Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » Ingatlah Ketika Kami Menyelamatkan Kamu dari Fir’aun


Pedoman Karya 6:18 PM 0

wa iz najjainaakum min aali fir'auna yasuumuunakum suuu-al-'azaabi yuzabbihuuna abnaaa-akum wa yastahyuuna nisaaa-akum, wa fii zaalikum balaaa-um mir robbikum 'azhiim

“Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir'aun dan) pengikut-pengikut Fir'aun. Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 49) 



-----

PEDOMAN KARYA

Rabu, 14 Desember 2022

 

Surah Al-Baqarah, Ayat 49:

 

 

Ingatlah Ketika Kami Menyelamatkan Kamu dari Fir’aun

 

 

wa iz najjainaakum min aali fir'auna yasuumuunakum suuu-al-'azaabi yuzabbihuuna abnaaa-akum wa yastahyuuna nisaaa-akum, wa fii zaalikum balaaa-um mir robbikum 'azhiim

 

“Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir'aun dan) pengikut-pengikut Fir'aun. Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 49)

 

-----

Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

 

Dan ingatlah nikmat-nikmat kami kepada kalian ketika kami telah menyelamatkan kalian dari kekejaman Firaun dan para pengikutnya, mereka itu menimpakan atas kalian siksaan yang sangat kejam , mereka banyak menyembelih anak-anak laki-laki kalian dan membiarkan anak-anak perempuan kalian hidup untuk dijadikan sebagai pelayan dan bahan penistaan.

Dan dalam kejadian ini terdapat ujian bagi kalian dari Tuhan kalian. Dan pada penyelamatan kalian dari peristiwa tersebut merupakan kenikmatan besar yang mewajibkan kalian untuk bersyukur kepada Allah ta'ala pada tiap-tiap masa dan generasi kalian

 

-----

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

 

Dan ingatlah, wahai Bani Israil, tatkala Kami menyelamatkan kalian dari para pengikut Fir'aun yang telah menimpakan beragam siksaan kepada kalian. Mereka menyembelih anak-anak laki-laki kalian supaya kalian punah. Dan mereka membiarkan para wanita kalian hidup untuk menjadi pelayan mereka. Perbuatan mereka sangat merendahkan dan menistakan kalian. Di balik penyelamatan kalian dari kekejaman Fir'aun dan para pengikutnya terdapat ujian besar dari Rabb kalian, yaitu agar kalian mau bersyukur kepada-Nya.

 

-----

Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah

 

Allah mengingatkan keturunan Nabi Ya’qub tentang berbagai kenikmatan yang telah Allah berikan kepada mereka sebagaimana yang disebutkan dalam 13 ayat ke depan; yaitu ketika Allah menyelamatkan pendahulu mereka dari kezaliman Fir’aun dan bala tentaranya yang menyiksa mereka dengan azab yang sangat berat; mereka membunuh para lelaki dan membiarkan para wanita tetap hidup untuk mereka jadikan pembantu dan pekerja; dan dalam siksaan yang berat itu terdapat ujian besar dari Sang Pencipta Yang Maha Bijaksana.

 

-----

Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

 

49-54. Ini adalah awal dari penyebutan satu persatu nikmat-nikmatNya terhadap Bani Israil dengan suatu perincian. Allah berfirman, “dan ingatlah ketika kami menyelamatkan kamu dari fir’aun,”

Maksudnya dari fir’aun, pengikut-pengikutnya dan bala tentaranya, sedangkan sebelum itu “mereka menimpakan kepadamu,” maksudnya menyiksa Bani Israil dan menimpakan kepada mereka “siksaan yang seberat-beratnya,” yaitu siksaan paling keras dengan cara “mereka menyembelih anak-anak kamu yang laki-laki,” karena khawatir akan kebangkitan kalian, “dan membiarkan hidup anak-anak kamu yang perempuan.”

Maksudnya mereka tidak membunuhnya, maka kamu sekalian dalam kondisi antara terbunuh dan terhina dengan pekerjaan-pekerjaan yang berat, yaitu dibiarkan hidup karena suatu pemberian dan kesombongannya, dan inilah puncak dari keterhinaan.

Akhirnya Allah memberi karunia kepada mereka dengan keselamatan yang sempurna dan menenggelamkan musuh-musuh mereka sedang mereka melihat hal itu dengan nyata, agar hati mereka tentram. “dan pada yang demikian itu, ” yaitu pemberian keselamatan, ”ada ujian-ujian,” yaitu perbuatan baik “yang besar dari tuhanmu,” dimana hal yang seperti ini mengharuskan kalian untuk bersyukur dan mengerjakan perintah-perintahNya.

Kemudian Allah menyebutkan karuniaNya yang lain kepada mereka dengan janjiNya kepada nabi Musa selama empat puluh hari, untuk menurunkan bagi mereka Taurat yang termasuk suatu karunia yang besar dan kemaslahatan yang menyeluruh. Tapi mereka tidak bersabar sebelum masa janji tersebut selesai, hingga akhirnya mereka menyembah anak hewan setelah itu, yaitu setelah kepergian nabi Musa, ”dan kamu adalah orang-orang yang zhalim, ” kalian mengetahui kezhaliman kalian, dimana hujjah telah tegak atas kalian, maka itu merupakan kejahatan dan dosa yang paling besar.

lalu Allah memerintahkan kepada kalian untuk bertaubat lewat lisan nabiNya, Musa alaihissalam yaitu dengan cara sebagian kalian membunuh sebagian lainnya, hingga Allah memaafkan kalian oleh sebab itu, ”agar kamu bersyukur kepada Allah."

 

Referensi : https://tafsirweb.com/346-surat-al-baqarah-ayat-49.html


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply