Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita


“Nabilang Ketua KPU, tidak ada niat curang, itu murni human error,” ujar Daeng Nappa’.
“Ededeh, nakirai kapang error’ semua otakta’,” kata Daeng Tompo’ seraya menyeruput kopi pahitnya. 


“Betul, dan ternyata banyak sekali kecurangan yang ditemukan di lapangan, bahkan data di website resmi KPU juga banyakmi kedapatan salah input data,” tutur Daeng Nappa’. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)


KAYA DAN DERMAWAN. Penulis, Asnawin Aminuddin (kiri) foto bersama Dr (HC) Syekh Mohammad MT Al-Khoory, pria kaya dan dermawan Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), di halaman Masjid Subulussalam Al-Khoory Kampus Unismuh, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Jumat, 19 April 2019. (dokumentasi pribadi)


PENGALAMAN PERTAMA. Penulis, Tenriani (paling kiri) foto bersama beberapa Anggota KPPS Pemilu 2019, di TPS 10, Kelurahan Labbakkang, Kecamatan Labbakkang, Kabupaten Pangkep, Rabu, 17 April 2019.(dok pribadi)


KHATIB PERTAMA. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel Prof Ambo Asse tampil sebagai khatib shalat Jumat pertama Masjid Subulussalam Al-Khoory Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jumat, 19 April 2019. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)


ANTRI UNTUK MENCOBLOS. Pak Basir dengan tenang duduk dalam antrian untuk mencoblos pada Pemilu Pilpres dan Pemilu Legislatif 2019, di TPS 14 Minasa Upa, Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Makassar, Rabu, 17 April 2019. (Foto: Nur Islamiyah Alwi)


PAKAI TONGKAT KE TPS. Petta Sore memakai tongkat ke TPS 01, Desa Kadai, Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Rabu, 17 April 2019, untuk menyalurkan hak suaranya. (Foto: Rosmiati)


SUASANA PENCOBLOSAN di di TPS 005, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Rabu, 17 April 2019. (Foto: Diana)


KOLONG RUMAH panggung milik Najamuddin di Dusun Lajari, Desa Garessi, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, dijadikan sebagai lokasi TPS 008, pada Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 2019, Rabu, 17 April 2019. (Foto: Selfiana Herman)


Akhir-akhir ini, terutama menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatig (Pileg), sering sekali kita mendengar atau membaca penggalan kalimat akal sehat, dan juga sering disandingkan dengan kata dungu.


PULANG KAMPUNG. Riswanto, seorang pelaut yang bekerja di kapal besar untuk pelayaran mancanegara, sengaja pulang ke Soppeng untuk menyalurkan suaranya pada Pemilu 2019, di Desa Jampu, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, Rabu, 17 April 2019. (Foto: Fachrul Rijal)


“Hasil perhitungan di lapangan, Capres penantang menang di TPS (Tempat Pemungutan Suara), tapi Capres petahana menang di quick count (perhitungan cepat lembaga survey yang disiarkan berbagai media massa, red),” kata Daeng Nappa’.
“Oh, begitu,” gumam Daeng Tompo’.
“Dan hasil perhitungan di TPS itu banyak beredar di Medsos, malah ada TPS yang nol alias tidak ada perolehan suarana Capres petahanayya,” ungkap Daeng Nappa’. (int)


KETUA BAWASLU Sulsel, HL Arumahi (paling kanan, baju hitam), mendatangi langsung di TPS 42 Berlian Indah, Desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga dan Kecamatan Barombong, pada Pemilu 2019, Rabu siang, 17 April 2019, untuk memastikan kebenaran berita telah tercoblosnya 9 (sembilan) kertas suara Capres-Cawapres sebelum pencoblosan.(Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)


TAK PUNYA CALEG. Tiga partai politik, yakni Partai Solidaritas (PSI), Partai Bulan Bintang (PBB), serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) tidak punya Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Gowa  dari Daerah Pemilihan Gowa 2 yang meliputi Kecamatan Bontomarannu, Kecamatan Pattalassang, Kecamatan Parangloe, dan Kecamatan Manuju, pada Pemilu 2019, Rabu, 17 April 2019.(Foto: Akbar)





SUDAH TERCOBLOS. Hingga pukul 09.30 Wita, sudah sembilan kertas suara Capres-Cawapres yang ditemukan sudah tercoblos sebelum pencoblosan di TPS 42 Berlian Indah, Desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga dan Kecamatan Barombong, pada Pemilu 2019, Rabu, 17 April 2019. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)



TAK PUNYA CALEG. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak punya Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Gowa dari daerah pemilihan Gowa 7 yang meliputi Kecamatan Pallangga dan Kecamatan Barombong, pada Pemilu 2019, Rabu, 17 April 2019. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)




“Saya yakin orang yang ditemani ngobrol itu perempuan dan saya curiga perempuan itu selingkuhannya,” tutur Ibu Sinta.
“Kenapa Ibu Sinta begitu yakin?” tanya Ibu Ros penasaran.
“Waktu pertama bicara saja Pak Bahar sudah bilang sayang. Pak Bahar bilang, bagaimana kabarta’ sayang? Dan pak Bahar beberapa kali mengucapkan kata sayang,” papar Ibu Sinta. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)

“Kenapakah itu undangan pemilih terlambat diantar? Mencurigakanna,” kata Daeng Nappa’.
“Itumi juga kutanyaki anggota KPPS-ka, bilang kenapa terlambat diantar itu Surat Pemberitahuan Pemungutan Suara kepada Pemilih yang Model C6-KPU?” tutur Daeng Tompo’. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)


DILANTIK. Pengurus Duta Halalan Thoyyibah Center (HTC) Unibos Periode 2019-2020, dilantik di Auditorium Aksa Mahmud Lantai 9 Gedung II Kampus Unibos, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Senin, 15 April 2019. Pelantikan dihadiri Wakil Rektor 1 Unibos Ir Baharuddin PhD (berdiri di depan kelima dari kanan), Kepala BPJPH Kementerian Agama RI Prof Sukoso (berdiri di depan keenam dari kiri), Pengurus MUI Sulsel Waspada Santing (berdiri di depan kelima dari kiri), dan Wakil Rektor II Unibos Makassar, Dr Mas’ud Muhammadiyah (berdiri di depan keempat dari kiri). (ist)

SEPEDA SEHAT. Kepala BKKBN Perwakilan Sulsel, Hj Rini Riatika Djohari (tengah), didampingi Pembina Panitia Andi Hudli Huduri (paling kanan) dan Ketua Panitia Amirullah Hamzah, memberikan keterangan dalam konferensi pers di Cafe The Boss, Jl Botolempangan, Makassar, Sabtu, 13 April 2019. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)


"Kenapaki' kah mau berdekatan duduk sama orang gila?" tanya Daeng Tompo'.

"Maksudku', ini kan ada kemungkinan orang gila juga mendapat undangan mencoblos pada Pemilu nanti," kata Daeng Nappa'. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)


Saya sangat berterima kasih untuk semua respons dalam setiap postingan saya selama masa kampanye resmi. Termasuk postingan-postingan sejak 2014 dan seterusnya hingga 2019 ini. Lapak saya memang saya baktikan untuk beroposisi. Saya istilahkan berjuang GERILYA untuk mendukung Prabowo menjadi Presiden RI.
- Canny Watae -