Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » Sesungguhnya Kami Hanya Berolok-olok


Pedoman Karya 6:36 PM 0

Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman.”

Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami bersama kalian. Sesungguhnya kami hanya berolok-olok.” (QS 2 / Al-Baqarah, ayat 14)


 


-----

PEDOMAN KARYA

Senin, 25 Juli 2022

 

 

Surah Al-Baqarah, Ayat 14:

 

 

Sesungguhnya Kami Hanya Berolok-olok

 

 

Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman.”

Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami bersama kalian. Sesungguhnya kami hanya berolok-olok.” (QS 2 / Al-Baqarah, ayat 14)


----

Ayat sebelumnya:

Merekalah Orang-orang Yang Bodoh


----

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

 

Orang-orang munafik tersebut apabila bertemu dengan kaum Mukminin mereka berkata: “Kami membenarkan agama Islam seperti kalian”, akan tetapi jika mereka berpaling dan pergi mendatangi para pemuka mereka yang kafir lagi membangkang terhadap Allah, mereka menegaskan di hadapan para tokoh itu bahwa mereka tetaplah di atas kekafiran yang dulu dan tidak meninggalkannya, sesungguhnya mereka sekadar mengolok-olok kaum mukminin dan mengejek mereka.

Referensi : https://tafsirweb.com/234-surat-al-baqarah-ayat-14.html


------

Tafsir:

Dan apabila mereka, orang-orang munafik, berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman seperti yang kalian yakini tentang kebenaran Rasul dan dakwahnya.”

Mereka menyatakan beriman secara lisan untuk melindungi diri dan meraih keuntungan material, tetapi apabila mereka kembali kepada teman-teman dan para pemimpin mereka yang menyerupai setan-setan dalam perilaku mereka yang selalu berbuat kerusakan dan kejahatan, mereka berkata, “Sesungguhnya kami tidak berubah dan tetap bersama kamu di satu jalan dan satu perbuatan, kami hanya berolok-olok ketika kami mengatakan beriman di hadapan orang-orang mukmin.”

Di antara sifat-sifat orang-orang munafik ialah bermuka dua. Jika mereka bertemu dengan orang-orang Islam mereka menyatakan ke-Islaman-nya, dengan demikian mereka memperoleh segala apa yang diperoleh kaum Muslimin pada umumnya.

Tapi bila berada di tengah teman-teman (setan-setan) mereka, mereka pun menjelaskan apa yang telah mereka lakukan itu sebenarnya hanyalah untuk memperdaya dan memperolok-olokkan kaum Muslimin. Itikad mereka tidak berubah, mereka tetap dalam agama mereka.

 

Kata “setan” berasal dari kata syatana artinya “jauh”. Setan berarti “yang amat jauh”. Orang-orang munafik itu dikatakan setan karena mereka amat jauh dari petunjuk Allah, jauh dari kebajikan dan kebaikan.

Setan itu mungkin berupa manusia atau jin, seperti tersebut dalam firman Allah SWT:

“Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. (QS 6 / Al-An’am, ayat 112)

 

https://kalam.sindonews.com/ayat/14/2/al-baqarah-ayat-14

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply