Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita


Di Sulawesi Selatan, Muhammadiyah masuk pada 1926 sebagai cabang (Pimpinan Cabang, dengan istilah Grup Muhammadiyah Makassar) dan berdiri sebagai wilayah (Pimpinan Wilayah, dengan sebutan Konsul Muhammadiyah Selebes Selatan) pada 1931. Hingga pelaksanaan Musyawarah Wilayah ke-39, di Kota Palopo, 24-26 Desember 2015), Muhammadiyah Sulsel telah memiliki 14 ketua. Ketua pertama KH Abdullah, dan ketua ke-14 Prof Ambo Asse. (Kreasi foto: Asnawin Aminuddin)


Muhammadiyah Sulsel mencatat sejarah baru dengan tampilnya Prof Ambo Asse (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Alauddin Makassar) sebagai ketua (masa bakti 2015-2020) pada Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-39 Muhammadiyah Sulsel, di Kampus STIE Muhammadiyah Palopo, 24-26 Desember 2015.


MENINGGAL DUNIA. Salah seorang peserta Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-39 Muhammadiyah Sulsel, bernama M Amir Daeng Serang (45), tiba-tiba jatuh pingsan dan meninggal dunia saat berbicara dalam sidang komisi, di kampus STIE Muhammadiyah Palopo, Jumat malam, 25 Desember 2015, sekitar pukul 21.30 Wita. (ist)


KAJIAN FIQHI. Banyak kegiatan selingan yang diadakan di sela-sela acara Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-39 Muhammadiyah Sulsel dan Aisyiyah Sulsel, di Kota Palopo, 24-26 Desember 2015. Salah satu di antaranya adalah kajian Fiqhi ba'da shalat lohor jelang penutupan Musywil, yang dibawakan oleh Ketua Pimpinan Daerah (PDM) Kota Makassar, KH Jalaluddin Sanusi. (Foto: Abdul Rahman Jalaluddin, via Facebook)


ANGGOTA PIMPINAN (pengurus harian) Wilayah Muhammadiyah Sulsel yang berjumlah 13 orang, hasil Musyawarah Wilayah di Kota Palopo, Jumat, 25 Desember 2015, didominasi oleh dosen, tepatnya sebelas dosen berbanding dua bukan dosen. (Foto: Asnawin Aminuddin)


WAJAH BARU. Empat wajah baru masuk dalam jajaran Anggota Pimpinan atau pengurus harian Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel masa bakti 2015-2020, yang berjumlah 13 orang. Keempat wajah baru tersebut adalah Irwan Akib (Rektor Unismuh Makassar), Yunan Yunus Kadir (penguasaha), M Furqaan Naiem (dosen Unhas), dan Ahmad Tawalla (ulama). (Foto: Asnawin Aminuddin)


TARI SOMPANG LOLO. Sebanyak 35 mahasiswa putri dari Sanggar Kreatif Mahasiswa PGSD FKIP Unismuh Makassar tampil membawakan tari Sompang Lolo, pada Pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-39 Muhammadiyah-Aisyiyah Sulsel, di Lapangan Pancasila, Kota Palopo, Kamis, 24 Desember 2015. (Foto: Asnawin aminuddin)


PEMBUKAAN. Meskipun terlambat tiba dan sempat membuat kesal banyak orang, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) tetap mampu menciptakan suasana ceria pada pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) Muhammadiyah Sulsel dan Musywil Aisyiyah Sulsel, di Lapangan Pancasila, Kota Palopo, Jumat, 24 Desember 2015. (Foto: Asnawin Aminuddin)


KETUA MUHAMMADIYAH Sulsel diharapkan memiliki dedikasi yang tinggi, punya waktu yang cukup untuk mengabdi di Muhammadiyah, dapat diteladani oleh kader-kader persyarikatan, mampu mengayomi, memberi ruang kepada kader atau pengurus yang memiliki beragam pendapat, serta mampu menciptakan suasana teduh. (ist)


Rektor Universitas Muhammadiyah Parepare, Dr Syarifuddin Yusuf mengaku yakin tidak ada permainan atau “politik uang” pada Musyawarah Wilayah (Musywil) Muhammadiyah Sulsel, khususnya dalam pemilihan ketua, di Kota Palopo, 24-26 Desember 2015. (Foto: Asnawin Aminuddin)


CALON KETUA. Muspim II Muhammadiyah Sulsel menetapkan 41 nama calon Anggota Pimpinan atau Calon Ketua Muhammadiyah Sulsel masa bakti 2015-2020, di Aula Kampus Akbid Muhammadiyah Palopo, Rabu malam, 23 Desember 2015. (Foto: Asnawin Aminuddin)





-------
Rabu, 23 Desember 2015


Muspim Muhammadiyah Sulsel Tetapkan 41 Calon Ketua


PALOPO, (PEDOMAN KARYA). Musyawarah Pimpinan (Muspim) II Muhammadiyah Sulsel di Aula Kampus Akbid Muhammadiyah Palopo, Rabu malam, 23 Desember 2015, yang rencananya “hanya” memilih 39 calon Anggota Pimpinan atau calon Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah 2015-2020, “terpaksa” menetapkan 41 nama, karena pada urutan ke-39 terdapat tiga bakal calon ketua yang memiliki jumlah suara yang sama.
Tiga nama yang meraih jumlah suara yang sama pada urutan ke-39, yaitu Mujahid Abdul Jabbar, Thamrin Taha, dan Pantja Nurwahidin yang masing-masing memeoleh 36 suara.
“Karena ada tiga nama yang meraih jumlah suara sama pada urutan ke-39, maka forum memutuskan memasukkan ketiga nama tersebut sebagai calon tetap untuk diajukan ke Musyawarah Wilayah yang akan memilih 13 Anggota Pimpinan Wilayah,” jelas Ketua Panitia Pemilihan kepada “Pedoman Karya”, beberapa saat seusai perhitungan suara.
Dia mengatakan, peserta yang memiliki hak suara sebanyak 123 orang, tetapi hanya 103 orang yang menggunakan hak pilihnya. Selanjutnya, dari 103 peserta yang menggunakan hak suaranya, 23 suara dinyatakan tidak sah karena nama yang dipilih kurang dari 39 orang dan ada pula yang tidak sah karena menulis nama atau nomor urut yang sama.
“Jadi semuanya hanya 80 suara yang sah, sedangkan jumlah calon anggota pimpinan yang disodorkan untuk dipilih sebanyak 91 orang. Setiap peserta harus memilih atau menulis 39 nama, tidak boleh kurang dan juga tidak boleh lebih. Kalau kurang atau lebih, maka otomatis dinyatakan tidak sah, begitu pun kalau ada nomor atau nama yang ditulis dua kali,” tutur Mawardi.
Pemilihan 13 Anggota Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel 2015-2020, katanya, akan dilangsungkan pada Jumat, 25 Desember 2015.
Berikut 41 nama dan perolehan suara hasil pemilihan bakal calon tetap Anggota Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel; H Muhammad Saiful Saleh (75), Prof Ambo Asse (74), Dr Irwan Akib (68), Mawardi Pewangi (68), HM Saleh Molla (68), Prof Abdullah Renre (68), Dr HM Ramli Haba (64), Andi Iskandar Tompo (63), Dahlan Lama Bawa (63), Dr H Mustari Bosra (62).
Dr H Muhammad Alwi Uddin (62), Prof Gagaring Pagalung (62), Dr Abdul Rahman Rahim (61), Dr Darwis Muhdina (59), Syamsuriadi P Salenda (58), Prof Ali Parman (55), Ahmad Tawalla (53), Kamaruddin Moha (52), Prof Muhammad Siri Dangnga (52), Darwis Lantik (52).
Alimuddin Pangka (52), M Arfah Basha (51), Yunan Yunus Kadir (51), Abdul Rachmat Noer (51), dr Furqan Naiem (51), Abdul Rachim Nanda (49), Syahrir Nur (46), Dr Muhammad Imran hanafi (45), Yose Rizal Faisal (44), M Husni Yunus (42).
Muhammad Natsir Mahmud (42), M Ali Hakka (42), Muhammad Thahir Fatwa (40), M Jamil Misbach (40), M Nurdin Massi (39), Waspada Santing (38), Dr M Iqbal Samad Suhaeb (38), Amir MR (37), Mujahid Abdul Jabbar (36), Thamrin Taha (36), dan Pantja Nurwahidin (36). (win)


SEKRETARIS Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Muhammadiyah Sulsel, Alfan M Amin (33), meninggal dunia saat menjalani perawatan (termasuk cuci darah), di RS Pelamonia, Makassar, Selasa siang, 22 Desember 2015. Almarhum yang kelahiran Bulukumba, 11 Oktober 1983, sehari-hari bekerja sebagai Guru di SMK Muhammadiyah 3 Makassar.


SEJUMLAH dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar masuk dalam 91 daftar calon sementara Anggota Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel masa bakti 2015-2020, antara lain (foto atas dari kiri ke kanan) Muhlis Madani, Irwan Akib, Rahman Rahim, (foto bawah dari kiri ke kanan) Andi Sukri Syamsuri, Mawardi Pewangi, dan Saleh Molla.




------------  
Senin, 21 Desember 2015


Sejumlah Dosen Unismuh Masuk Daftar Calon Ketua Muhammadiyah Sulsel


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Sejumlah dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar masuk dalam 91 daftar calon sementara Anggota Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel masa bakti 2015-2020, termasuk Rektor Unismuh Dr Irwan Akib.
Dosen Unismuh Makassar yang masuk daftar, antara lain H Abdul Rahman Rahim (Wakil Rektor I), Samhi Mu'awan Djamal (Wakil Rektor III), H Abdul Rakhim Nanda (Wakil Rektor IV), H Saleh Molla (Dekan Fakultas Pertanian), Dr H Muhlis Madani (Dekan Fisip), H Mawadi Pewangi (Dekan Fakultas Agama Islam), dan H Andi Sukri Syamsuri (Dekan FKIP).
Selain itu, juga ada beberapa nama lainnya seperti H Husni Yunus, Ismail Rasulong, Dahlan Lamabawa, Syamsir Rahim, Mustaqim Muhallim, H Rahim Razak, HM Arfah Bas’ha, dan H Darwis Muhdina.
Ketua Panitia Pemilihan, Mawardi Pewangi yang dihubungi via telepon, Senin malam, 21 Desember 2015, mengatakan, dari 91 daftar nama calon sementara tersebut, nantinya akan dipilih 39 daftar calon tetap pada Musyawarah Pimpinan (Muspim) Muhammadiyah Sulsel, di Kota Palopo, Rabu, 23 Desember 2015.
Selanjutnya, kata Mawardi, pemilihan akan dilangsungkan di arena Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Sulsel, 24-26 Desember 2015. (win)


CALON PIMPINAN. Dari 91 daftar calon Anggota Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel masa bakti 2015-2020, tiga di antaranya adalah perempuan, sedangkan dari 13 anggota pimpinan periode 2010-2015, sembilan di antaranya kembali masuk daftar calon sementara. 


Sebuah baliho ucapan Selamat dan Sukses Musyawarah Wilayah ke-39 Aisyiyah Sulsel, terpampang di depan Gedung Aisyiyah Sulsel, Jl Bulusaraung, Makassar. Gambar ini diabadikan pada Senin, 21 Desember 2015. Ucapan selamat diberikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Dra Siti Noordjannah Djohantini MM MSi, dan Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulsel, Nurhayati Azis SE MSi. (Foto: Asnawin Aminuddin)


Pernah suatu hari, Sultan tiba-tiba merasa curiga kepada para menterinya. Ia heran karena para menterinya tidak ada yang berani mengeritik dirinya. Ia tahu bahwa selama ini tidak semua kebijakan atau keputusannya benar dan bermanfaat, tetapi tidak ada seorang pun menteri yang memberi saran apalagi berani menentangnya.