyikan lagu “Gebyar-gebyar” dan “Sulawesi Pa'rasanganta.”

Kepala UPT SPF SDN Borong, Dra Hj Hendriati Sabir MPd, mengatakan, ke depan,  kegiatan-kegiatan seperti ini akan jadi syiar bagi kegiatan perpustakaan dan peningkatan budaya membaca.

Dia mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel terhadap kegiatan-kegiatan SDN Borong.

Sebagai sekolah yang sudah mengikuti akreditasi perpustakaan, dia berharap, Perpustakaan Gerbang Ilmu SDN Borong nanti mendapat nilai sesuai harapan. Karena perpustakaannya bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi, dan bisa diakses secara online atau sudah berbasis digital.

 

Sekolah Penggerak

 

Kepala sekolah yang akrab disapa Bu Indri itu, mengaku bangga dengan kontribusi yang diberikan Bunda Pustaka. Karena ikut menjadikan SDN Borong menjadi Sekolah Penggerak.

Sebagai Sekolah Penggerak, SDN Borong mesti punya ciri dan karakter yang terlihat pada keseharian murid-muridnya. Misalnya, sopan santun yang berakar pada budaya lokal kita sebagai profil Pelajar Pancasila.

Dia salut kepada Bunda Pustaka, walau kebanyakan dari mereka merupakan ibu-ibu rumah tangga, tapi setelah diberi ruang untuk berekspresi, ternyata mereka mampu menunjukkan potensi dirinya dengan penuh semangat.

Dia berharap, dukungan dan kerjasama dengan Bunda Pustaka berlanjut untuk terus mengawal SDN Borong agar lebih baik lagi ke depan.

Ketua Bunda Pustaka, Dian Friani, juga mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah yang sudah memberikan kesempatan bagi ibu-ibu berkreasi dan berpartisipasi. 

Kepala Pepustakaan Gerbang Ilmu SDN Borong, Saparuddin Numa, mengatakan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda ini akan semakin memperkuat persaudaraan di antara kita tanpa melihat perbedaan.

 

Menggerakkan Perpustakaan

 

Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, Heri Rusmana, dalam sambutannya mengatakan, memang harus ada yang menggerakkan perpustakaan.

“Perpustakaan tidak bisa hanya mengandalkan koleksi, sarana dan prasara serta SDM, tapi juga butuh dukungan para penggiat literasi, termasuk publikasi, baik melalui media massa maupun media social,” kata Heri.

Dia mengatakan, fungsi perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku tapi juga untuk pengembangan kebudayaan

Kepala UPT Layanan Perpustakaan, Abdul Hadi, memberikan dukungan kepada acara ini, dengan memberikan masukan kepada Bunda Pustaka.

Sebelum acara, anak-anak dan orangtua mencoba fasilitas ruang sains yang merupakan sumbangan dari Kemenristekdikti.

Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, Desi Selviana, menjelaskan cara menggunakan alat peraga yang ada, seperti Tebak Tanggal Lahir, Energi dan Daya menggunakan tenaga bayu, Bola Listrik, Baterai Tangan, Harpa Tanpa Dawai yang menggunakan sinar laser, Katrol, Menurun ke Atas, dan Halilintar.

Bunda Awang sebagai MC memandu acara yang dihadiri staf dan pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, penulis buku dan penggiat literasi, Rusdin Tompo, founder Komunitas Anak Pelangi (K-Apel), Rahman Rumaday, dan Rosita Desriany dari Komunitas Puisi (KoPi) Makassar.

Rosita Desriany membacakan puisi “Ibu” karya Zawawi Imron, sebagai kado buat Hj Hendriati Sabir yang berulang tahun. (tom)

 

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply