Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita


GUBERNUR SULSEL. Terhitung sejak Pulau Sulawesi dibagi dua provinsi pada 1960, Sulawesi Selatan sudah memiliki delapan gubernur. Dari kiri ke kanan sesuai arah jarum jam, Achmad Lamo, logo Sulsel, Andi Oddang, Achmad Amiruddin, Syahrul Yasin Limpo, Tanri Lamo, HM Amin Syam, dan HZB Palaguna. (Kreasi foto: Asnawin Aminuddin)


GUBERNUR SULAWESI. Dari kiri ke kanan searah jarum jam, GSSJ Ratulangi, Bernard Wilhelm Lapian, Andi Pangerang Petta Rani, Raden Sudiro, rumah jabatan Gubernur Sulawesi di Makassar, dan Lanto Daeng Pasewang. (Kreasi foto: Asnawin Aminuddin)





-------
PEDOMAN KARYA
Rabu, 30 Desember 2015


Gubernur Sulawesi (van Celebes) dari Masa ke Masa


Oleh: Asnawin Aminuddin
(Wartawan)

Pulau Sulawesi (Soelawesi) awalnya berada dalam satu wilayah administratif provinsi, yaitu Provinsi Sulawesi. Seiring perubahan dan perkembangan zaman, Provinsi Sulawesi akhirnya “mekar” atau berkembang menjadi enam provinsi, yaitu Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara, Provinsi Sulawesi Barat, dan Provinsi Gorontalo.
Ketika masih berada di bawah satu wilayah administrasi, Provinsi Sulawesi yang ketika itu beribukota di Makassar, dipimpin oleh gubernur pertama Dr GSSJ Ratulangi.
Bentuk sistem pemerintahan provinsi ini merupakan perintis bagi perkembangan selanjutnya, hingga dapat melampaui masa-masa di saat Sulawesi berada dalam Negara Indonesia Timur (NIT) dan kemudian menjadi negara bagian dari negara federasi Republik Indonesia Serikat (RIS).
Saat RIS dibubarkan dan kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), status Sulawesi dipertegas kembali menjadi provinsi. Status Provinsi Sulawesi ini kemudian terus berlanjut sampai pada tahun 1960.

Gouverneur van Celebes

Jauh sebelumnya, penjajah Belanda telah membentuk pemerintahan kolonial di wilayah pulau Sulawesi di bawah kendali Gouverneur van Celebes atau Gubernur Sulawesi.
Berikut daftar Gubernur Sulawesi (Gouverneur van Celebes) pada masa penjajahan hingga 1941, sesuai artikel yang kami kutip dari Wikipedia.org.
(1) CA Kroesen (menjabat gubernur pada 1904), (2) HNA Swart (menjabat gubernur pada 1904-1908), (3) AJ Quarles de Quarles (menjabat gubernur pada 1908-1910), (4) WJ Coenen (menjabat gubernur pada 1910-1913), (5) Th AL Heijting (menjabat gubernur pada 1913-1915), (6) AJL Couvreur (menjabat gubernur pada 1915-1927), (7) LJJ Caron (menjabat gubernur pada 1927-1933), (8) JLM Swaab (menjabat gubernur pada 1933-1936), serta (9) CH ter Laag (menjabat gubernur pada 1936-1941).

Gubernur Sulawesi

Pada zaman pendudukan penjajah Jepang, pemerintahan di Sulawesi mengalami kekosongan. Tidak ada catatan resmi mengenai orang yang ditunjuk sebagai Gubernur Sulawesi oleh penjajah Jepang. Juga tidak ditemukan catatan lepas (bukan catatan resmi) mengenai Gubernur Sulawesi pada masa pendudukan penjajah Jepang, antara tahun 1942-1945.
Setelah Jepang takluk kepada pasukan sekutu di bawah komando Amerika Serikat pada Agustus 1945, Indonesia langsung memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Jepang takluk setelah tentara Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.
Presiden Soekarno kemudian mengangkat sejumlah menteri, kepala daerah (gubernur), dan residen (setingkat walikota atau bupati), termasuk Dr Ratulangi (Dr. G. S. S. J. Ratoe Langie), sebagai Gubernur Sulawesi (Goebernoer Soelawesi).
Dalam perjalanan pemerintahan, Pemerintah Pusat kemudian mengeluarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1950, yang menjadi dasar hukum berdirinya Provinsi Administratif Sulawesi.
Berikut daftar Gubernur Sulawesi dari masa ke masa dimulai dari Sam Ratulangi hingga Andi Pangerang Pettarani. Keseluruhannya ada lima gubernur, ditambah satu pejabat sementara yang sekarang disebut karetaker gubernur.
Gubernur Sulawesi yang pertama adalah Sam Ratulangi. Pria bernama lengkap Dr Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi, lahir di Tondano, Sulawesi Utara, pada 5 November 1890, dan meninggal dunia di Jakarta, pada 30 Juni 1949. 
Pahlawan Nasional dengan filsafat hidupnya yang terkenal: "Si tou timou tumou tou" (manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia), menjabat Gubernur Sulawesi pada 1945 hingga 30 Juni 1949.
Sam Ratulangi meninggal di Jakarta dalam kedudukan sebagai tawanan musuh, tetapi dimakamkan di Tondano, tanah kelahirannya. Namanya diabadikan dalam nama bandar udara di Manado yaitu Bandara Sam Ratulangi, dan juga diabadikan dalam nama perguruan tinggi di Sulawesi Utara yaitu Universitas Sam Ratulangi.
Gubernur Sulawesi yang kedua yang Bernard Wilhelm Lapian. Pria kelahiran Kawangkoan, Sulawesi Utara, pada 30 Juni 1892, meninggal dunia di Jakarta, pada 5 April 1977, dalam usia 84 tahun.
Pejuang nasionalis sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda, pendudukan Jepang, hingga zaman kemerdekaan, menjabat Gubernur Sulawesi pada 17 Agustus 1950, hingga 1 Juli 1951.
Gubernur Sulawesi yang ketiga yaitu Raden Sudiro. Pria kelahiran Yogyakarta, 24 April 1911, dan meninggal dunia pada 1992, hanya dua tahun menjabat Gubernur Sulawesi, yaitu pada 1 Juli 1951, hingga 9 November 1953.
Raden Sudiro hanya sekitar dua tahun menjabat Gubernur Sulawesi, karena pemerintah pusat mengangkatnya menjadi Walikota Jakarta (jabatan setara dengan gubernur pada saat itu) untuk periode 1953–1960.
Untuk mengisi kekosongan pemerintahan di Sulawesi, pemerintah pusat mengangkat Andi Burhanuddin sebagai pejabat sementara Gubernur Sulawesi pada 1953, sebelum mengangkat Lanto Daeng Pasewang sebagai gubernur tetap.
Gubernur Sulawesi yang keempat adalah Lanto Daeng Pasewang. Pria asal jeneponto yang terlibat dalam berbagai gerakan perlawanan melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan dan juga dalam memertahankan kemerdekaan Indonesia, menjabat gubernur pada 1953 hingga 1956.
Atas jasa-jasanya dan jabatan yang pernah diembannya sebagai Gubernur Sulawesi, nama Lanto Daeng Pasewang kemudian banyak diabadikan sebagai nama jalan di Sulawesi Selatan, dan juga diabadikan sebagai nama rumah sakit umum daerah di Jeneponto.
Gubernur Sulawesi yang kelima yaitu Andi Pangerang Petta Rani. Pria kelahiran Gowa, tahun 1903, dan meninggal dunia pada 1975, adalah anak dari Pahlawan Nasional Andi Mappanyukki yang pernah menjabat Raja Bone.
Andi Pangerang Petta Rani yang bersama Dr Sam Ratulangi dan Andi Sulthan Daeng Radja mewakili Sulawesi menghadiri Rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) di Jakarta pada 1945, menjabat Gubernur Sulawesi pada 1956 hingga 1960. 

------
Sumber referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Gubernur_Sulawesi
https://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia
https://id.wikipedia.org/wiki/Sam_Ratulangi
https://id.wikipedia.org/wiki/B.W._Lapian
https://id.wikipedia.org/wiki/Sudiro
https://id.wikipedia.org/wiki/Andi_Mappanyukki
http://koranmakassaronline.com/v2/andi-pangerang-pettarani-sang-gubernur-sulawesi-yang-merakyat/





ILUSTRASI METRO KAPSUL. Untuk mengurai kemacetan yang kian parah di Kota Makassar, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berencana mengoperasikan angkutan umum metro kapsul yang dilengkapi fasilitas internet gratis (wifi) pada 2016. Ukuran metro kapsul tersebut kurang lebih sama besarnya dengan angkutan kota pete’-pete’ dengan kapasitas tempat duduk tujuh hingga sepuuh seat (kursi). (ist)




-------
Rabu, 30 Desember 2015


Urai Kemacetan, Pemkot Makassar Operasikan Metro Kapsul

·        Dilengkapi Fasilitas Internet Gratis


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Untuk mengurai kemacetan yang kian parah di Kota Makassar, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berencana mengoperasikan angkutan umum metro kapsul yang dilengkapi fasilitas internet gratis (wifi) pada 2016.
Ukuran metro kapsul tersebut kurang lebih sama besarnya dengan angkutan kota pete’-pete’ dengan kapasitas tempat duduk tujuh hingga sepuuh seat (kursi). Dengan keberadaan metro kapsul tersebut, maka masyarakat yang selama ini lebih senang berkendara sepeda motor, akan beralih ke metro kapsul.
“Yang banyak membuat arus lalu lintas macet selama ini itu ‘kan terutama para pengendara sepeda motor,” kata Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, pada acara Refleksi Akhir Tahun Pemerintah Kota Makassar 2015, di Hotel Sahid Makassar, Selasa, 29 Desember 2015.
Dhanny Pomanto–sapaan akrab Walikota Makassar–menjamin bahwa tarif angkutan umum metro kapsul tersebut sangat terjangkau oleh masyarakat umum, termasuk mahasiswa.
“Tarifnya sangat terjangkau, tetapi kami akan menggunakan sistem one day one ticket (satu tiket berlaku untuk satu hari). Di dalam metro kapsul itu nantinya, para penumpang dapat bermain internet gratis,” katanya.
Dengan menggunakan sistem one day one ticket, lanjutnya, maka sopir metro kapsul tidak akan menerima bayaran uang, melainkan hanya menerima tiket atau karcis yang telah dibeli sebelumnya oleh para calon penumpang.
Jalur metro kapsul akan ditentukan kemudian, dengan catatan, sopir tidak akan tinggal berlama-lama untuk menunggu penumpang, tetapi mereka akan terus-menerus bergerak sesuai jam atau waktu yang telah ditentukan.
“Kami akan lakukan tender dalam satu dua bulan ke depan,” kata Dhanny. (as)


ASAH KERIS. Ibarat keris, pengetahuan dan pengalaman sebagai Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD harus terus-menerus diasah, agar selalu tajam dalam menghadapi berbagai macam tantangan dan rintangan yang dihadapi dalam menjalankan tugas. Dengan keris yang tajam itulah, Abdul Kadir Marsali mampu melewati delapan tahun dan delapan bulan tugas sebagai Sekwan DPRD Sulsel.


BEBAS PUNGUTAN. Pemerintah Kota Makassar bukan hanya melaksanakan pendidikan gratis, melainkan sudah menerapkan pendidikan bebas pungutan. Uang Komite dihapuskan dan tidak ada lagi pungutan yang dibebankan kepada para siswa. (Foto: Asnawin Aminuddin)


WALIKOTA Makasar Mohammad Ramdhan Pomanto memaparkan hasil-hasil pembangunan dalam satu tahun tujuh bulan pemerintahannya, pada acara Refleksi Akhir Tahun Pemerintah Kota Makassar 2015, di Hotel Sahid Makassar, Selasa, 29 Desember 2015. (Foto: Asnawin Aminuddin)


MUSYWIL. Aisyiyah Sulsel melaksanakan musyawarah wilayah ke-39 di Kota Palopo, 24-26 Desember 2015. Pada periode 2010-2015, di bawah kepemimpinan Nurhayati Azi, sebagai ketua, dan Hidayah Quraisy sebagai sekretaris, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Selatan telah memiliki 23 Pimpinan Daerah, 191 Pimpinan Cabang, dan 644 Pimpinan Ranting. (Foto: Kasri Riswadi)


Sebagai organisasi perempuan Islam berkemajuan, Aisyiyah harus selalu hadir dalam menjawab fenomena sosial, terutama diskriminasi terhadap perempuan. Aisyiyah sudah terlanjur besar, sehingga salah satu organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah ini harus menerima tantangan kemanusiaan.

-- Nurhayati Azis --
(Ketua Aisyiyah Sulsel)


TERPILIH KEMBALI. Ketua Aisyiyah Sulsel, Nurhayati Azis (kiri), duduk berdampingan dengan Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini, pada pembukaan Musywil ke-39 Muhammadiyah & Aisyiyah Sulsel, di Lapangan Pancasila, Kota Palopo, Kamis, 24 Desember 2015. Nurhayati terpilih kembali sebagai Ketua Aisyiyah Sulsel (masa bakti 2015-2020). (Foto: Asnawin Aminuddin)


Di Sulawesi Selatan, Muhammadiyah masuk pada 1926 sebagai cabang (Pimpinan Cabang, dengan istilah Grup Muhammadiyah Makassar) dan berdiri sebagai wilayah (Pimpinan Wilayah, dengan sebutan Konsul Muhammadiyah Selebes Selatan) pada 1931. Hingga pelaksanaan Musyawarah Wilayah ke-39, di Kota Palopo, 24-26 Desember 2015), Muhammadiyah Sulsel telah memiliki 14 ketua. Ketua pertama KH Abdullah, dan ketua ke-14 Prof Ambo Asse. (Kreasi foto: Asnawin Aminuddin)


Muhammadiyah Sulsel mencatat sejarah baru dengan tampilnya Prof Ambo Asse (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Alauddin Makassar) sebagai ketua (masa bakti 2015-2020) pada Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-39 Muhammadiyah Sulsel, di Kampus STIE Muhammadiyah Palopo, 24-26 Desember 2015.


MENINGGAL DUNIA. Salah seorang peserta Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-39 Muhammadiyah Sulsel, bernama M Amir Daeng Serang (45), tiba-tiba jatuh pingsan dan meninggal dunia saat berbicara dalam sidang komisi, di kampus STIE Muhammadiyah Palopo, Jumat malam, 25 Desember 2015, sekitar pukul 21.30 Wita. (ist)


KAJIAN FIQHI. Banyak kegiatan selingan yang diadakan di sela-sela acara Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-39 Muhammadiyah Sulsel dan Aisyiyah Sulsel, di Kota Palopo, 24-26 Desember 2015. Salah satu di antaranya adalah kajian Fiqhi ba'da shalat lohor jelang penutupan Musywil, yang dibawakan oleh Ketua Pimpinan Daerah (PDM) Kota Makassar, KH Jalaluddin Sanusi. (Foto: Abdul Rahman Jalaluddin, via Facebook)


ANGGOTA PIMPINAN (pengurus harian) Wilayah Muhammadiyah Sulsel yang berjumlah 13 orang, hasil Musyawarah Wilayah di Kota Palopo, Jumat, 25 Desember 2015, didominasi oleh dosen, tepatnya sebelas dosen berbanding dua bukan dosen. (Foto: Asnawin Aminuddin)


WAJAH BARU. Empat wajah baru masuk dalam jajaran Anggota Pimpinan atau pengurus harian Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel masa bakti 2015-2020, yang berjumlah 13 orang. Keempat wajah baru tersebut adalah Irwan Akib (Rektor Unismuh Makassar), Yunan Yunus Kadir (penguasaha), M Furqaan Naiem (dosen Unhas), dan Ahmad Tawalla (ulama). (Foto: Asnawin Aminuddin)


TARI SOMPANG LOLO. Sebanyak 35 mahasiswa putri dari Sanggar Kreatif Mahasiswa PGSD FKIP Unismuh Makassar tampil membawakan tari Sompang Lolo, pada Pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-39 Muhammadiyah-Aisyiyah Sulsel, di Lapangan Pancasila, Kota Palopo, Kamis, 24 Desember 2015. (Foto: Asnawin aminuddin)


PEMBUKAAN. Meskipun terlambat tiba dan sempat membuat kesal banyak orang, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) tetap mampu menciptakan suasana ceria pada pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) Muhammadiyah Sulsel dan Musywil Aisyiyah Sulsel, di Lapangan Pancasila, Kota Palopo, Jumat, 24 Desember 2015. (Foto: Asnawin Aminuddin)


KETUA MUHAMMADIYAH Sulsel diharapkan memiliki dedikasi yang tinggi, punya waktu yang cukup untuk mengabdi di Muhammadiyah, dapat diteladani oleh kader-kader persyarikatan, mampu mengayomi, memberi ruang kepada kader atau pengurus yang memiliki beragam pendapat, serta mampu menciptakan suasana teduh. (ist)


Rektor Universitas Muhammadiyah Parepare, Dr Syarifuddin Yusuf mengaku yakin tidak ada permainan atau “politik uang” pada Musyawarah Wilayah (Musywil) Muhammadiyah Sulsel, khususnya dalam pemilihan ketua, di Kota Palopo, 24-26 Desember 2015. (Foto: Asnawin Aminuddin)


CALON KETUA. Muspim II Muhammadiyah Sulsel menetapkan 41 nama calon Anggota Pimpinan atau Calon Ketua Muhammadiyah Sulsel masa bakti 2015-2020, di Aula Kampus Akbid Muhammadiyah Palopo, Rabu malam, 23 Desember 2015. (Foto: Asnawin Aminuddin)





-------
Rabu, 23 Desember 2015


Muspim Muhammadiyah Sulsel Tetapkan 41 Calon Ketua


PALOPO, (PEDOMAN KARYA). Musyawarah Pimpinan (Muspim) II Muhammadiyah Sulsel di Aula Kampus Akbid Muhammadiyah Palopo, Rabu malam, 23 Desember 2015, yang rencananya “hanya” memilih 39 calon Anggota Pimpinan atau calon Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah 2015-2020, “terpaksa” menetapkan 41 nama, karena pada urutan ke-39 terdapat tiga bakal calon ketua yang memiliki jumlah suara yang sama.
Tiga nama yang meraih jumlah suara yang sama pada urutan ke-39, yaitu Mujahid Abdul Jabbar, Thamrin Taha, dan Pantja Nurwahidin yang masing-masing memeoleh 36 suara.
“Karena ada tiga nama yang meraih jumlah suara sama pada urutan ke-39, maka forum memutuskan memasukkan ketiga nama tersebut sebagai calon tetap untuk diajukan ke Musyawarah Wilayah yang akan memilih 13 Anggota Pimpinan Wilayah,” jelas Ketua Panitia Pemilihan kepada “Pedoman Karya”, beberapa saat seusai perhitungan suara.
Dia mengatakan, peserta yang memiliki hak suara sebanyak 123 orang, tetapi hanya 103 orang yang menggunakan hak pilihnya. Selanjutnya, dari 103 peserta yang menggunakan hak suaranya, 23 suara dinyatakan tidak sah karena nama yang dipilih kurang dari 39 orang dan ada pula yang tidak sah karena menulis nama atau nomor urut yang sama.
“Jadi semuanya hanya 80 suara yang sah, sedangkan jumlah calon anggota pimpinan yang disodorkan untuk dipilih sebanyak 91 orang. Setiap peserta harus memilih atau menulis 39 nama, tidak boleh kurang dan juga tidak boleh lebih. Kalau kurang atau lebih, maka otomatis dinyatakan tidak sah, begitu pun kalau ada nomor atau nama yang ditulis dua kali,” tutur Mawardi.
Pemilihan 13 Anggota Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel 2015-2020, katanya, akan dilangsungkan pada Jumat, 25 Desember 2015.
Berikut 41 nama dan perolehan suara hasil pemilihan bakal calon tetap Anggota Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel; H Muhammad Saiful Saleh (75), Prof Ambo Asse (74), Dr Irwan Akib (68), Mawardi Pewangi (68), HM Saleh Molla (68), Prof Abdullah Renre (68), Dr HM Ramli Haba (64), Andi Iskandar Tompo (63), Dahlan Lama Bawa (63), Dr H Mustari Bosra (62).
Dr H Muhammad Alwi Uddin (62), Prof Gagaring Pagalung (62), Dr Abdul Rahman Rahim (61), Dr Darwis Muhdina (59), Syamsuriadi P Salenda (58), Prof Ali Parman (55), Ahmad Tawalla (53), Kamaruddin Moha (52), Prof Muhammad Siri Dangnga (52), Darwis Lantik (52).
Alimuddin Pangka (52), M Arfah Basha (51), Yunan Yunus Kadir (51), Abdul Rachmat Noer (51), dr Furqan Naiem (51), Abdul Rachim Nanda (49), Syahrir Nur (46), Dr Muhammad Imran hanafi (45), Yose Rizal Faisal (44), M Husni Yunus (42).
Muhammad Natsir Mahmud (42), M Ali Hakka (42), Muhammad Thahir Fatwa (40), M Jamil Misbach (40), M Nurdin Massi (39), Waspada Santing (38), Dr M Iqbal Samad Suhaeb (38), Amir MR (37), Mujahid Abdul Jabbar (36), Thamrin Taha (36), dan Pantja Nurwahidin (36). (win)


SEKRETARIS Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Muhammadiyah Sulsel, Alfan M Amin (33), meninggal dunia saat menjalani perawatan (termasuk cuci darah), di RS Pelamonia, Makassar, Selasa siang, 22 Desember 2015. Almarhum yang kelahiran Bulukumba, 11 Oktober 1983, sehari-hari bekerja sebagai Guru di SMK Muhammadiyah 3 Makassar.


SEJUMLAH dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar masuk dalam 91 daftar calon sementara Anggota Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel masa bakti 2015-2020, antara lain (foto atas dari kiri ke kanan) Muhlis Madani, Irwan Akib, Rahman Rahim, (foto bawah dari kiri ke kanan) Andi Sukri Syamsuri, Mawardi Pewangi, dan Saleh Molla.




------------  
Senin, 21 Desember 2015


Sejumlah Dosen Unismuh Masuk Daftar Calon Ketua Muhammadiyah Sulsel


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Sejumlah dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar masuk dalam 91 daftar calon sementara Anggota Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel masa bakti 2015-2020, termasuk Rektor Unismuh Dr Irwan Akib.
Dosen Unismuh Makassar yang masuk daftar, antara lain H Abdul Rahman Rahim (Wakil Rektor I), Samhi Mu'awan Djamal (Wakil Rektor III), H Abdul Rakhim Nanda (Wakil Rektor IV), H Saleh Molla (Dekan Fakultas Pertanian), Dr H Muhlis Madani (Dekan Fisip), H Mawadi Pewangi (Dekan Fakultas Agama Islam), dan H Andi Sukri Syamsuri (Dekan FKIP).
Selain itu, juga ada beberapa nama lainnya seperti H Husni Yunus, Ismail Rasulong, Dahlan Lamabawa, Syamsir Rahim, Mustaqim Muhallim, H Rahim Razak, HM Arfah Bas’ha, dan H Darwis Muhdina.
Ketua Panitia Pemilihan, Mawardi Pewangi yang dihubungi via telepon, Senin malam, 21 Desember 2015, mengatakan, dari 91 daftar nama calon sementara tersebut, nantinya akan dipilih 39 daftar calon tetap pada Musyawarah Pimpinan (Muspim) Muhammadiyah Sulsel, di Kota Palopo, Rabu, 23 Desember 2015.
Selanjutnya, kata Mawardi, pemilihan akan dilangsungkan di arena Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Sulsel, 24-26 Desember 2015. (win)


CALON PIMPINAN. Dari 91 daftar calon Anggota Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel masa bakti 2015-2020, tiga di antaranya adalah perempuan, sedangkan dari 13 anggota pimpinan periode 2010-2015, sembilan di antaranya kembali masuk daftar calon sementara. 


Sebuah baliho ucapan Selamat dan Sukses Musyawarah Wilayah ke-39 Aisyiyah Sulsel, terpampang di depan Gedung Aisyiyah Sulsel, Jl Bulusaraung, Makassar. Gambar ini diabadikan pada Senin, 21 Desember 2015. Ucapan selamat diberikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Dra Siti Noordjannah Djohantini MM MSi, dan Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulsel, Nurhayati Azis SE MSi. (Foto: Asnawin Aminuddin)


Pernah suatu hari, Sultan tiba-tiba merasa curiga kepada para menterinya. Ia heran karena para menterinya tidak ada yang berani mengeritik dirinya. Ia tahu bahwa selama ini tidak semua kebijakan atau keputusannya benar dan bermanfaat, tetapi tidak ada seorang pun menteri yang memberi saran apalagi berani menentangnya.

Aku malu pada lilin
Yang memberi penerangan kecil
Pada saat gelap

Aku malu pada pohon rindang
Yang memberi tempat berteduh
Di siang bolong


MUSYWIL. Muhammadiyah Sulsel akan melaksanakan Musyawarah Wilayah (Musywil) di Kota Palopo, 24-26 Desember 2015. Sehari sebelumnya (Rabu, 23 Desember 2015), dilaksanakan Musyawarah Pimpinan (Musypim) antara lain untuk menetapkan Calon Pengurus Harian Muhammadiyah Sulsel yang akan dipilih (13 orang) pada saat Musywil.


ULANG TAHUN. Bapak Syamsu Nur (kanan, mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia / PWI Sulsel) naik becak bersama Bapak HM Alwi Hamu (juga mantan Ketua PWI Sulsel), saat menghadiri sebuah acara di Gedung PWI Sulsel, 5 Maret 2014. Bapak Syamsu Nur berulang tahun ke-70, pada Jumat, 18 Desember 2015. (Foto: Asnawin Aminuddin)


HARI NUSANTARA. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (pakai topi) menyerahkan piagam penghargaan kepada para pemenang Lomba UKM Pengolahan Hasil Perikanan Terbaik Tingkat Provinsi Sulsel Tahun 2015, pada Peringatan Hari Nusantara Provinsi Sulawesi Selatan, di Pantai Losari, Makassar, Kamis, 17 Desember 2015. (ist)


REUNI. Suatu hari, seorang mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang dikenal bijak bestari, mengundang sepuluh wartawan yang pernah “dididiknya” dalam berorganisasi belasan tahun sebelumnya. Ke-10 wartawan tersebut sudah berhasil dalam kariernya masing-masing. Ada yang jadi pemimpin redaksi, ada pula yang jadi pemilik media.


WORKSHOP FKUB. Bupati Enrekang, Muslimin Bando (ketiga dari kiri) didampingi Kabag TU Kemenag Sulsel H Rappe (kedua dari kiri), Ketua FKUB Sulsel Prof Rahim Yunus (kedua dari kanan), membuka Workshop Peningkatan Wawasan Multikultural Bagi Guru dan Muballigh untuk Mewujudkan Kerukunan Umat Beragama, di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Enrekang, Senin, 14 Desember 2015. (ist)


Suatu hari ibu kita menelpon
Ibu kita bilang engkau menanyakanku
Bertanya mengapa aku
Tak pernah menelponmu


Ketua Umum Pimpinan Wilayah V Tapak Suci Putra Muhammadiyah Sulsel, Dr HM Ramli Haba, mengatakan, Tapak Suci siap menurunkan 100 pendekar dari Luwu Raya untuk mengamankan perhelatan Musyawarah Wilayah (Musywil) Muhammadiyah Sulsel, di Palopo, 22-26 Desember 2015. (ist)

Tampak ribuan siswa Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN) 5 Makassar mengikuti upcara pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) SMP Negeri 5 Makassar, di Jalan Sumba Makassar, Rabu 16 Desember 2015. (Foto: Kasri Riswadi)


Seekor monyet tua menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. Setelah menurunkan tangannya, ia pun menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tak habis pikir melihat situasi dan kondisil di hutan belantara. Sang monyet tua melihat tidak ada lagi kehormatan di hutan belantara. Tidak ada lagi pimpinan yang bisa dihormati, termasuk Raja Hutan.


SEKRETARIS Umum Hizbul Wathan Sulsel, Irianto Sulaiman, mengatakan, Kwartir Wilayah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Sulawesi Selatan akan menggelar Perkemahan Wirakarya untuk meramaikan Musyawarah Wilayah Muhammadiyah (Musywil) Sulsel, di Islamic Centre Palopo, 22-26 Desember 2015. (ist)


SAMBUTAN. Ketua Yayasan Mukhlisin, Dr H Mukhlis Paduai, memberikan sambutan dan penjelasan pada Pembukaan Porseni SDIT Mukhlisin, di Jalan Jambu, Dusun Tombolo, Desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Senin, 14 Desember 2015. (Foto: Asnawin Aminuddin)


MARKET DAY. Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDI) Mukhlisin untuk pertama kalinya Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), di Jalan Jambu, Dusun Tombolo, Desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Senin dan Selasa, 14-15 Desember 2015. Dalam Porseni tersebut digelar beberapa jenis lomba, antara lain Lomba Tahfizh Qur’an dan Lomba Mewarnai, serta Market Day (Hari Pasar). (Foto: Asnawin Aminuddin)

Muhammad Basli Ali yang berpasangan dengan H Zainuddin pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kepulauaun Selayar, 9 Desember 2015, berhasil menumbangkan Wakil Bupati Selayar, H Saiful Arif, yang berpasangan dengan H Muhammad Junaedy Faisal. (int)

Meskipun meraih suara terbanyak dalam perhitungan suara sementara berdasarkan data yang masuk pada hasil hitung TPS (Form C1) Komisi Pemilihan Umum (https://pilkada2015.kpu.go.id/barrukab), pasangan nomor urut satu (3) Andi Idris Syukur – Suardi Saleh tampaknya belum aman untuk dilantik sebagai Bupati Barru dan Wakil Bupati Barru masa bakti 2016-2021. (int)


"CERAI". Arifin Junaidi (kiri) saat masih menjabat Bupati Luwu Utara, dan Indah Putri Indriani saat menjabat Wakil Bupati Luwu Utara masa bakti 2010-2015. Keduanya "bercerai" dan masing-masing maju sebagai Calon Bupati Luwu Utara pada Pilkada 2015, dan Indah Putri Indriani berhasil mengungguli Arifin Junaidi. (int)


Setelah gagal pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Soppeng pada 2010, Kaswadi Razak akhirnya terpilih sebagai Bupati Soppeng periode 2016-2011. Kepastian itu diperoleh setelah KPU Pusat merilis hasil perhitungan suara melalui website resminya, https://pilkada2015.kpu.go.id/soppengkab, Jumat dinihari, 11 Desember 2015.


BUPATI BARU. Kabupaten Tana Toraja hampir pasti akan dipimpin duet Nicodemus Biringkanae – Victor Datuan Batara sebagai bupati dan wakil bupati periode 2016-2011, setelah pasangan ini memperoleh suara di atas 40 persen, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015, Rabu, 9 Desember 2015.


OPPO. Mengacu kepada hasil hitung cepat (quick qount) lembaga survei pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Maros, Rabu, 9 Desember 2015, maka duet Hatta Rahman – Harmil Mattotorang diprediksi bakal oppo alias terpilih kembali sebagai Bupati dan Wakil Bupati Maros.


KEMBALI. Sukri Sappewali berpeluang besar “kembali” memimpin Kabupaten Bulukumba, setelah menempati urutan teratas perolehan suara hasil hitung cepat (quick count) beberapa lembaga survei, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Rabu, 9 Desember 2015. (int0


Hasil hitung cepat (quick count) yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gowa, Rabu sore Wita, 9 Desember 2015, menempatkan pasangan nomor urut lima, Adnan Purichta Ichsan – Abdul Rauf Karaeng Kio (AdnanKio) sebagai peraih suara terbanyak dengan raihan suara 40,32 persen. (ist)


RUMAH CEMARA mengadakan Pelatihan Liputan bertajuk “Diskursus War on Drugs: Upaya Mereporoduksi Pengetahuan tentang Narkoba melalui Media”, di Hotel d’Maleo, Jl Pelita Raya, Makassar, Selasa, 8 Desember 2015. Tampak Tri Irwanda M (Media Officer Rumah Cemara) saat memandu kegiatan (foto atas), dan sejumlah peserta foto bersama dengan pemandu kegiatan (foto bawah). (dok. Pedoman Karya)


"Saya tidak takut dan tidak lagi memperhitungkan pasangan cabup-cawabup nomor urut satu, nomor urut empat, dan nomor urut lima. Bagi saya, tiga pasangan ini sudah lewat. Sekarang saya hanya takut kepada pasangan nomor urut dua."


Menjelang berakhirnya masa jabatannya, tiba-tiba berembus fitnah bahwa Abunawas telah memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi. Fitnah itu semakin kencang berembus ketika masa jabatan Abunawas berakhir dan setelah terpilih Kepala Kampung yang baru. Nama baik Abunawas pun tercemar.



Terbuka saja aku katakan
Aku ini pendendam
Tak kupungkiri itu
Itulah aku