Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita


Menjelang berakhirnya masa jabatannya, tiba-tiba berembus fitnah bahwa Abunawas telah memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi. Fitnah itu semakin kencang berembus ketika masa jabatan Abunawas berakhir dan setelah terpilih Kepala Kampung yang baru. Nama baik Abunawas pun tercemar.



Terbuka saja aku katakan
Aku ini pendendam
Tak kupungkiri itu
Itulah aku

PENGECORAN JALAN. Sebuah spanduk terpajang di ujung jalan Malengkeri (perempatan Jl Malengkeri - Jl Sultan Alauddin - Jl Syekh Yusuf (Makassar) - Jl Sultan Hasanuddin (Gowa), Jumat, 4 Desember 2015. Spanduk tersebut bertuliskan imbauan agar masyarakat menghindari Jalan Malengkeri dan Jalan Daeng Tata, Makassar, karena ada perbaikan/pengecoran jalan. (Foto: Asnawin Aminuddin)


UGAL-UGALAN. Sejumlah pendukung salah satu pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Gowa, melakukan aksi ugal-ugalan di jalan raya menuju Lapangan Syekh Yusuf, Gowa, Jumat, 4 Desember 2015. Salah seorang di antara mereka tampak berdiri di atas sepeda motor yang sedang melaju di keramaian jalan raya. (Foto: Asnawin Aminuddin)


Konon pada sebuah kerajaan ratusan tahun silam, bertahtalah seorang raja yang sangat dihormati dan ditakuti oleh rakyatnya. Ia tak ingin ada seorang pun yang tidak menghormatinya, apalagi berani melawannya. Untuk memastikan bahwa semua rakyatnya hormat dan takut, ia sesekali berparade di jalan-jalan. Ia akan sangat senang kalau semua orang menundukkan kepala atau membungkuk bila dirinya sedang berparade.


Saya memang bukan Kepala Desa
Bukan "Orang Nomor Satu" di desa ini
Tapi saya adalah penguasa
Sayalah yang mengendalikan pemerintahan di desa ini


“Kita berilah ruang kepada semua yang memenuhi syarat dan berkeinginan jadi rektor untuk berkompetisi secara sehat. Bumbu-bumbu dalam persaingan itu saya kira alami, tetapi jangan sampai menciptakan perpecahan.” 
-- Prof Arismunandar -- (Rektor UNM 2008-2012, 2012-2016) 


KAMPUS II. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) empat lantai dengan kapasitas 50 kamar tidur, di Kampus II Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bulukumba, Kelurahan Mario Rennu, Kecamatan Gantarang, Km-8 Kabupaten Bulukumba. (Foto: Asnawin Aminuddin)


Setelah cukup lama berstatus Sekolah Tinggi, tepatnya sejak tahun 1966, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bulukumba akhirnya berupaya “naik kelas” menjadi universitas. Mereka menargetkan perubahan status tersebut terjadi pada 2017. (Foto: Asnawin Aminuddin)


ABUNAWAS. Suatu malam, Raja Harun Al-Rasyid bermimpi didatangi seorang lelaki tua berjanggut putih dan memegang tongkat. Lekaki tua mengatakan, raja harus mengusir Abunawas keluar dari wilayah kerajaan, karena dianggap pembawa sial. Keesokan harinya, raja memanggil Abunawas dan menyampaikan ikhwal mimpinya. Dengan berat hati, ia mengusir Abunawas dan dengan berat hati pula Abunawas terpaksa pergi meninggalkan tanah kelahirannya.


GEDUNG PWI. Raja bermimpi melihat Gedung PWI dipindahkan oleh seseorang. Berdasarkan mimpi itu, ia pun mengadakan sayembara. Raja mengatakan akan memberikan uang logam emas sebanyak satu karung, kalau ada yang bisa memikul Gedung PWI ke samping Istana Kerajaan. Tentu saja tidak ada seorang pun yang mengaku sanggup memikulnya, tetapi Abunawas menyatakan kesanggupannya. (Foto: Asnawin Aminuddin)