Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita


PENERIMAAN MABA. Panitia penerimaan mahasiswa baru Unismuh Makassar siap melayani pendaftar di lantai dasar Menara Iqra Kampus Unismuh Makassar, Jl Sultan Alauddin, Makassar. Insert foto kanan atas: Dahlan Lamabawa. Insert foto kanan bawah: suasana tes penerimaan mahasiswa baru.


LOKAKARYA. Sejumlah pimpinan universitas, pimpinan fakultas, pimpinan lembaga, dan para Ketua Program Studi (Prodi) di lingkungan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, mengikuti Lokakarya Penyusunan Program Berbasis Kinerja Tahun 2016, di Ruang UBC Menara Iqra Kampus Unismuh Makassar, Jl Tala'salapang, Makassar, Jumat, 1 Juli 2016. (Foto: Humas Unismuh/Andriani)


SAKSI PELAPOR. Wakil Ketua PWI Sulsel Bidang Organissi, H Mappiar, tampil sebagai Saksi Pelapor II, dalam sidang lanjutan kasus pencemaran nama baik terkait komersialisasi Gedung PWI Sulsel, dengan pelapor H Zulkifli Gani Ottoh (Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulsel) dan terdakwa S Kadir Sijaya (anggota PWI Sulsel), di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis, 30 Juni 2016.
(Foto: Asnawin Aminuddin)




-----------
Jumat, 1 Juli 2016


Apakah Gedung PWI Sulsel Milik PWI?

-        Sidang Lanjutan Anggota PWI Sulsel di Pengadilan Negeri Makassar
-        Kasus Pencemaran Nama Baik terkait Komersialisasi Gedung PWI Sulsel


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Apakah Gedung PWI Sulsel milik PWI? Pertanyaan itu diajukan hakim kepada Saksi Pelapor II, H Mappiar, pada sidang lanjutan kasus pencemaran nama baik terkait komersialisasi Gedung PWI Sulsel, dengan pelapor H Zulkifli Gani Ottoh (Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulsel) dan terdakwa S Kadir Sijaya (anggota PWI Sulsel), di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis, 30 Juni 2016.
Menjawab pertanyaan tersebut, Mappiar mengatakan, Gedung PWI Sulsel (yang terletak di Jl AP Pettarani 31 Makassar) bukan milik PWI, melainkan milik Pemprov Sulsel.
“Baik, berarti Gedung PWI milik Pemprov Sulsel. Jadi, kalau ada perubahan fisik gedung atau sewa-menyewa yang dilakukan pengurus PWI Sulsel terhadap Gedung PWI, harus menyampaikan dan seizin Pemprov Sulsel. Apakah saudara saksi tahu bahwa penyewaan sebagian ruangan Gedung PWI kepada perusahaan swasta (dan kini dimanfaatkan sebagai minimarket) itu dilaporkan dan mendapat izin dari Pemprov Sulsel?” tanya hakim.
“Saya kurang tahu Yang Mulia,” jawab Mappiar.
Mengenai postingan di grup tertutup Facebook yang sebagian besar anggotanya merupakan pengurus dan anggota PWI Sulsel, yang membuat Zulkifli melaporkan S Kadir Sijaya dengan pasal pencemaran nama baik, Mappiar mengatakan, karena dalam postingan di grup tertutup tersebut ada kata “menjual” Gedung PWI yang ditujukan kepada Zulkifli Gani Ottoh.
“Siapa yang menulis postingan kata menjual itu,” tanya hakim.
“Kadir Sijaya Yang Mulia,” kata Mappiar.
“Apakah yang menulis itu akun Kadir Sijaya atau akun Kadirku Saja?” tanya hakim.
“Kadir Sijaya,” jawab Mappiar.
“Apakah saudara saksi yakin bahwa akun Kadir Sijaya itu adalah saudara terdakwa? Tanya hakim.
“Yakin Yang Mulia,” jawab Mappiar.
“Apa yang membuat saudara saksi yakin bahwa akun Kadir Sijaya itu memang milik terdakwa?” tanya hakim.
“Karena fotonya memang sama dengan Pak Kadir Sijaya,” jawab Mappiar sambil memalingkan wajah dan melihat ke arah Kadir Sijaya yang duduk berdampingan dengan pengacara.
Pada kesempatan lain, pengacara juga mencecar beberapa pertanyaan menyangkut postingan di grup tertutup Facebook khusus anggota PWI Sulsel.
“Saudara saksi mengatakan saudara yang menyampaikan isi obrolan (grup Facebook) kepada Zulkifli Gani Ottoh,” kata pengacara.
“Saya salah satu,” jawab Mappiar.
“Apakah grup obrolan Anggota PWI Sulsel itu dapat dilihat oleh yang bukan anggota grup?” tanya pengacara.
“Hanya anggota grup,” jawab Mappiar.
“Mengenai kata menjual gedung PWI, akun yang mana yang menulis? Apakah akun Kadir Sijaya atau akun Kadirku Saja,” tanya pengacara.
“Akun Kadir Sijaya,” jawab Mappiar.
“Postingan mengenai kata menjual Gedung PWI itu dibuat pada tanggal 25 November 2015. Apakah saudara saksi punya catatan mengenai isi postingan tersebut? Apakah yang menulis itu akun Kadir Sijaya atau akun Kadirku Saja,” tanya pengacara.
Mappiar kemudian membuka catatannya dan setelah dicocokkan dengan data yang dipegang pengacara dan data yang ada dalam Berita Acara Perkara (BAP), ternyata postingan kata “menjual Gedung PWI” ditulis oleh akun Kadirku Saja.

Sidang lanjutan kasus pencemaran nama baik terkait komersialisasi Gedung PWI Sulsel tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh, selaku pelapor, serta beberapa pengurus PWI Sulsel dan sejumlah wartawan. (hs/an)

PENELUSURAN GAGASAN. Pembina UKM LITMASI Zulkfili Makkawaru membawakan materi pada seminar Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan tema Penelusuran Gagasan Mahasiswa dalam Rangka Peningkatan Prestasi Akademik, di ruang senat lantai 9 Kampus Universitas Bosowa, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Selasa, 28 Juni 2016. (Foto: Humas Unibos Makassar)


PEMILIHAN REKTOR. Semua 29 anggota senat Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memilih Rahman Rahim (WR-1) sebagai calon Rektor Unismuh masa bakti 2016-2020, pada Pemilihan Rektor di Kampus Unismuh Makassar, Jl Sultan Alauddin, Makassar, 28 Juni 2016. Pada pemilihan rektor yang diikuti 16 calon, peraih suara terbanyak kedua ditempati Rakhim Nanda (Wakil Rektor IV) dengan 16 suara, sedangkan peraih suara terbanyak ketiga yaitu Saleh Molla (Dekan Fakultas Pertanian) dengan 13 suara.


TIM RUISLAG. Gedung PWI Sulsel awalnya berlokasi di Jalan Penghibur, Nomor 1, Makassar. Namun, pada tahun 1995, ketika HZB Palaguna menjabat Gubernur Sulsel, Gedung PWI Sulsel (dulu bernama Balai Wartawan) diruislag dan dibangunkan gedung baru di Jalan AP Pettarani 31 Makassar. 

Pada proses ruislag tersebut, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel membentuk tim ruislag yang terdiri atas LE Manuhua, Rahman Arge (penasehat), HM Alwi Hamu (ketua), Arsal Alhabsyi, Nurdin Mangkana SH, Drs Abdurrazaq Mattaliu, A Moein MG, M Dahlan Kadir, Husni Jamaluddin, dan Burhanuddin Amin (sekretaris). (Foto: Asnawin Aminuddin)


Bertahun-tahun lamanya
Kita bersama
Sebagai teman
Sebagai sahabat

Tak pernah kubayangkan
Tangan kita
Bakal sulit bergandengan
Dan berjabat-erat sebagai sahabat


DIPERBAIKI. Air yang selalu menggenang sepanjang tahun yang kemudian disebut sebagai “sungai abadi” di Jalan Syekh Yusuf, perbatasan Makassar – Gowa, tampaknya bakal segera hilang, karena bagian jalan yang menjadi langganan genangan air kini sedang dalam proses perbaikan. Foto ini diabadikan pada Ahad, 26 Juni 2016. (Foto: Asnawin Aminuddin)


SUMBANGAN. Moh Fachrul Islami Yahya (paling kiri) selaku perwakilan alumni SD Inpres Antang Makassar, menyerahkan bantuan kepada pengurus Panti Asuhan di Jl Lasuloro, Blok 1, Perumnas Antang, Makassar, Jumat, 24 Juni 2016.