Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita


Wartawan seharusnya bekerja secara profesional. Kenyataannya, wartawan kadang-kadang hanya berasumsi dan tanpa unsur hukum saat meminta tanggapan atau melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait tentang suatu masalah yang akan diberitakan.
- Ferry Tas - (Kajari Takalar)


KETUA PWI Sulsel H Zulkifli Gani Ottoh (ketiga dari kiri) foto bersama Ketua PWI Gowa-Takalar Arifuddin Bella (kedua dari kanan), Sekretaris Hasdar Sikki (paling kanan), Bendahara Asruddin (kedua dari kiri), serta Ketua Seksi Organisasi dan Keanggotaan Wahyuddin, seusai pelantikan pengurus PWI Gowa-Takalar, di Gedung Islamic Centre Takalar, Senin, 8 Juni 2015. (Foto: Anwar Sanusi)

Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia
(PWI) Kabupaten Gowa-Takalar
Masa Bakti 2014-2017

Ketua: Drs H Arifuddin Bella
Sekretaris: Hasdar Sikki
Bendahara: HM Asruddin SE


Mungkin hanya dua orang yang tahu kalau Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar dengan Rektor Unhas  Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA, ternyata sudah lama saling kenal. Keduanya berteman sejak 35 tahun silam. Bagaimana kisahnya?


UCAPAN SELAMAT. Sejumlah pihak memberikan ucapan selamat atas terbitnya Majalah PEDOMAN KARYA, baik secara lisan, secara tertulis, maupun melalui iklan. Salah satu di antaranya berasal dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Selatan.


Kami ucapkan selamat atas penerbitan Majalah Pedoman Karya.
Pada prinsipnya, kami setuju dengan adanya majalah seperti Pedoman Karya yang menonjolkan berita dan ulasan-ulasan tentang karya dan prestasi. Mudah-mudahan Majalah Pedoman Karya dapat diterbitkan secara kontinyu sehingga makin berkualitas isinya sesuai apa yang dicita-citakan.


“Apapun juga (nama, jenis, dan ciri khas medianya), ini patut dihargai sebagai sumber informasi. Penerbitan Majalah Pedoman Karya saya kira patut diapresiasi. Kita berharap, majalah ini akan eksis dengan memertahankan ciri khasnya dan diharapkan dapat menjadi referensi bagi para pengambil kebijakan.”
- Syahrul Yasin Limpo -


Salah satu potensi kekayaan yang menjanjikan hasilnya kalau digarap dan dikembangkan adalah garam. Butir-butir garam yang tersebar dalam buih-buih air asin di kawasan Kecamatan Mangarabombang bisa menjadi “kristal-kristal berlian” jika digarap secara tekun dan serius.


Saya bangga dan terharu dengan terbitnya Majalah “Pedoman Karya”. Saya terharu, karena nama ini mengingatkan saya pada media harian tempat saya pernah mengabdi selama separuh dari umur saya. Nama depannya selalu selalu mengenangkan saya pada media tersebut.
- M Dahlan Abubakar -


Wah, saya senang sekali dan saya menyambut gembira terbitnya Majalah Pedoman Karya, karena dengan demikian, orang bisa mengaktualisasikan hasil karyanya, sekaligus koreksian dari masyarakat. Saya dukung terbitnya Majalah Pedoman Karya, maju terus!
- Djohan Aras -


Pertama-tama, saya ucapkan selamat dan sukses atas terbitnya majalah Pedoman Karya. Semoga kehadiran media ini dapat diterima oleh masyarakat dan eksis di tengah persaingan antar-media massa yang cukup ketat. Selanjutnya, saya ucapkan selamat dan sukses berkarya untuk masyarakat, bangsa, dan negara.
- HAM Ghalib -


Majalah Pedoman Karya diharapkan dapat menjadi ajang aktualisasi diri bagi orang-orang yang memiliki karya dan prestasi. Media ini (Pedoman Karya, red) diharapkan mampu memberikan pendidikan yang baik, termasuk memberikan kritik terhadap figur-figur atau pejabat publik yang tidak memiliki prestasi apa-apa.
- Edy Manaf -


"Saya menyambut baik atas terbitnya Majalah Pedoman Karya. Saya kira ini tergolong unik, karena berbeda dibandingkan majalah lain yang sudah ada sebelumnya. Saya harapkan pengelolanya tetap konsisten dengan tagline Karya dan Prestasi yang dicanangkan sejak awal."
- Zulkifli Gani Ottoh -


"Dalam suasana memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-68 ‘almarhum’ Pedoman Rakyat, 1 Maret 2015 lalu, Asnawin mengungkapkan rencana menerbitkan media dengan semangat Pedoman Rakyat. Saya pikir dia berkelakar."
- Mustam Arif -


Cukup banyak orang, kelompok orang, organisasi, lembaga, perusahaan, dan instansi yang menghasilkan karya-karya positif atau berprestasi di sekitar kita, tetapi tidak banyak media massa yang melirik mereka. Kondisi itulah yang mendorong kami menerbitkan majalah “Pedoman Karya.”
- Asnawin -


Majalah Pedoman Karya terbit terutama untuk memberi ruang bagi siapa saja yang memiliki karya dan atau prestasi dalam bidang apa saja, karena tidak banyak media cetak (khususnya di Sulawesi Selatan) yang memberi prioritas pemberitaan pada karya-karya dan prestasi perorangan maupun lembaga atau instansi.