Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » Memori Kopi Cinta


Pedoman Karya 10:43 PM 0

Kopi dinikmati dengan dunia nyata

bukan untuk menganyam ilusi berkesan khayalan__ atas aroma arogansi diperankan__

__ tetapi pencinta kopi butuh rasa persaudaraan dengan pesan cinta dalam tindakan nyata

bermata nurani__ guna berbagi kebahagiaan dengan logika lanyanan: _anda bahagia saya bangga!

 


-----

PEDOMAN KARYA

Sabtu, 31 Desember 2022

 

 

Memori Kopi Cinta

 

 

Oleh: Maman A. Majid Binfas

(Sastrawan, Akademisi, Budayawan)

 

Sekalipun kopi itu mesti disanggarai, tetapi jangan juga terlalu dihangusi__ tentu rasa dan aroma akan berlainan dan para pencinta kopi pun tidak mau menikmatinya__

Bahkan para penikmat, lebih baik pindah ke lain hati guna mencari warkop yang sepadan dengan kesan rasa tanpa perlu diwaspadai.

Memang pencinta kopi butuh kehangatan, apalagi saat musim hujan mengguyur tanpa bisa dikira dengan ramalan cuaca secanggih apapun digitalisasikan secara modernisasi.

Sekalipun, cafe didesain berbintang fatamorgana guna mencangkari langitan, namun manakala senyuman pelayanan terkesan disanggarai bah kopi terlalu berkehangusan, __tentu tidak akan berkesan dan tanpa bermakna pula.

Tentu, akan melukai rasa cinta kenikmatan kopinya, dan mesti memilih warkop jalanan, sekalipun kumuh tetapi dinikmati dengan suka cita. Dan aroma pelayanan pun seirama dengan rasa kopi tersuguhkan. Penuh kehangatan rasa persaudaraan tanpa disanggarai kehangusan pula, _ bah birokratisasi arogansi cafe bagai berbintang langitan, namun fatamorgana juga kumuh aroma kopinya.

 

Kopi dinikmati dengan dunia nyata

bukan untuk menganyam ilusi berkesan khayalan__ atas aroma arogansi diperankan__

__ tetapi pencinta kopi butuh rasa persaudaraan dengan pesan cinta dalam tindakan nyata

bermata nurani__ guna berbagi kebahagiaan dengan logika lanyanan: _anda bahagia saya bangga!

              

Goresan ini sambil menikmati kopi, di pinggir kolam ikan mungil teras rumah, __menjelang dua hari tahun baru, dan juga tentang memori kehadiran di dalam menjenguk bumi.   

Dulu, saat kuliah S1 di kampus Unismuh Makassar, bersama teman, baik senior maupun junior, sering minum kopi hangat di kedai koperasi sembari berbagi canda kebahagiaan__ hampa jarak satu sama lain.

Memori kenangan dalam kehangatan saling menghargai antara satu dengan yang lain, dan tetap enjoy menikmati kopi tanpa jarak berjangka dalam menyapa__ salam cinta.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply