Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita


BANTUAN. Bupati Takalar Syamsari Kitta (berdiri di depan ketiga dari kanan) dan Kepala BPBD Takalar Muhammad Rusli (paling kanan) foto bersama keluarga korban angin puting beliung sambil bersama-sama memegang balok kayu dan seng, di Takalar, Kamis, 01 Februari 2018. (ist)


KOORDINATOR Kopertis Wilayah IX Sulawesi (2018-2022) Prof Jasruddin Malago (tersenyum, kedua dari kiri), bertemu pendahulunya, mantan Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi (periode 2009-2013), Prof Muhammad Basri Wello, di Kampus Indonesia Timur (UIT), Makassar, Kamis, 01 Februari 2018. (ist)


SHALAT GERHANA. Ketua Muhammadiyah Sulsel Prof Ambo Asse, Sekretaris Muhammadiyah Sulsel Prof Irwan Akib, Ketua BPH Unismuh Dr HM Syaiful Saleh, Wakil Rektor 1 Unismuh Dr Abdul Rakhim Nanda, bersama ratusan dosen, mahasiswa, civitas akademika, dan masyarakat umum, melaksanakan shalat gerhana (bulan), di Auditorium Al-Amien Kampus Unismuh Makassar, Rabu malam, 31 Januari 2018. (Foto: Asnawin)


“Hebat kenapai?” tanya Daeng Nappa’. 
“Sudahmi na sah-kan Undang-undang Anti-gay. Dilarang mempropagandakan homoseksual, bahkan yang melanggar dikenakan sanksi,” jelas Daeng Tompo’.

Ededeh, lamata’ itu di warkop. Jadi, dimanamaki’ itu shalat, adajikah tempat shalatna itu warkopka?” tanya Daeng Nappa’.


“Tapi ada juga pejabat yang bilang, ini banjirka karena banjir kiriman bedeng dari daerah tetangga,” ungkap Daeng Tompo’.


“Misalnya ada calon gubernur atau calon bupati deklarasi dengan dukungan beberapa parpol, tapi beberapa waktu kemudian, ada di antara parpol tersebut yang menarik dukungannya dan beralih ke calon lain,” tutur Daeng Tompo’.

“Memalukanna itu,” tukas Daeng Nappa’.

“Mereka mengaku tidak percaya kepada berita-berita di media massa, bahwa si A atau si B jadi maju sebagai calon gubernur, sebelum nama dan gambarnya ada di bilik pemungutan suara nanti,” ungkap Daeng Tompo’. 


“Daeng Ngewa yang mana? Bukan itu pamong senior yang tidak adayya jabatanna?” tanya Daeng Tompo’.

“Baa, itumi. Daeng Ngewa mengaku sudah beberapa kali ditawari jabatan, tapi dia menolak karena dimintai setoran puluhan juta,” ungkap Daeng Nappa’.

“Nabilang, pemerintah merusak dunia pendidikan dengan cara mengangkat dan mencopot kepala sekolah seenaknya. Di sekolah juga banyak sekali guru honorer dan juga banyak guru yang bukan berlatar-belakang pendidik yang mengajar di kelas,” ungkap Daeng Tompo’.


“Itu juga ditanyakan oleh jamaah. Nabilang ustadzka, kalau cinta kepada Rasulullah, ikutilah sunnah-sunnahnya, misalnya disunnahkan puasa Senin - Kamis, disunnahkan shalat lima waktu berjamaah di mesjid bagi laki-laki, disunnahkan bangun tengah malam untuk shalat lail,” tutur Daeng Tompo’.


“Nabilang kebetulanji dia rajin mengaji dan selalu bersyukur. Kebetulanji juga isterina orang sabar, sedangkan isterina anakna suka marah-marah,” ungkap Daeng Tompo’ lalu tersenyum.
“Jadi kebetulanji ini di’?” kata Daeng Nappa’ lalu tertawa dan keduanya pun tertawa-tawa.


“Nabilang Mendikbud, pekerjaan sebagai kepala sekolah itu penuh tanggung jawab. Kepala sekolah itu manajer. Baik atau buruknya fasilitas dan kualitas pendidikan di sebuah sekolah ditentukan oleh kepala sekolah. Kepala sekolah juga harus bersinerji dengan pengawas yang berkualitas dan berpengalaman,” papar Daeng Nappa’.


“Ada teman kasi’ sekolah anaknya di sekolah swasta yang tarifnya cukup mahal. Dia bilang, ternyata banyak pembayaran tambahan yang tidak dijelaskan dari awal, macam-macam alasanna,” ungkap Daeng Tompo’.


APRESIASI. Rektor Unismuh Makassar Abdul Rahman Rahim (keenam dari kiri) didampingi Wakil Rektor IV HM Saleh Molla, menerima Piagam Juara LKTB Mahasiswa Tingkat Nasional dai Ketua Umum HMS-FT Unismuh Muhammad Ilhamsyah (kelima dari kiri), di Kampus Unismuh Makassar, Kamis, 18 Januari 2018. (Foto: Humas Unismuh Makassar)


MOBIL OPERASIONAL. Rektor Unismuh Makassar Abdul Rahman Rahim (ketiga dari kiri) menerima kunci mobil secara simbolis dari Kepala Bank BTN Syariah Cabang Makassar, Syahri Hamidi, di Tangga Menara Iqra Kampus Unismuh Makassar, Senin, 29 Januari 2018. (Foto: Nasrullah Rahim/Humas Unismuh Makassar)


PASHMINA & FUN DAY. Pengurus Nasyiatul Aisyiyah Sulsel foto bersama sejumlah guru dan siswa SMP Unismuh Makassar pada acara Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisiyiyah (Pashmina) yang dirangkaikan kegiatan Fun Day, di SMP Unismuh Makassar, Jl Tala’salapang, Sabtu, 27 Januari 2018. (ist)

SEMILOKNAS. Prof Qadir Gassing dan AM Iqbal Parewangi akan tampil sebagai pembicara pada Semiloknas Quantum Teaching dan Qur'anic Teaching, yang diadakan Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Sulsel, pada tujuh daerah se-Sulsel, Februari 2018.


“Bagaimana pendapatta’ kalau ada orang yang selama ini tidak dikenal oleh masyarakat, tapi tiba-tiba maju Pilkada sebagai calon gubernur, calon wakil gubernur, calon walikota, calon wakil walikota, calon bupati, atau calon wakil bupati,” tanya Daeng Tompo’ kepada Daeng Nappa’ saat ngopi pagi seusai jalan-jalan subuh.


MENANAM PADI. Beberapa murid SD Negeri Kompleks Sambung Jawa Kota Makassar belajar menanam padi di areal persawahan Lamberang, Desa Paddinging, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Sabtu pagi, 27 Januari 2018. (Foto-foto: Rusdin Tompo)


MAHAR POLITIK. BKPRMI Sulsel menggelar Diskusi Panel bertajuk “Pilkada Syariah, Tanpa Mahar, Mungkinkah?”, di RM Wong Solo, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Ahad, 28 Januari 2018, dengan menampilkan empat pembicara, yaitu Iqbal Parewagi (Anggota DPD RI), Aswar Hasan (pengamat politik Unhas), Andi Luhur Prianto (pengamat politik Unismuh Makassar), dan Hasid Hasan Palogai (Ketua BKPRMI Sulsel). (ist)


JALUR ORMAS. Anggota DPD RI, AM Iqbal Parewangi (kedua dari kanan), tampil sebagai pembicara bersama Pengamat Politik dari Unhas, Aswar Hasan (kedua dari kiri), pengamat politik dari Unismuh Makassar Andi Luhur Prianto (paling kiri), dan Ketua Umum BKPRMI Sulsel Hasid Hasan Palogai, pada Diskusi Panel yang digelar BKPRMI Sulsel, di RM Wong Solo, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Ahad, 28 Januari 2018. (ist)