Akademisi Bahagia Siluman

_Santai saja bro, sebelum mautmu berkuburan_kita sama-sama hamba Tuhan, tidak perlu memonopoli kehidupan dengan cara cara diharamkan Tuhan, berpoleskan jubah agama tetapi di sisi lain, menggunakan ilmu yang tidak sesuai pesan agama dan juga sangat dibenci oleh Tuhan.__





------ 

PEDOMAN KARYA

Rabu, 09 Februari 2022

 

 

Akademisi Bahagia Siluman

 

 

Oleh: Maman A Majid Binfas

(Akademisi, Penyair)

 

Dulu, ada istilah menjadi lelucon di kedai kopi atau lagi kumpul-kupul dengan teman saat liburan. Saat ini berdiksi, “mencari yang haram apalagi yang halal sangat sulit, begitu juga sebaliknya.”

Tidak mengherankan, manakala mereka mencari sesuatu dengan segala cara, baik secara terang-terangan diridhai Tuhan, maupun berbentuk ilmu hitaman siluman dalam gelap gulita sekalipun.

Ada mencari mengais diksi dengan segala cara atas nama prediksi diilmialisasi, tiada lain demi uang

Ada menggarap sawah, ladang dan kebun juga berburu apapun di hutan belantara berhingga bertambangan, demi uang__

Ada memainkan bisikan kalbu berdoa, dan berzikir, dan tidak sedikit pula yang membuhulkan bisikan kalbu, baik berupa bisikan syair agama, maupun mantra pertapaan keiblisan, demi nafsu keuangan juga yang lain.

Ada memainkan musikalisasi juga retorika polikalisasi demi kuasa dan uang, sekalipun dengan cara mediasi silumanisasi__

Ada memainkan retorika pengamat komat kamitin, dan juga menjadi paranormol sekalipun kurang waras normalisasi dari kegelapan siluman, sekedar sensasi, demi uang pula___

Tidak sedikit yang demikian, tak terkecuali yang berkadar akademisi;_ mulai dari tak sekolahan pun berhingga profesor berlabiadental akademisasi keilmuan, __padahal juga demi kuasa, keluarga, dan uang,_  apalagi yang lain.

Semua itu, boleh terjadi karena ingin berlebih dengan orang yang lain, dan mau merasa bahagia, berdasarkan ukuran kepuasan nafsu duniawi semata, di samping dorongan naluri ingin dikata dan dipuji saja.

Terus merasa bangga dan bahagia, padahal belum tentu demikian pesan Tuhan, dan apapun agama tidak menganjurkan demikian untuk mengais rasa kebahagiaan.

 

Kehaqikian Rasa Bahagia

 

Kebahagiaan yang haqiki dan berdimensi dunia hingga berakhirat surgawi,

___ Adalah, berupaya maksimal membagi rasa bahagia kepada sesama mahluk Tuhan_

__ minimal berdasarkan kadar kemampuan masing masing yang diridhai Ilahi__

__ bukan mendzalimi karena berdasarkan rasa arogansi iri berdaki dengki__

 

Lalu, melumatin dengan cara cara siluman yang telah dikutukin Tuhan.

Semoga kita, tidak menjadi bagian dari yang dibantai oleh dunia, dan menyesalinya di kemudian menanti_Jahanam🔥karena terlalu berlebihan memburuinya,_ bahkan mendzami sesama tanpa perduli, sekalipun, melebihi keiblisan itu sendiri__

Lalu, melumuri diri dengan bangkai dunia hitam yang dikutuk oleh Tuhanmu___

_Santai saja bro, sebelum mautmu berkuburan_kita sama-sama hamba Tuhan tidak perlu memonopoli kehidupan dengan cara cara diharamkab Tuhan, berpoleskan jubah agama_

tetapi di sisi lain menggunakan ilmu yang tidak sesuai pesan agama dan juga sangat dibenci oleh Tuhan._ eloknya, sebelum maut bersalaman, dan agar tidak tersesakin di kuburan, maka meruqiyah diri sebelum sesalan kemudian.

 

Ruqiyah Diri Dunia Hitam

 

Eloknya, bung jangan pula mati_matian mempertahankan arogan jabatan duniawi__

Lalu, melumuri diri dengan bangkai dunia hitam yang telah dikutuk oleh Tuhanmu___

_Santai saja bro, sebelum mautmu berkuburan_kita sama-sama hamba Tuhan, tidak perlu memonopoli kehidupan dengan cara cara diharamkan Tuhan, berpoleskan jubah agama tetapi di sisi lain, menggunakan ilmu yang tidak sesuai pesan agama dan juga sangat dibenci oleh Tuhan.__

Bagi saya, silakan lakukan dengan cemerlang amanah diembanmu: tentu saling membahagiakan tanpa saling menyerang, karena ketakutan berlebihan pada banyangan aroganmu sendiri _nan berbuhul-buhulan itu_ justeru jadi beban batinmu__

Insya Allah,  kalian amanah, maka kami pun akan mendungkung dan ada dibelakangmu__penuh suka cita  

Anda mau jadi Presiden silakan

__ Mau jadi Jenderal bintang berapa silakan

__ Mau jadi Menteri silakan

_dan apalagi kalau hanya jadi rektor berderetan jadi pembantu, silakan, __tentu mesti diingat, dimensinya mencerahkan _

 

Atau mau jadi apa saja, silakan

terpenting jangan pula bersekutu, dengan apa yang dibenci oleh Tuhan__ justeru akan merugikan dirimu

Ruqyah diri sendiri itu lebih aman, tentu lebih berharga dri daripada membesarkan api buhulan hitamu___

dan itu justeru berdampak merugikan yang akan membawa petaka bagi diri dan juga bagi keluargamu___

Ruqiyqh diri sendiri dari dunia hitam, menjadi pilihan tepat agar bisa bersalaman dengan nurani Bertuhan.

*

Maka, sungguh sangat baiknya, kita jujurlah berbicara dan berperilaku yang serasi dengan diksi dari dasar jiwamu__ jangan dimanipulasi agar dapat dipercaya, dan diyakini kebenarannya__agar tidak menjadi bagian dari, dan berbahagia rasa siluman.


-----

Baca juga:

Doa Berjiwa Diamku 

Momokan Menghabisi Vaksinasi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama