Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita


BENTENG BALANGNIPA. Eksistensi dan identitas kerajaan-kerajaan yang ada di Kabupaten Sinjai di masa lalu, semakin jelas dengan didirikannya sebuah benteng pada tahun 1557. Benteng ini dikenal dengan nama Benteng Balangnipa, sebab didirikan di Balangnipa, yang sekarang menjadi Ibukota Kabupaten Sinjai. Selain itu, benteng ini pun dikenal dengan nama Benteng Tellulimpoe, karena didirikan secara bersama-sama oleh tiga kerajaan, yakni Kerajaan Lamatti, Kerajaan Bulo-bulo, dan Kerajaan Tondong. (Foto: http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/)


Gambar atas, Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Pudji Hartanto, menerima kunjungan Anggota DPD RI Iqbal Parewangi, berserta puluhan kader Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Sulsel, di Mapolda Sulsel, Selasa, 23 Februari 2016. Gambar bawah, puluhan mahasiswa berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Makassar, menggelar aksi unjukrasa, di fly over Jalan Urip Soemohardjo – Jalan AP Pettarani - Jl Tol Makassar, Selasa, 23 Februari 2016. (ist)


TES URINE. Sebanyak 131 calon Kepala Desa se-Kabupaten Takalar, mengikuti tes urine, di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Rabu, 24 Februari 2016. Tes urine dilaksanakan bersama oleh Pemda Takalar, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Takalar, serta Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sulawesi Selatan.

Pondok Pesantren Ummul Mukminin yang dikelola oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulsel, mengundang penulis buku “Melawan Takdir”, Hamdan Juhannis, dan Rektor Universitas Islam Makassar (UIM), Dr Majdah Agus Arifin Nu’mang, untuk berbicara di hadapan santri, di Masjid Athirah Kampus Ponpes Ummul Mukminin, Jl Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanayya, Makassar, Jumat, 26 Februari 2016.


GEDUNG PWI Sulsel di Jalan AP Pettarani 31, Makassar. Insert: Ketua PWI Sulsel, Agussalim Alwi Hamu (kiri) salam komando dengan Direktur Perpustakaan Pers PWI Sulsel, Asnawin Aminuddin. Salah satu program yang harus diprioritaskan pengurus baru (2015-2020) adalah menyelesaikan “badai” yang menghantam sejak usainya pelaksanaan Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Sulsel, pada akhir Oktober 2015.


Sejumlah siswa tampak berada di Stand Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar (gambar atas), sedangkan sejumlah siswa dan masyarakat umum tampak mengabadikan acara pembukaan dengan bidikan kameranya pada pembukaan Pameran Pendidikan yang diadakan Kopertis Wilayah IX Sulawesi, di Celebes Convention Centre (CCC) Tanjung Bunga, Makassar, Selasa, 23 Februari 2016. (ist)


Setelah memeroleh Akreditasi Institusi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Universitas Sawerigading (Unsa) Makassar kini menyiapkan diri membuka Program Pascasarjana. Ada dua program studi yang berpeluang memperoleh izin operasional program magister (S2), yakni Ilmu Hukum dan Sosiologi, karena kedua program studi tersebut masing-masing sudah memeroleh Akreditasi B dari BAN-PT. (ist)


DOKTOR PERTANIAN. Sekretaris Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian pada Masyarakat (LP3M) Unismuh Makassar, Abubakar Idhan, berhasil meraih gelar doktor pertanian dari Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, pada 20 Januari 2016, setelah melakukan penelitian tentang produksi biji botani bawang merah. (Foto: Asnawin)


Untuk memberi kesempatan perguruan tinggi memperkenalkan diri kepada masyarakat, Kopertis Wilayah IX Sulawesi mengadakan pameran pendidikan secara rutin setiap tahunnya. Tahun 2016, pameran pendidikan dengan nama “Sulawesi Education & Techno Expo 2016”, digelar di Celebes Convention Center (CCC) Makassar, 23-25 Februari 2016. (Foto: Asnawin)


“Sebagai anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga Muhammadiyah, saya tentu sudah cukup kenal organisasi ini. Saya sudah mengenal Muhammadiyah sejak SMP, karena aktif berlatih beladiri di Tapak Suci. Ayah memperkenalkan saya kepada pengurus Muhammadiyah dan mengikutkan saya dalam berbagai kegiatan di Muhammadiyah. Saya ikhlas mengabdi dan berbuat untuk umat melalui Muhammadiyah.”

- Yunan Yunus Kadir -
(Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel)


DEKAT DENGAN RAKYAT. Alimuddin Daeng Namba (keenam dari kiri) dekat dengan rakyat, karena selalu berbaur dan juga sering membantu masyarakat dengan memberi bantuan bibir dan modal kepada petani dan nelayan. (ist)


"Modernisasi perikanan justru mengakibatkan paham kapitalisme beroperasi dan memengaruhi perubahan struktur sosial komunitas nelayan. Perubahan struktur itu menyebabkan terjadinya ketimpangan pendapatan karena bersifat eksploitatif. Di sisi lain, ajaran tarekat Khawatiyah yang berkembang di tengah masyarakat, juga memengaruhi sistem tindakan atau kultur masyarakat nelayan, karena mereka tidak lagi beroerientasi masa depan duniawi, tetapi lebih berorientasi akhirat atau cara hidup pasrah pada nasib (fatalistik)."

- Abd Wahab -
(Dosen UPRI/Mahasiswa S3 Sosiologi PPs UNM)