Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita


“Nabilang Daeng Pasang, sekarang ini banyak sekali orang pintar tapi bodoh,” kata Daeng Tompo’. 
“Ma’ssu’na?” tanya Daeng Nappa’.
“Mereka ditawari gaji 27 juta, tapi lebih napilih gaji satu juta, padahal pekerjaanna samaji. Malah ada yang lebih memilih menganggur dan tanpa penghasilan sama sekali, akhirnya menjadi miskin dan sia-sia hidupna,” kata Daeng Tompo’.


“Sessamentongi ini pemerintayya, tidak berdaya dan ketinggalanki,” kata Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat jalan-jalan pagi seusai shalat subuh berjamaah di masjid. 
“Sessa bagaimanai?” tanya Daeng Tompo’. 
“Sessai karena tidak mampui naikuti perubahanga,” kata Daeng Nappa’.

“Di satu sisi sangat membantu masyarakat karena mewah tapi murah, di sisi lain mematikan angkutan konvensional taksi dan pete'-pete’,” papar Daeng Tompo’. 
“Iye’, kasianna kodong sopir taksia, banyakmi yang menganggur,” sebut Daeng Nappa’. 
“Tapi mestinya tawwa harus jelas aturanna,” tukas Daeng Nappa’.


“Kalau diperhatikangi, kayaknya Pilkada itu sama dengan perang,” kata Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi pagi di teras rumah Daeng Tompo’.
“Perang bagaimana?” tanya Daeng Tompo’.
“Perang opini di media massa,” tegas Daeng Nappa’.


“Dulu ‘kan semua pemain lokal, nama-namanya akrab di telinga kita, menyatu sekaliki’ dirasa dengan pemain, seperti saudara sendiri,” kata Daeng Tompo’.
“Sekarang?” tanya Daeng Nappa’.
“Sekarang banyakmi pemain luar Sulsel, malah banyakmi pemain asing, pelatih juga dari luar negeri. Nama-nama pemain juga tidak akrab di telinga kita, jadi malasmaki’ dirasa nonton,” ungkap Daeng Tompo’.


“Ada pimpinan parpol tingkat kabupaten kota yang sudah lama didorong maju pilkada, bahkan diumumkan sebagai calon tunggal. Sudahmi lagi deklarasi internal dan mendapat dukungan dari semua pimpinan kecamatan dan pimpinan kelurahan,” kata Daeng Nappa’.
“Terus,” tukas Daeng Tompo’.
“Eh, tiba-tiba diganti oleh calon lain dari luar partainya,” ungkap Daeng Nappa’.


LUKISAN TANAH LIAT. Tiga murid memperlihatkan hasil lukisan tanah liatnya pada acara Penguatan Program Sekolah Ramah Anak, Sekolah Adiwiyata, dan Sekolah Model, di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kompleks Sambung Jawa, Jalan Baji Gau 1 Makassar, Kamis, 18 Januari 2018. (Foto: Rudin Tompo)


PUISI DAN LUKISAN. Dua murid SDN Kompleks Sambung Jawa Makassar, AM Fajar Ramadhan (paling kanan) dan Ainun Nadya Utina (baju merah) membaca puisi, sementara pelukisa tanah liat Zaenal Beta (membelakang) membuat lukisan tanah liat untuk menggambarkan isi puisi, di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kompleks Sambung Jawa, Jalan Baji Gau 1 Makassar, Kamis, 18 Januari 2018. (Foto: Rusdin Tompo)


BEASISWA UNGGULAN. Rektor Unismuh Abdul Rahman Rahim (berdiri keempat dari kiri) dan Kepala KUI Unismuh Dr Bahrun (berdiri kedua dari kiri) foto bersama beberapa mahasiswa penerima Beasiswa Unggulan Tahun 2017, di Aula Fakultas Kedokteran Unismuh, Kamis, 18 Januari 2018. (Foto: Nasrullah Rahim/Humas Unismuh Makassar)


“Hebat bagaimana?” tanya Daeng Tompo’.  
“Mereka bisa berunjukrasa kapan saja dan dimana saja, berani tutup jalan, bahkan rela berperang melawan aparat dan rakyat saat menutup jalan,” kata Daeng Nappa’.

BAITUL ARQAM. Sebanyak 147 dosen Unismuh Makassar mengikuti Baitul Arqam Dosen Perguruan Tinggi Muhammadiyah, selama empat hari di Balai Sidang Muktamar 47 Kampus Unismuh Makassar, 14-18 Januari 2018. (Foto kiriman Elly Oscar)


PENUTUPAN. Rektor Unismuh Abdul Rahan Rahim foto bersama para dosen muda seusai penutupan Baitul Arqam Bagi Dosen Muda Unismuh, di Balai Sidang Muktamar 47 Kampus Unismuh Makassar, Rabu, 17 Januari 2018. (Foto: Nasrullah/Humas Unismuh Makassar)


TELEFIBI. Reportase dengan gaya kekinian tengah dikembangkan di SDN Kompleks Sambung Jawa Makassar. Sebanyak 20 anak dari kelas 4-6 yang sudah punya Facebook (FB), dipersiapan sebagai reporter cilik untuk memberikan laporan pandangan mata seputar aktivitas mereka di sekolah, layaknya jurnalis televisi, tapi melalui facebook (FB). (Foto: Rusdin Tompo)



“Pernahki dengar ketua pengurus mesjid dikudeta?” tanya Daeng Tompo’ kepada Daeng Nappa’ saat ngopi pagi di warkop kantor walikota. 
“Sembarangna itu. Kenapaseng ada ketua pengurus mesjid dikudeta?” ujar Daeng Nappa’.

“Pertanyaannya, mana yang harus didahulukan untuk ditangani? Menangkap pelaku video mesum, atau menangkap pelaku penyebar video mesum itu?” tanya Daeng Nappa’.

“Tadi siang singgahka’ di kantorna teman. Kantorna itu ‘kan baru satu tahun selesai direhab, tapi hancurnamo itu gedungna,” kata Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat keduanya duduk di pos ronda kompleks perumahan mereka.







---------
PEDOMAN KARYA
Kamis, 18 Januari 2018


Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’ (78):


Baru Satu Tahun Direhab, tapi Hancurnamo


“Tadi siang singgahka’ di kantorna teman. Kantorna itu ‘kan baru satu tahun selesai direhab, tapi hancurnamo itu gedungna,” kata Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat keduanya duduk di pos ronda kompleks perumahan mereka.
“Hancur bagaimana?” tanya Daeng Tompo”.
“Tegel lantaina banyakmi yang pecah-pecah, malah adami yang terbuka. Plafonna juga sudah banyak yang keropos. Kentara sekali bilang dikerja asal-asalanji dan juga tidak ada perawatan, jadi tidak nyaman sekali dirasa,” papar Daeng Nappa’.
“Berarti banyak nauntung itu kontraktorna,” kata Daeng Tompo’.
“Belum tentu tawwa, siapa tau’ banyak memangmi potonganna dari atas, belum lagi harus dibagi-bagi fee-nya ke beberapa pejabat yang di bawah,” ujar Daeng Nappa’.
“Kenapaki’ tauki? Jangan-jangan pengalamanmaki’?” tanya Daeng Tompo’ sambil tersenyum.
“Ah, kita’ itu,” kata Daeng Nappa’ juga sambil tersenyum. (asnawin)

Makassar, Rabu, 25 Oktober 2017
-------
@Obrolan 77:
http://www.pedomankarya.co.id/2018/01/adatong-bagusna-orang-dipenjara-di.html


“Adatong itu bagusna orang dipenjara di’?” kata Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi sore di warkop terminal. 

“Apana bagus kalau orang dipenjara, tidak bebas, terkurung, dan pemandangan terjauh tembok tinggiji,” kata Daeng Tompo’.

YUDISIUM. Sebanyak 27 mahasiswa profesi dokter Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar foto bersama Dekan FK Unismuh Mahmud Ghaznawie, seusai acara yudisium dan pengambilan sumpah dokter, di Aula FK Unismuh, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Rabu, 17 Januari 2018. (Foto: Asnawin Aminuddin)

TERBAIK NASIONAL. Dekan FK Unismuh Mahmud Ghaznawie memberikan kata sambutan sekaligus laporan pada acara Yudisium dan Pengambilan Sumpah 27 Dokter Lulusan FK Unismuh, di Aula FK Unismuh, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Rabu, 17 Januari 2018. (Foto: Asnawin Aminuddin)

“Tapi beberapa saat sebelum terbang ke Amerika, tiba-tiba ada penyampaian dari pihak penerbangan Emirates, bahwa Pemerintah Amerika Serikat menolak kedatangan Panglima TNI bersama rombongan. Jadi, Panglima TNI tidak boleh memasuki wilayah Amerika Serikat,” tutur Daeng Tompo’.


“Tiba-tiba bertanyaki itu kemenakan yang mahasiswa semester tujuh. Nabilang, siapa lagi itu Mahathir Mohamad, biasa kudengar disebut namana. Menteri Agama kayaknya di’? Terus mama’nya bilang bukan, kalau tidak salah mantan Menteri Kelautan,” tutur Daeng Tompo’.


“Darimanaki’ tadi malam?” tanya Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi pagi di rumah Daeng Tompo’. 
“Datanga’ takziyah,” jawab Daeng Tompo’. 

“Apaji isi ceramahna ustadzka?” tanya Daeng Nappa’.

“Selesai shalat, langsungi kudatangi. Dia bilang, dulu dia malas shalat. Kalau orang shalat di mesjid, biasa dia asyiktongji duduk-duduk atau main domino,” tutur Daeng Tompo’.

KERJA SAMA. Ketua Prodi S3 PAI Unismuh Rahim Razak (paling kiri) bersama Dekan FKIP Unsa Nurjayanti Kaharuddin (kedua dari kiri) didampingi Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Unsa Isnani Arianti (ketiga dari kiri), dosen FAI Unismuh Huriah Ali Hasan (kedua dari kanan), dan dosen FKIP Unsa Ali Kham, foto bersama seusai penandatanganan kerjasama kedua pihak, di Kampus PPs Unismuh, Kamis, 11 Januari 2018. (ist)


“Haruskah mahal itu mahar politika?” tanya Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi di teras rumah Daeng Tompo’ seusai jalan-jalan subuh. 
“Seharusnya memang begitu kalau partai benar-benar menggunakan dana mahar itu untuk kepentingan pemenangan, karena banyak yang harus dibiayai,” jawab Daeng Tompo.

“Ternyata semangat dan motivasi belum tentu cukup untuk meraih kemenangan,” kata Daeng Tompo’ kepada Daeng Nappa’ saat ngopi sore di warkop terminal. 
“Apa judulna ini?” tanya Daeng Nappa’ sambil tersenyum. 
“Itu kemarin tim sepakbola ta’ kalah telak, padahal presiden dan wapres nonton langsung di stadion,” sungut Daeng Tompo’.


“Apakah prestasina na kibilang luar biasa?” tanya Daeng Nappa’. 
“Tiga kalimi tawwa ganti Ketua DPR RI,” kata Daeng Tompo’ sambil tersenyum.


NIHIL PENELITIAN. Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Andi Niartiningsih (kiri) mengatakan, perguruan tinggi swasta yang ada di lingkup Kopertis Wilayah IX Sulawesi berjumlah 369 buah, tetapi yang mengambil bagian pada riset dilakukan Kemenristekdikti tahun 2017 hanya 99 PTS. 


TRAINING OF TRAINER. Ketua LP3M Unismuh Makassar Dr Abubakar Idhan (ketiga dari kanan) foto bersama mantan Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Drs Jabrohim MM (keempat dari kiri) serta beberapa panitia dan peserta ToT KKN-Mu, di Hotel Grand Madani Syarih Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 12 Januari 2018. (ist)


“Pentingkah ulang tahun kabupaten, kota, provinsi, negara, diadakan dan dirayakan?” tanya Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi pagi di teras rumah Daeng Nappa’.  
“Pentingtong tawwa itu, terutama untuk memberi semangat kepada aparat dan rakyat,” kata Daeng Tompo’.


WISUDA. Kepala Sekolah SDIT Mukhlisiin, Andi Kusuma Atmajaya, menyalami Fatimah Az-Zahrah (salah seorang murid kelas tiga), pada acara Wisuda Tahfidz Qur'an Juz 30 (Juz Amma), di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gowa, Ahad, 14 Januari 2018. (Foto: Asnawin Aminuddin)

DIJATUHI POHON. Sebuah rumah panggung di Desa Bulo Lohe, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, dijatuhi pohon saat terjadi angin kencang, Ahad siang, 14 Januari 2018, sekitar pukul 11.45 Wita. Saat tertimpa pohon, rumah tersebut sedang kosong, karena penghuninya yang diketahui milik Maddi (50), seorang petani, sedang berada di kebunnya. (ist)