Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » » Eksportir Jagung dan Porang Berbagi Ilmu dalam Raker Ponpes Darul Fallaah Unismuh di Bissoloro Gowa


Pedoman Karya 11:19 PM 0

EKSPORTIR JAGUNG DAN PORANG Ir H Iqbal Rasyid Dg Situru (kanan) menerima piagam penghargaan dari Direktur Ponpes Darul Fallaah, Dr Dahlan Lama Bawa, pada Rapat Kerja (Raker) Pondok esantren Darul Fallaah Unismuh Makassar, di Kampus Ponpes Darul Fallaah, Bissoloro, Gowa, Ahad, 03 Juli 2022. (ist)




Selasa, 05 Juli 2022

 

 

Eksportir Jagung dan Porang Berbagi Ilmu dalam Raker Ponpes Darul Fallaah Unismuh di Bissoloro Gowa

 


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Eksportir jagung dan porang asal Kabupaten Takalar, Ir H Iqbal Rasyid Dg Situru, berbagi ilmu dan pengalaman dalam Rapat Kerja (Raker) Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar, di Kampus Ponpes Darul Fallaah, Bissoloro, Gowa, Ahad, 03 Juli 2022.

Iqbal Rasyid Dg Situru yang juga Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Takalar dalam pemaparannya, membuat identifikasi potensi tanaman horti yang cocok dengan struktur lahan dan karakter cuaca di dataran tinggi 6500 mdpl, yakni jagung, padi, tomat, lombok, pepaya jenis california, marica, kangkung, mentimun, jahe, porang, pisang, sukun, dan lain-lain, tapi manga tidak cocok karena curah hujan di Bissoloro cukup tinggi.

“Mangga saya tidak rekomendasikan, dan jenis tanaman horti akan kita analisis lebih lanjut untuk memilih jenis tanaman yang tidak rawan hama. Setelah ada kesepakatan dengan Rektor Unismuh tentang berapa luas lahan yang disepakati untuk dikelola, barulah kita mulai dengan luas 5-10 hektar,” kata Iqbal.

Raker Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar Tahun Ajaran 2022/2023, dengan tema: Menakar Potensi dan Hasil Produksi Lahan 75 ha”, dibuka oleh Wakil Rektor IV Unismuh KH Mawardi Pewangi, diikuti 40 orang peserta, terdiri dari unsur  Direktur  bersama jajarannya, Komite Pondok, Kepala Desa Bissoloro, Dewan Guru dan Staf,.

Turut hadir untuk memberi pengajian Ketua Lembaga Pengembangan Pondok Pesantren (LP2M) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, KH Lukman Abdul Samad Lc, dan Kepala Desa Bissoloro yang diwakili Kasi Pemerintahan, Abdul Rahim Dg Nassa.

Wakil Rektor IV Unismuh KH Mawardi Pewangi, yang juga Wakil Ketua / Koordinator Dikdasmen Muhammadiyah Sulsel, dalam sambutannya mengutip sebuah kalimat, yakni “Kerjakan apa yang ditulis dan tulislah apa yang dikerjakan.”

“Kalimat singkat ini mengandung makna hendaknya membuat rencana program yang akan dikerjakan dan buatlah laporan pertanggungjawabannya secara tertulis,” kata Mawardi.

Ketua LP2M Muhammadiyah Sulsel, Lukman Abdul Samad, dalam pengajiannya memberikan pencerahan dengan kajian Surah Al-Mujadilah, ayat 11, antara lain bahwa, “Allah mengangkat orang-orang beriman dan berilmu pengetahuan itu karena mereka ihsan dalam beramal, mengabdikan ilmunya dengan penuh keteladanan, serta menjungjung tinggi akhlaqul karimah.

“Pesantern itu dipercaya masyarakat dan diangkat derajat oleh Allah karena memiliki tiga hal, yakni beriman, berlimu, dan berakhlak,” Lukman Abdul Samad yang sehari-hari Direktur Ma’had Al-Birr Unismuh Makassar.

Kepala Desa Bissoloro yang diwakili Kasi Pemerintahan, Abdul Rahim Dg Nassa, mengharapkan, agar pihak pondok terus melakukan pembinaan umat melalui khutbah Jum’at dan ceramah tarawih pada sembilan masjid yang ada di Desa Bissoloro.

“Pemerintah berharap agar Pak Direktur Ponpes Darul Fallaah bersama jajarannya mengaktifkan kembai kegiatan khutbah Jum’at rutin yang sempat terhenti karena Covid-19, dan pemerintah Desa Bissoloro akan terus mendukung pembinaan santri, di Pondok kami tidak mencampuri internal, namun ketika santri berada di masyarakat, maka itu tugas kami untuk membina,” tuturDg Nassa.

 

Analisis SWOT

 

Direktur Ponpes Darul Fallaah, Dr Dahlan Lama Bawa forum Raker tersebut, melakukan analisis SWOT dengan kelemahan mendasar adalah kekurangan sarana dan prasarana, terutama kekurangan ruang kelas belajar (RKB).

“Dalam LPJ Kepsek dan Kamad, disebutkan pondok pesantren kekurangan enam RKB, karena itu Bismillah kita mulai kelola lahan yang telah diserahkan oleh Pak Rektor sebagai solusi,” kata Dahlan.

Dahlan Lama Bawa yang juga Ketua Majelis Tabligh Muhammadiyah Sulsel  menjelaskan bahwa saat ini Proposal Program Pertanian Terpadu sedang berproses di Kementerian Pertanian RI. (win)


-----

Berita terkait:

Ponpes Darul Fallaah Unismuh Gowa Bangun Pusat Pelayanan Kesehatan

Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar Ingin Bangun Hotel Edukasi

Kembangkan Gerakan Jamaah Tani Santri, Ponpes Darul Fallaah Teken MoU dengan MPM Muhammadiyah Sulsel

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply