Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » » » » Reuni PPSP Makassar Alumni 75 di Barru, Merangkai Kisah Lama


Pedoman Karya 4:09 PM 0

REUNI. Bupati Barru, Suardy Saleh, foto bersama sejumlah teman lamanya sesama alumni PPSP Makassar Angkatan 1975, di Rumah Jabatan Bupati Barru, sebelum bertolak ke Pantai Ujung Batu Barru, Ahad, 05 Desember 2021. (Foto: Ardhy Basir)
 





------ 

Rabu, 08 Desember 2021

 

 

Reuni PPSP Makassar Alumni 75 di Barru, Merangkai Kisah Lama

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Perjalanan dengan bus dari Makassar ke Kabupaten Barru menghabiskan waktu sekitar 3 jam. Tiga jam waktu yang cukup lama jika hanya duduk sendiri atau berdua dalam bus tanpa teman. Sekalipun bus penuh sesak dengan penumpang lain.

Bus belum bertolak, celoteh teman-teman sudah mulai riuh, ada yang menyayangkan kenapa si A tidak ikut. Ada pula yang bercerita kedapatan nyontek atau killernya guru Calculus. Cerita teman-teman alumni SMA Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) Makassar Angkatan 1975, tak ada habisnya sejak berangkat ke Barru hingga kembali ke Makassar.

Kita mungkin sudah tidak asing dengan istilah reuni sekolah. Reuni sekolah adalah satu di antara acara sekolah yang paling diminati dan ditunggu-tunggu. Kegiatan menjadi tolak ukur di mana sebuah memori kenangan sewaktu masih duduk di bangku sekolah, kini menjadi erat kembali dengan adanya acara reuni.

Reuni mempersatukan teman yang “berserakan”, yang sejak tamat, belum pernah ketemu. Seperti sekarang ini, mungkin setelah berpisah 46 tahun, baru sekarang bertemu.

Hal ini diungkapkan Bupati Barru, Suardy Saleh, yang juga Alumni 75 dari Sekolah PPSP Makassar, dalam acara reuni di Pantai Ujung Batu, Barru, Ahad, 05 Desember 2021.

Menurutnya, tema reuni sangat tepat, “Merangkai Kisah, Menjalin Silaturrahim dan Siapa Tau Masih Ada Kisah yang Belum Selesai.”

 

Lappa Laona

 

Suardy di hadapan peserta reuni, berjanji, jika tahun depan Barru masih jadi tempat pelaksanaan reuni, lokasi yang akan dipilih bukan lagi Pantai Ujung Batu, tapi Lappa Laona.

“Jika di Toraja ada Negeri di Atas Awan, maka di Barru ada Negeri di Tengah Awan,” kata Suardy sambil tersenyum.

Lappa Laona adalah tempat wisata yang terletak di Dusun Waruwue, Desa Harapan, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru.

Lappa Laona Barru merupakan sebuah destinasi alam dengan hamparan rumput yang eksotik, bukit yang menjulang hingga 1000 mdpl. Tak heran jika objek wisata itu kini ramai dikunjungi wisatawan asing.

Suardy mengungkapkan kebahagiannya didatangi teman semasa sekolah dulu dengan melantunkan sebuah lagu Ebiet G Ade yang bertajuk “Masih Ada Waktu.”

Ketua Alumni 75, Prof Rasmidar Samad, dalam sambutan singkatnya mengucapkan terima kasih dengan kehadiran teman-teman peserta reuni, yang bahkan ada dari Pulau Jawa.

“Jujur, sempat ragu apa bisa terlaksana, karena jumlah yang mendaftar sangat sedikit, tapi jelang keberangkatan ke Barru jumlahnya terus bertambah,” ungkap Idar, panggilan akrab Rasmidar.

Panitia kecil yang terdiri dari Hanizah Ibrahim, Prof Bungadara Amin, dan saya sendiri, Ardhy M Basir, pun ikut bicara di atas panggung. Kami bertiga menyampaikan terima kasih atas peran serta teman-teman sehingga reuni Pantai Indah Bosowa Makassar dan Pantai Ujung Batu, dapat terlaksana.

Dan tidak lupa ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Bupati Barru, Suardy Saleh, dan Kadis Kesehatan Barru, Hamis, serta jajarannya, sehingga acara reuni Alumni SMA PPSP Makassar Angkatan 1975 di Barru sukses terlaksana. (Ardhy Basir)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply