Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita


“Ada tadi teman yang ASN (aparatur sipil negara) di kantor daerah kutanya’ waktu jalan santai,” ungkap Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi di warkop terminal.
“Apa kitanyakangi?” tanya Daeng Tompo’.
“Kutanyaki, bilang, kenapa ikutki’ jalan santai-na Capres 02? Kemarin ‘kan kita’ ikut kampanye akbar-na Capres 01?” ungkap Daeng Nappa’. (int)

CALEG DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil Sulsel 1 nomor urut 4, Isradi Zainal (kiri) foto bersama penulis, Nurhalimah, di Warkop Kopiografi Mangasa, Malengkeri, Makassar, Senin, 01 April 2019. (ist)


“Kemarin ketemuka’ Daeng Kio’, temanta’ yang sekarang jadi pejabat di kantor daerah. Begitu ketemuka’ langsungi bilang, bantuka’ dulu bos, bantuka’ laksanakan perintah,” ungkap Daeng Nappa’. (ist)


BERI MOTIVASI. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (APJK3), Dr Ir Isradi Zainal CAAE (ketiga dari kiri) foto bersama beberapa mahasiswa seusai diskusi, di Warkop Kopiografi, Jl Mangasa, Malengkeri, Makassar, Senin, 01 April 2019. (ist)

“Kemarin ketemuka’ Daeng Rowa’ di pasar. Kutanyaki’, bilang, jadi nomor berapa ini mau dipilih calon Anggota DPD RI,” tutur Daeng Nappa’.
“Terus apa nabilang?” tanya Daeng Tompo’.
“Langsungi bertanya, partai apa itu DPD kah?” ungkap Daeng Nappa’.


Dari kiri ke kanan: Prof Paturungi Parawansa, Prof Sjahruddin Kaseng, Prof Hafidz Abbas, Prof Arismunandar, Andi Jamaro Dulung, dan Prof Husain Syam. 

Rektor UNM, Prof Husain Syam (kiri) menyerahkan bendera IKA UNM kepada Andi Jamarro Dulung, pada acara Rapat Kerja dan Pengukuhan Pengurus IKA UNM masa bakti 2019-2023, di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar, Rabu, 03 April 2019. (ist)


PENGUKUHAN. Rektor UNM Prof Husain Syam mengukuhkan Pengurus IKA UNM periode 2019-2023 yang dipimpin Nurdin Halid sebagai ketua umum, di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar, Rabu, 03 April 2019. (ist)


EKSPLOITASI KEMANUSIAAN. Kini, becak dianggap sebagai kendaraan transportasi simbol kesederhanaan bagi para netizen alias warga net ketika Presiden Jokowi menggunakan becak saat berkampanye di Makassar, padahal itu adalah simbol eksploitasi kemanusiaan.



“Nabilang itu Caleg ka, latar belakang pendidikan seseorang itu penting diketahui, sebagai salah satu penguatan. Kedua, bagaimana penguasaan bahasa asing-na, terutama Bahasa Inggris. Ketiga, seberapa sering dia berbicara di forum-forum internasional,” tutur Daeng Tompo’.

“Aih, kalau itu ukuranna, sessami itu presidenta’ kodong,” kata Daeng Nappa’.

Tanri Abeng (kedua dari kanan) foto bersama Direktur Utama Klinik Inggit Dahlia, Dr H Tammasse Balla MHum, dan para pengelola klinik, di Klinik Inggit Dahlia (Indah), di Jl Dahlia, Lrg 132, Kecamatan Mariso, Makassar, Senin sore, Senin, 01 April 2019. (Foto: M Dahlan Abubakar)



“Bisajikah itu mobil plat merah dipakai kampanye?” tanya Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi siang di warkop terminal.

“Yang kita dengar selama ini, tidak boleh. Kenapaki’ bertanya’ begitu kah?” Daeng Tompo’ balik bertanya. (int/medsos)

“Bisajikah itu mobil plat merah dipakai kampanye?” tanya Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi siang di warkop terminal.

“Yang kita dengar selama ini, tidak boleh. Kenapaki’ bertanya’ begitu kah?” Daeng Tompo’ balik bertanya. (int/medsos)