Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA), mengintruksikan Dinas Pelayanan Lingkungan Hidup Daerah (DPLHD) agar membangun sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota se-Sulsel.

"Kita harus banyak bersinergi dengan teman-teman kabupaten kota, kita sudah lama menyandang sebagai penyangga pangan nasional. Saya ingin team work kita fokus untuk ramah turis, ramah investasi, kita mau provinsi punya kepercayaan dan akan mudah masuk investasi," kata NA dalam pertemuan dengan jajaran DPLHD Sulsel, di Kantor DPLHD Pemprov Sulsel, Jumat, 20 September 2019.

Untuk itu, mantan Bupati Bantaeng dua periode ini meminta kepada seluruh pegawai dan pihak terkait untuk menyatukan hati dan misi untuk menjawab persoalan-persoalan lingkungan hidup di Sulsel.

"Satukan visi kita, satukan hati kita. Dan program pemerintah pusat harus bersinergi dengan program pemerintah provinsi. Kita lebih sering berkomunikasi dan lebih sering berkoordinasi dengan semua kalangan di daerah-daerah," ungkap mantan Sekjen Apkasi Indonesia itu.

Nurdin juga berharap DPLHD Pemprov Sulsel memberikan pelayanan dan perlindungan yang terbaik untuk masyarakat Sulsel.

"Saya titip di DPLHD ini untuk melindungi lingkungan kita, dan harus menciptakan pelayan yang baik. Bangun koordinasi dengan kabupaten bikin misi dan visi yang sama," pungkasnya.

Sementara untuk tahun 2020 Pemprov Sulsel dibawah kepemimpinan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman masing-masing sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel akan fokus membangun pelayanan toilet.

"Tahun depan kita fokus bangun toilet yang kualitasnya bintang lima. Kita tegakkan integritas kita, dan profesional kita harus tegakkan karena kita bisa bicara lantang," tutupnya.

Diketahui, hadir juga pada kegiatan tersebut Kadis Bina Marga Sulsel, Plt Kadir DPLHD Pemprov Sulsel, dan seluruh UPT di DPLHD dan Ketua WALHI Sulsel.(Red/DesWANI))

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM. Nurdin Abdullah berharap kegiatan Kompas Travel Fair dapat mendorong peningkatan wisatawan yang datang ke Sulsel.

"Kami berharap dengan kegiatan ini bisa mendorong peningkatan wisatawan yang datang ke Sulawesi Selatan. Kita tidak kalah kalau soal potensi destinasi wisata kita," kata Prof Nurdin dalam sambutannya, di Mall Pippo Makassar, Jumat, 20 September 2019.

Nurdin mengaku, kegiatan tersebut merupakan sebuah kebahagiaan bagi dirinya dan masyarakat Sulsel. Terlebih bagi dirinya, ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh kawan lamanya yakni Wakil Pimpinan Redaksi Kompas, Tri Agung Kristanto.

"Alhamdulillah kami di Sulawesi Selatan sudah banyak perubahan, terutama di bidang ekspor dan impor sudah tidak lagi melalui Surabaya dan Jakarta lagi langsung ke negara tujuan dan waktunya pun cepat. Pelaku usaha pun langsung dapat cepat uangnya," jelas mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.

Kompas Travel Fair ini dinilainya sangat tepat dilakukan di Sulsel karena bukan hanya menjual nama tempat destinasi wisata tapi juga menjual produk loka di Sulsel.

"Untuk itu kami sudah bangun Bandara Internasional di Toraja, seiring dengan itu kita lagi membenahi Kota Toraja, supaya turis-turis bisa menikmati live music di malam hari dan ada macam-macam hiburan lainnya," ungkapnya.

Selain Toraja, Pemprov Sulsel juga akan fokus memperbaiki wisata pantai di Bira Bulukumba, Pulau Takabonerate dan sejumlah tempat wisata lainnya yang ada di Sulsel.

"Kedua beberapa potensi wisata kita ada juga yang terhalang jarak. Tapi Bira juga tahun ini kita akan mulai dan kita akan buka kawasan baru yang akan menjadi kebanggaan kita, harapan kita Sulsel harus menjadi kebanggaan kita semua dan selesai Bandara di Toraja kita akan bangun di Bira, Selayar juga Takabonerate," pungkasnya.

Selain itu, Gubernur juga diberikan kepercayaan untuk membuka secara resmi kegiatan tersebut dihadapan Wakil Pimpinan Redaksi Kompas, Direktur BNI dan seluruh tamu undangan lainnya.

"Saya mendapatkan kehormatan untuk m membuka acara ini. Dengan ini saya membuka secara resmi Kompas Travel Fair," kata mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini.

Sementara itu, Wakil Pimpinan Redaksi Kompas, Tri Agung Kristanto menyampaikan terimakasih banyak kepada Gubernur Sulsel telah menyempatkan diri hadir pada acara tersebut.

"Saya terimakasih kepada bapak Gubernur Sulsel sudah sempatkan waktu hadir disini. Media tanpa dukungan dari mitra-mitranya tidak ada apa-apanya," kata jurnalis senior itu.

Ditempat yang sama juga Direktur Bank Negara Indonesia (BNI), Ario Bimo mengaku, sangat mendukung penuh kegiatan Kompas Travel Fair ini, apalagi BNI sudah lama menjalin kerjasama selama ini.

"Kita tahu bahwa pemimpin masa depan adalah anak muda. Oleh karena itu kami berkomitmen terus mendukung kegiatan ini apalagi bersama Kompas," tutupnya.(Red/DesWANI)

GOWA, (PEDOMAN KARYA). Komunitas Senam Patonro Gowa akan menggelar Seminar Kesehatan dan Olahraga, serta lomba senam tingkat Sulsel. Kegiatan tersebut rencananya digelar mulai 15 Desember mendatang di Gedung d'Bollo Gowa.

Kemudian untuk lomba senam akan digelar di Lapangan Sultan Hasanuddin Gowa. Khusus seminar kesehatan, panitia menargetkan hingga 500 orang dengan sasaran peserta ibu-ibu rumah tangga, pelajar SMA dan mahasiswi.

Ketua Komunitas Senam Patonro Gowa, Asrul Mallombasang menuturkan bahwa kegiatan tersebut digelar untuk merangsang masyarakat mulai dari ibu rumah tangga, pelajar dan mahasiswa untuk hidup sehat melalui olahraga.

"Karena jika jasmani sehat aktivitas para ibu-ibu juga akan lancar. Didalam tubuh yang sehat ada jiwa yang tenang," katanya.

Oleh karena itu, sebagai pencinta senam Komunitas Senam Gowa menggelar kegiatan berskala besar ini guna mengajak kepada masyarakat untuk cinta senam atau olahraga.

"Untuk seminar kita buka untuk umum dengan target peserta 500 orang. Kemudian untuk lomba senam kita punya kuota 30 group," katanya.

Khusus lomba senam kata Asrul, dibuka dua kategori yakni kategori profesional dan pemula dengan total hadiah Rp 10 juta rupiah dan piala bergilir bagi juara umum.

"Untuk sementara yang mau mendaftar bisa mendaftar secara offline di Cafe Jaman Now Jalan Tumanurung Raya No B 28, Pandang Pandang Sungguminasa Gowa. Senam kategori profesional dan pemula, sedangkan untuk onlinenya nanti kita serahkan ke Group Wartawan Media Online sebagai Media Sponsor," urainya.

Lanjut jelaanya, karena acara tersebut skalanya se-Sulsel sehingga, Komunitas Senam Patonro Gowa menggandeng Group Wartawan Media Online (GoWa-MO) dalam publikasi.

"GoWa-MO punya anggota di semua kabupaten kota di Sulsel sehingga kita tawarkan untuk kerjasama terkait publikasi kegiatan," tambahnya.(Red/DesWANI)

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah membuka acara Focus Group Disscussion (FGD) Penanganan Banjir dan Longsor bersama Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Kyorin Jepang, Prof Hiroshi Kubota, di Gedung Rektor Unhas Makassar, Jumat (20/9).

Menurut Nurdin Abdullah,  kegiatan ini sangat penting untuk diikuti dinas terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan, terlebih semua yang dilakukan pemerintah Jepang mengenai penanganan banjir dan longsor dilakukan berdasarkan hasil penelitian dan bukan berdasarkan kira-kira.

"Mereka (Jepang) ini tidak ada satupun kebijakan tanpa melalui riset, kalau kita (Indonesia) ini selalu banyak kira-kiranya," kata Nurdin Abdullah dalam kesempatan FGD tersebut.

Nurdin melanjutkan, melalui FGD ini menjadi kesempatan bagi seluruh elemen untuk sama-sama menjaga hutan agar terhindar dari banjir dan longsor. Kejadian banjir beberapa tahun terakhir ini disebabkan karena sudah terlalu dangkalnya sungai di Sulsel.

"Mari kita sama-sama menjaga gunung dan air kita. Kenapa banjir itu terjadi karena sungai kita semakin dangkal," kata mantan Bupati Bantaeng dua periode ini.

Diketahui hal tersebut sudah pernah dilakukannya dirinya saat menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bantaeng. Nurdin berhasil mengubah Bantaeng yang dulu kebanjiran ketika musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau, saat ini sudah tidak ada lagi gangguan tersebut.

"Saya kira kita bisa melihat daerah di Sulawesi Selatan Jeneberang dan Sungai Saddang sudah kritis, jadi perlu langkah-langkah kita," tegas mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini.

Olehnya itu dirinya meminta izin kepada Prof Kubota untuk membuka acara yang sangat luar biasa ini, Prof Kubota sendiri adalah salah satu guru besar di fakultas pertanian di Jepang yang memiliki cara berpikir yang luar biasa.

Hadir juga pada acara FGD tersebut Ketua TGUPP Prof Yusran, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Kyorin Jepang, Prof Hiroshi Kubota, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Pertanian dan tamu undangan lainnya. (Red/DesWANI)


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani hadir dan menyampaikan Jawaban Gubernur Atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Hibah Lahan/Tanah Kepada Yayasan Islamic Center Masjid Al-Markaz Al-Islami di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulawesi Selatan, Jumat (20/9).

Dalam jawaban Gubernur yang dibacakan langsung oleh Abdul Hayat menyebutkan bahwa semua pandangan yang disampaikan tersebut tentunya merupakan masukan yang sangat berharga dan akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut untuk penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda).

"Mengenai tanggapan fraksi-fraksi yang berbentuk saran atau catatan, insya Allah dengan segala daya dan kemampuan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan senantiasa akan memperhatikan untuk perbaikan pada waktu yang akan datang," demikian yang dibacakan Abdul Hayat.

Setelah memberikan jawaban atas tanggapan masing-masing fraksi di DPRD, dalam teks yang dibacakan Abdul Hayat tersebut, Gubernur menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyadari sepenuhnya bahwa jawaban yang diberikan masih bersifat umum.

"Oleh karena itu diharapkan pengertian dan perkenan anggota dewan yang terhormat, kiranya Rancangan Peraturan Daerah ini dapat dibahas lebih intensif pada pembahasan tingkat selanjutnya untuk mendapatkan penyempurnaan" katanya.

Dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Yusran Sofyan tersebut disepakati bersama bahwa jawaban Gubernur sudah dapat diterima pada Pemandangan Umum oleh perwakilan masing-masing fraksi DPRD dan hal-hal terkait lainnya akan dibahas pada pembahasan selanjutnya pada rapat-rapat di tingkat Pansus.(Red/DesWANI)

BARRU, (PEDOMAN KARYA). Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani hadir dan menjadi narasumber pada Dialog Publik dengan tema "Barru Menuju 2020" di Ballroom Hotel Youtefa, Kabupaten Barru, Sabtu (21/9). Kegiatan ini merupakan gagasan dari Forum Diskusi Kabupaten Barru (FDKB) untuk percepatan pembangunan Kabupaten Barru.

Abdul Hayat memaparkan Sinergitas Perencanaan Antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat Dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Daerah. Abdul Hayat mengatakan bahwa kinerja kebijakan sentral di daerah dapat diukur oleh sejauh mana memberikan dorongan kepada pusat.

"Jika kabupaten kuat, maka provinsi kuat. Jika provinsi kuat maka negara hebat. Kalau kita setuju dengan itu, maka yang pertama ingin saya katakan kurangi diskusi dan perbanyak eksekusi," kata Abdul Hayat.

Ditambahkannya lagi bahwa berbicara masalah sinergitas yang pertama harus dipikirkan adalah program prioritas pusat dan program prioritas provinsi.

"Di situ kita masuk, tidak usah jauh-jauh. Saya selalu katakan, kurangi di pusat dan perbanyak di daerah, karena yang perlu kita perbaiki sekarang adalah kabupaten-kota," tambahnya.

Sebagai penutup, Abdul Hayat menyambut baik kegiatan Dialog Publik tersebut dan berharap sinergitas yang ada dapat dibarengi dengan akselerasi.

"Jangan sinergitas muncul, akselerasi tidak ada. Percepatan harus dimunculkan, Provinsi Sulawesi Selatan siap dengan anggaran, tetapi pastikan bahwa proposal itu daftar kebutuhan dan bukan daftar keinginan yang betul-betul dibutuhkan masyarakat," jelasnya.

Bupati Kabupaten Barru, Suardi Saleh, yang hadir membuka acara secara resmi merasa sangat senang dengan berkumpulnya semua elemen pemerhati masyarakat Barru.

"Kehadiran kita di sini untuk menyamakan persepsi dalam mewujudkan  tujuan negara dan kita berbangga atas kehadiran Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan sebagai inspirasi masyarakat Barru," ujarnya.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Bupati Barru, Suardi Saleh, politisi senior, Malkan Amin, Ketua Kerukunan Keluarga Daerah Barru (KKDB), Yasin Azis, serta Guru Besar Bidang Teknologi Pertanian Unhas, Mursalim.(Red/DesWANI)

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Gubernur Sulawesi Selatan Prof. HM Nurdin Abdullah (NA) memberikan penganugerahan Kehormatan Dalam Bidang Pendidikan dan Kemanusiaan kepada Dr. Syeikh Muhammed M.T.M Al-Khoory yang merupakan Ketua Yayasan Asia Muslim Charity Foundation) di Rujab Gubernur, Sabtu, 21 September 2019.

Syeikh Al-Khoory adalah Direktur Utama group perusahaan Al-Khoory di Dubai, Uni Emirates Arab, yang dirintis oleh ayah dan saudara-saudaranya. Ia juga merupakan relawan kerja-kerja sosial dari tahun 1985 sampai sekarang, bekerja di Kenya dari tahun 1985 sampai tahun 1992. Bekerja di Indonesia dari tahun 1998 hingga saat ini.

Beberapa hal yang telah dilakukan di Indonesia, dengan jumlah proyek kemanusiaan 1.570. Membangun 1.248 masjid, 100 panti asuhan, mendirikan 20 ma'had (sekolah) Bahasa Arab dan Studi Islam, empat ma'had, 25 klinik pengobatan menggunakan gedung yang tidak dibangun oleh yayasan AMCF tapi dibangun oleh yayasan lain.

Gubernur memberikan penghargaan dengan memberikan piagam dan pin berbentuk kapal Pinisi.

Usai memperoleh penghargaan, Syeikh Muhammed M.T.M Al-Khoory dalam sambutan terima kasihnya menyampaikan rasa syukur atas pemberian anugerah ini. Ia menyampaikan apa yang Ia capai ini bukan karena dirinya sendiri tetapi berkat semua pihak yang terlibat.

"Terima kasih kepada Gubernur Sulsel yang telah memberikan penghargaan ini. Juga terima kasih kepada Wali Kota Makassar dan juga bupati yang telah hadir," kata Muhammed Khoory.

Sementara itu, Gubernur Sulsel dalam sambutannya menyampaikan, penghargaan tersebut merupakan bentuk syukur dan apresiasi pada Muhammed Khoory atas kerja dan pengabdian yang telah dilakukan di Indonesia, termasuk di Sulsel.

"Ini karena masih ada saudara kita yang peduli pada dunia pendidikan dan kegiatan sosial yang lain. Apa yang kita berikan tidak sebanding apa yang telah diberikan," kata Nurdin Abdullah.

Nurdin menyebutkan, prakarsa ini sebagai bentuk terima kasih kepada Muhammed Khoory karena telah menghimpun pengusaha Timur Tengah untuk membantu Indonesia.

"Siapa tahu juga beliau berniat membantu di daerah bukan hanya di Makassar saja," sebut Nurdin yang disambut tepuk tangan bupati-bupati yang hadir.

Ia menutup sambutan agar Muhammed Khoory didoakan dalam kondisi sehat dan terus berkarya.

Saat ini Muhammed Khoory, mengelola dan menjalankan grup perusahaannya yang bergerak di bidang impor dan distribusi mobil dan bus, pompa air, pembangkit listrik, pemadam kebakaran, pengelolaan limbah, dan juga di bidang properti dan perhotelan.

Ia juga membangun pusat kemanusiaan di empat provinsi di Indonesia, yaitu Jawa Barat, Jawa
Timur, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara.

Mengadakan delapan kapal kemanusiaan di beberapa provinsi di Indonesia termasuk di Sulawesi Selatan. Membangun lima stasiun radio di Indonesia yaitu di Papua Barat, Ternate, Gorontalo, Palu, dan Makassar.

Membangun dua markaz dakwah di Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Membangun 25 sekolah di Indonesia. Mendanai 174 da'i pada saat ini. Juga kerjasama telah lama dilakukan dengan Universitas Muhammadiyah Makassar sejak tahun 1996. (Wani)

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah membuka Musyawarah Daerah VII Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Four Point, Minggu (21/9). Kegiatan ini dalam rangka HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ke-68.

Gubernur dalam sambutannya mengajak pengurus daerah mengawal kualitas pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan untuk ibu hamil. Ia juga mengharapkan IBI mengawal Pemprov dengan cara bermitra program kerja di bidang pelayanan kesehatan.

"Kita hadir merupakan komitmen sebagai mitra strategis pemerintah dalam rangka meningkatkan pelayanan dalam bidang kebidanan dan kesehatan di provinsi Sulawesi-Selatan," kata Nurdin Abdullah.

Ia juga berharap terobosan-terobosan baru lahir di bidang pelayanan kesehatan yang didukung oleh pemerintah.

Gubernur menyampaikan, pemerintah harus hadir membantu organisasi profesi untuk menyelesaikan persoalannya. Koordinasi dan komunikasi perlu dilakukan.

"Organisasi profesi jangan menyelesaikan sendiri persoalan, pemerintah harus hadir," kata Nurdin Abdullah.

Nurdin mengatakan, tantangan yang ada dan perlu dukungan dunia kesehatan dan kebidanan adalah soal angka kematian ibu melahirkan. Demikian juga bayi yang lahir bagaimana gizinya bisa terpenuhi dengan baik.

Soal stunting (tubuh pendek) atau gizi buruk menjadi isu nasional termasuk di Sulsel. Baginya, Sulawesi Selatan selayaknya angka stunting harus rendah, karena Sulsel merupakan salah satu penyangga pangan nasional.

"Harusnya stunting itu terendah, tetapi tidak ada kata terlambat. Mari kita sama-sama membenahi stunting," ujarnya.

Upaya ini bisa dilakukan di 1.000 hari pertama kelahiran. Nurdin menyebutkan contoh sukses negara maju, seperti Jepang. Ia kemudian bercerita pengalamannnya enam tahun di Jepang saat menempuh pendidikan dan memiliki anak.

Pada saat istrinya dinyatakan hamil saat itu pula pemerintah hadir. Dengan memberikan kartu kesehatan dengan fasilitas susu gratis dan layanan kesehatan.

"Setiap minggu kita, para suami datang kantor kecamatan untuk mendapatkan susu, demikian juga pada saat mau lahir pemerintah juga hadir. Saya kebetulan mahasiswa," ungkapnya.

Upaya menciptakan sumber daya unggul ini termasuk setelah melahirkan melalui pendidikan dan pemenuhan gizi baik. Termasuk di PAUD dan tempat penitipan anak.

"Tanggung jawab kita melahirkan. Terus kita bangun karakternya lebih baik dan saya kira kemudian hari anak kita menjadi tumbuh anak-anak yang kuat," sebut Nurdin.

Untuk mencapai hal itu maka diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan stake holder yang lain. Termasuk dengan paguyuban atau organisasi profesi seperti IBI.

Sementara itu, Ketua Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Sulsel, Suriani, menyampaikan beberapa bahwa ikatan bidan ini berdiri 24 Juni 1951.

Fakta empiris bidan, memiliki peranan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik. Sementara untuk upaya menguatkan organisasi, melakukan konsolidasi dalam setiap tingkatan.

"Juga melakukan peningkatan kompetensi dengan memberikan pelatihan," sebutnya.

Ia juga kepada unsur terkait dapat bersinergi dan memberi dukungan kepada bidan di pelayanan kesehatan sesuai sila kedua Pancasila.  Organisasi ini juga memberikan pengakuan pelayanan kebidanan, serta bidan mencintai profesinya.

"Pada teman-teman sekalian yang hadir pada hari ini, dengan kecintaan terhadap profesi kita. Mari bersama-sama menjaga, kita tumbuh kembangkan Ikatan Bidan Indoneisa menjadi organisasi yang bermartabat," harapnya.(Red/DesWANI)

GOWA, (PEDOMAN KARYA). Empat Kepala Cabang Dinas (Kacadis) di Kabupaten Gowa dituntut penjara satu tahun dan enam bulan penjara atau 18 bulan penjara oleh Jaksa Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sungguminasa dalam Kasus Bibit Kedelai 2015 dengan kerugian negara 3,4 miliar. Tuntutan itu dibacakan pada sidang di Pengadilan Negeri Gowa, Kamis, 19 September 2019.

Kasi Intel Kejari Sungguminasa Syamsu Rezky membenarkan jika empat Kacadis Dinas Pertanian ini memasuki masa tuntutan bukan vonis.

"Jaksa Tipikor mengganjar tuntutan 18 bulan kurungan penjara untuk empat Kacadis Pertanian di Gowa," ungkap Syamsu saat dikonfirmasi di Kantor Kejaksaan Negeri Gowa, Jalan Andi Mallombasang 63, Sungguminasa, Jumat, 20 September 2019.

Dia mengutarakan dalam waktu dekat ini tidak menutup kemungkinan sidang ke empat Kacadis Ini akan ditunda dua minggu ke depan.

Ketua LSM Mapankan Gowa, Fajar Fajhri mengatakan seberapa lama pun vonis majelis hakim asal tidak kurang dari dua per tiga tuntutan jaksa Tipikor, maka tidak ada masalah, terlebih jika tuntutan lainnya juga diakomodir oleh hakim.

Namun sangat mengherankan juga tuntutan jaksa untuk kasus korupsi di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan ini sangat rendah, sedangkan di luar Sulsel sana tuntutan jaksa sangat tinggi untuk para koruptor.

Kami akan melakukan aksi besar apabila vonis untuk empat kacadis ini sangat rendah atau di bawah dua pertiga dari tuntutan jaksa," kata Fajar. (Red/DesWANI)

Pada era pemerintahannya yang super singkat, yakni hanya 17 bulan (dilantik pada 21 Mei 1998, dan diganti pada 20 Oktober 1999), ia membuat banyak sekali gebrakan dan berhasil memberikan landasan kukuh bagi Indonesia. Di era kepemimpinannya, lahir UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat, perubahan UU Partai Politik, dan yang paling penting adalah UU Otonomi Daerah. 


GOWA, (PEDOMAN KARYA). Dalam rangka mendukung gerakan Ayo Gowa Bersih, Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Komunitas Peduli Gowa kembali melaksanakan World Cleanup Day (WCD) 2019 atau hari bersi-bersih sedunia, pada ratusan titik di Kabupaten Gowa.

World Cleanup Day (WCD) 2019 adalah sebuah gerakan bersih-bersih terbesar di dunia yang dilaksanakan serentak di 157 negara, pada Sabtu, 21 September 2019. World Cleanup Day pertama kali digelar pada 15 September 2018, dan langsung mendapat respons positif dari masyarakat dunia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Marsuki mengatakan kegiatan WCD ini serentak dilaksanakan pada 157 negara didunia, salah satunya Kabupaten Gowa yang ikut menggerakkan WCD tersebut demi menciptakan lingkungan yang bersih.

"Kabupaten Gowa sendiri ada ratusan titik yang tersebar, untuk tingkat Kabupaten Gowa disini (Pasar Induk Minasamaupa), 18 titik di ibukota kecamatan se-Kabupaten Gowa, 121 titik pada ibukota desa, dan 46 titik pada ibukota kelurahan, kami bagi agar aksi ini bisa menyeluruh di Kabupaten Gowa," ungkap Marsuki, di Pasar Indum Minasamapua, Sabtu, 21 September 2019.

Kegiatan yang mengangkat tema cleanup for peaceful Indonesia ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, dengan meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan dengan mengelolah sampahnya untuk lingkungan yang bersih.

Wakil Bupati Gowa, Abdul Rauf Malaganni sekaligus membuka kegiatan WCD  ini mengaku, permasalahan sampah bukan hanya menjadi permasalahan Inonesia melainkan seluruh dunia. Sehingga untuk mengatasi masalah dan tantangan tersebut pihaknya bekerja secara kolaboratif dalam semangat gotong royong, salah satunya melalui aksi bersih sedunia ini.

" Ini menunjukkan permasalaha sampah sudah menyebar kedunia dengan menggerakkan WCD serentak 157 negara, tentuny Kabupaten Gowa tidak ingin ketinggalan bekontribusi dalm kegiatan penting. Ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap sampah, terutama sampah plastik yang menjadi isu internasional," jelasnya.

Selain itu, Abd Rauf membeberkan, Pemkab Gowa juga telah menetapkan peraturan bupati no 44 tahun 2018 tentang kebijakan dan strategi daerah pengelolaan sampah rumah tanggga dan sampah sejenis rumah tangga dengan target 30 persen pengurangan sampah tahun 2025,dan 70 persen penanganan sampah 2025.

" Target ini kita lakukan agar jumlah timbunan sampah bisa berkurang melalui pengelolaan sampah dari sumbernya dengan 3R (reduce, reuce, recycle," bebernya.

Tak hanya itu, untuk mengurangi sampah platisk, Bupati Gowa telah membuat edaran penggunanan tumbler air minum/sbotol isi ulang tanpa menggunakan botol kemasan lagi dibarengi dengan pembentukan bank sampah unit.

Olehnya dirinya berharap melalui kegiatan ini, masyarakat bisa mengambil peran dalam menyelamatkan bumi dari sampah sebagai bagian dari gerakan dunia, dengan mengelolah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan disekitarnya untuk menjadi Gowa daerah yang bersih, nyaman dan bebas sampah.

Pada bersih-bersih tingkat Kabupaten Gowa ini, turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Muchlis. Serta melibatkan unsur ASN, TNI, POLRI, komunitas, masyarakat, dan unsur generasi pemuda. (Red/DesWANI)

RAIH DOKTOR. Sahban berhasil menyelesaikan kuliahnya dan meraih doktor dalam bidang manajemen pendidikan pada tanggal 15 Oktober 2009. Itu berarti, Sahban meraih gelar doktor dalam usia 72 tahun, satu bulan, dan 27 hari, karena ia lahir pada 18 Agustus 1937. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)


JAKARTA, (PEDOMAN KARYA). Pengakuan atas dedikasi dan perhatian Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, pada pendidikan kembali mendapat apresiasi. Kali ini, datang dari Ikatan Guru Indonesia (IGI).

Bupati termuda di Indonesia timur, diberikan penghargaan Anugrah Pendidikan Indonesia dari IGI di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (20/9). Penghargaan diberikan dalam rangkaian Global Educational Supplies & Solutions (GESS) Indonesia dan diserahkan langsung oleh Ketua Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim.

Penghargaan ini diberikan ke Adnan sebagai apresiasi atas dedikasinya di bidang pendidikan. Adnan memang menjadikan pendidikan sebagai salah satu program prioritas di daerah pemerintahannya.

Beberapa program pendidikan yang dijalankan di Gowa diantaranya, pendidikan gratis, Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB), Imtaq Indonesia dan program pendidikan lainnya.

Adnan menyebut penghargaan ini akan mendorong Pemerintah Kabupaten Gowa dalam pengoptimalam program-program pendidikan di daerahnya.

Ketua Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim, menuturkan, penghargaan ini sebagai wujud terima kasih IGI terhadap tokoh-tokoh yang punya dedikasi dan perhatian tinggi pada pendidikan.

 "IGI juga ingin membangun silaturahmi yang erat dengan siapapun yang punya visi terhadap pendidikan. Harapannya, mereka bisa mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang lebih berpihak lagi pada pendidikan," ungkapnya.

Salah satu hal yang jadi penilaian dasar dalam penghargaan itu, yakni perhatian Adnan selaku bupati dalam pengembangan kompetensi guru.

 " Pendidikan di Gowa tidak hanya berfokus pada pengembangan anak didik, pengembangan tenaga didik juga menjadi salah satu prioritas selama ini," tambahnya.

Selain bupati dan wali kota, IGI juga menyerahkan penghargaan ke kategori politisi, pengusaha, legislator dan tokoh masyarakat. (Red/DesWANI)

GOWA, (PEDOMAN KARYA). Aktivitas tambang liar berlangsung di Desa Pabentengang, Warga Dusun Bukkangraki, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, dibuat geram karena di sekitar tempat tinggal mereka saat ini masih ada tambang yang diduga ilegal beroperasi.

“Penggalian menggunakan alat berat eskavator ini sangat merusak lingkungan karena ulah para penambang liar ini,” ucap  Daeng Situju, kepada wartawan, di Dusun Bukkangraki, Jumat, 20 September 2019.

Dia berharap kepada tim terpadu, utamanya pihak Polres Gowa dan Satpol PP untuk segera turun ke lokasi menindaki para penambang liar.

"Silakan ke Dusun Bukkangraki, Desa Pabentengang, kalau mau tangkap tangan pelaku tambang liar ini. Banyak kerugian yang dialami oleh warga. Mereka ini kuat dugaan melakukan tindakan ilegal. Aparat hukum harus bertindak secepatnya,” tandas Daeng Situju.

Demi keadilan dan demi hukum kami harap untuk dipidanakan memproses secara hukum yang berlaku, mereka harus di beri efek jera agar tidak melakukan lagi.

"Alat berat yang dipergunakan harus diambil oleh aparat dan jangan lagi dilepas sebelum mendapatkan status berkekuatan hukum tetap," harap Daeng Situju. (Red/DesWANI)

GOWA, (PEDOMAN KARYA). Rombongan tim penilai Pilar-Pilar Sosial Teladan Tingkat Nasional dari Kementerian Sosial Republik Indonesia akan mulai melakukan peninjauan Karang Taruna (Katar) Sipakatau Kabupaten Gowa, di Desa Pabentengang, Kecamatan Bajeng.

Katar Sipakatau dinobatkan sebagai Katar berprestasi Tingkat Provinsi Sulsel 2019, sehingga mewakili Sulsel pada ajang Pilar-pilar sosial tingkat nasional ini.

Hal itu diungkapkan Ketua Rombongan penilai, Tim Konsultan Direktorat PSPKKM Kemensos RI, Muhammad Satria, saat menemui Wakil Bupati Gowa, di Rujab Wabup Gowa, Jumat (20/9). Ia mengatakan kehadirannya di Gowa untuk melihat dari dekat kegiatan/program Katar Sipakatau sebagai dasar untuk menentukan prestasi tiga besar Tingkat Nasional.

"Sebelum kami turun menilai, tentunya kami minta izin dulu sama Pemkab Gowa untuk melakukan pencocokan data dengan kenyataan yang ada dilapangan, sehingga hari ini kami menemui Pak Wabup," ungkapnya.

Dikatakan tim penilai, pihaknya menilai dengan melihat dua aspek besar yang dimiliki Karang Taruna Sipakatau yakni aspek kelembagaan organisasi dan program kerja.

" Untuk aspek kelembagaan terbagi lagi seperti kepengurusan, sekretariat, keuangan, kemitraan, data, dan informasi. Semua ini adalah hal penting yang menjadi suporting karang taruna," jelasnya.

Sedangkan yang dinilai dari program kerja kata Satria ada lima, yaitu bagaimana pelayananan sosialnya sebagai organisasi yang bergerak dibidang sosial, Rekreasi Olahraga Kesenian (ROK) karena dilandasi dengan aspek pencegahan melalui kegiatan olahraga kesenian, lalu kewirausahaan artinya dengan kewirausahaan maka produktifitas anak muda bisa melahirkan katar yang mandiri, kemudian pendidikan dan pengembangan SDM, terakhir manajemen organisasi.

" Untuk kewirausahaan, jika produktif dia bisa biaya kegiatan sendiri dan hasilnya dikembalikan lagi kemasyarakat melalui kegiatan sosial maka itu disebut mandiri, dan dalam organisasi penting untuk melakukan kadernisasi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Inilah proker yang harus menjadi ikon atau tugas fungsi karang taruna itu sendiri," jelas tim penilai.

Olehnya Muhammad Satria mengaku, yang terpenting dalam hadirnya karang taruna di daerah mampu mengedukasi masyarakat dengan membangun wawasan apalagi banyaknya nilai barat yang masuk, sehingga tugas Katar bagaiamana memelihara kearifan lokal, menjaga dan mengembangkannya agar tradisi yang luhur , gotong royong, keperintisan, tetap dijaga, apalagi Katar adalah organisasi sosial yang mengelola dan dikelola oleh anak muda.

Sementara itu, Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni menyambut baik kedatangan tim peniliai, dirinya berharap agar bisa mencocokkan dengan betul kondisi lapangan dengan aoa yang sudah dipaparkan oleh karang taruna sipakatau di Jakarya beberapa waktu lalu.

" Selamat datang di Gowa pak, kami Pemkab Gowa sangat mendukung kegiatan ini dan kami akan dengan senang menerima masukan bagi Katar di Kabupaten Gowa, dan pastinya kami berharap bisa juara pak," harapnya.

Diketahui sebelumnya, Katar Sipakatau dinobatkan sebagai Katar berprestasi Tingkat Provinsi Sulsel 2019 beberapa waktu lalu, sehingga mewakili Sulsel pada ajang Pilar-pilar sosial tingkat nasional ini.

Berdasarkan Tim Penilai Tingkat Nasional, Katar Sipakatau terpilih sebagai 15 Katar yang masuk nominasi terbaik untuk di tinjau kebenaran aktifitasnya, dari 34 Provinsi di Indonesia yang mengikuti tingkat nasional.(Red/DesWANI)

Setelah dilantik menjadi Presiden ke-3 Republik Indonesia pada 21 Mei 1998, BJ Habibie langsung membentuk kabinet yang diberi nama Kabinet Reformasi Pembangunan. Kabinet ini terdiri dari sejumlah menteri koordinator, sejumlah menteri pemimpin departemen, sejumlah menteri negara, Sekretaris Negara, dan Jaksa Agung.


ILMU KOMPUTER. Universitas Pancasakti (Unpacti) Makassar kini membuka program studi baru, yakni Program Studi Ilmu Komputer. Secara keseluruhan, Unpacti Makassar membuka delapan program studi, yakni Prodi Ilmu Komputer, Prodi Farmasi, Prodi Kesehatan Masyarakat, Prodi Ilmu Pemerintahan, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Prodi Pendidikan Fisika, dan Prodi Pendidikan Matematika.


Soeharto mengundurkan diri sebagai Presiden RI, karena desakan masyarakat melalui aksi demonstrasi besar-besaran yang terjadi pada hampir semua kota-kota besar se-Indonesia, terutama di Jakarta menyusul terjadinya kerusuhan Mei 1998, dan pendudukan Gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa. Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998, dan pada hari itu juga, Habibie diangkat sebagai Presiden RI pada 21 Mei 1998. (int)


“Kenapa itu kita’ tidak mau angkat-angkatki hapeta’ kalau ditemponki’?” tanya Daeng Nappa’ dengan nada protes kepada Daeng Tompo’ saat ngopi pagi di teras rumah Daeng Tompo’.
“Dua harimi rusak hapeku’ kodong,” jawab Daeng Tompo’.
“Kenapa tidak diperbaiki?” tanya Daeng Nappa’.
“Itumi masalahna,” kata Daeng Tompo’. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)


GOWA, (PEDOMAN KARYA). Bupati Gowa yanh sekaligus sebagai Ketua terpilih PMI Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Apel Bersama Jajaran Polres Gowa dalam Rangka memperingati HUT PMI  ke-74.

Apel bersama ini berlangsung di Halaman Kantor Polres Gowa, Kamis (19/9) yang turut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gowa.

Adnan mengatakan, kegiatan yang digelar Polres Gowa bersama jajarannya merupakan sumbangsih untuk saudara-saudara kita karena akan membantu menjaga stok darah yang ada di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Gowa .

"Dalam satu bulan, lebih dari 1000 kantong darah yang dibutuhkan oleh saudara-saudara kita untuk bertahan dan hidup. Donor darah hari ini sekaligus membantu PMI dalam melayani kebutuhan masyarakat akan darah," katanya.

Kegiatan donor darah sangat bermanfaat selain untuk menyehatkan tubuh kita, juga menjadi ladang pahala bagi kita karena kita dengan rela dan ikhlas menyumbangkan darah kepada orang yang tidak kita kenal.

"Orang yang rajin donor darah adalah orang yang rajin bersedekah karena setetes darah kita Insya Allah akan menolong siapapun juga yang tanpa kita kenal sehingga siapapun yang mendonorkan darahnya akan diganjar pahala oleh Allah SWT," tambahnya Adnan.

Ketua PMI Sulsel ini pun menyampaikan apresiasinya kepada Kapolres dan jajarannya yang selalu siap melakukan aksi donor darah. Menurutnya tidak banyak Polres yang melakukan akdi tersebut. Hanya polres Gowa saja yang mau melakukan kegiatan ini.

"Olehnya itu, saya berharap Polres Gowa rutin melakukan aksi donor darah, karena kita harus menjaga kebutuhan stok darah di Sulsel, agar insya Allah tidak ada lagi masyarakat kita yang tidak mendapatkan darah ketika membutuhkan darah," tuturnya

Diakhir sambutannya, ia pun menyampaikan bahwa HUT PMI ke-74 kali ini mengambil Tema 'Kita Tangguh Indonesia Maju'.

"Tema ini memiliki makna 'Kalau kita memiliki tubuh sehat maka dipastikan kita tangguh dan kalau tubuh kita sehat maka pikiran kita cerdas, sehingga kalau kita cerdas maka kita mampu membawa kabupaten Gowa dan Indonesia ke arah yang lebih baik dan masyarakatnya makin sejahterah di masa akan datang," ujar Adnan dihadapan seluruh Jajaran Polres Gowa.

Anggota PMI Sulsel, Senja menyampaikan bahwa target hari ini sekitar 300 lebih kantong darah dan pihaknya berharap dapat memenuhi seluruh kantong darah tersebut.

Setelah apel bersama selesai Adnan bersama Kapolres Gowa, AKPB Shinto Silitonga memantau pelaksanaan aksi donor darah yang bertempat di Aula Anindyah Dharma Laksana Kantor Polres Gowa. (Red/DesWANI))

GOWA, (PEDOMAN KARYA). Tim Verifikasi Lapangan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Nasional mulai melakukan penilaian di Kabupaten Gowa. Kedatangan tim yang dipimpin oleh Abdul Malik, disambut langsung oleh Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, didampingi Wakil Bupati Gowa, Abdul Rauf Malaganni, di Baruga Tinggimae, Rujab Bupati Gowa, Kamis (19/9).

Abdul Malik menjelaskan, tujuan kedatangan tim verifikasi yakni untuk mencocokkan kondisi di lapangan dengan apa yang telah dilaporkan oleh Forum Kabupaten Sehat kepada pusat.

" Hari ini kami akan mulai jalan bersama rombongan verifikasi dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, dan Kementerian Kesehatan oleh saya sendiri, bersama tim provinsi. Tentunya kami ingin memeriksa komitmen dari pemerintah daerah, alur sistem perencanaan dan melihat bukti lapangan untuk menjadikan kabupaten Gowa ini kabupaten yang sehat sesuai dengan ketentuan yang ada," ungkapnya.

Dikatakan Abd Malik, tahun ini berdasarkan usulan, terjadi peningkatan kabupaten yang ikut serta pada KKS ini,  jika dulunya hanya 173 kabupaten/kota se-Indonesia yang ikut, maka tahun ini meningkat hingga 202 kabupaten/kota yang ikut, sehingga pihaknya akan betul-betul memeriksa komitmen pemda tersebut salah satunya di Kabupaten Gowa ini.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, sekaligus menerima kedatangan tim verifikasi mengaku termotivasi untuk kerja bersama dalam mewujudkan Gowa sebagai Kabupaten Sehat.

"Selamat datang tim verifikasi kabupaten sehat, ini memang menjadi motivasi bagi kita semua untuk selalu kerja bersama, demi meraih target kita yaitu predikat tertinggu Swasti Saba Wistara di," bebernya.

Adnan menjelaskan, untuk meraih target itu, dirinya menambah tatanan sebanyak tujuh tatanan yang telah ditetapkan pada masing-masing lokus di 18 kecamatan, 167 desa/kelurahan.

"Tahun sebelumnya kita memiliki lima tatanan dan berhasil meraih swasti saba wiwerda. Tahun ini kita tambah lagi dua agar mampu meraih penghargaan tersebut, sehingga di 2019 ini ada tujuh tatanan yang kita laksanakan dan Forum Kabupaten Sehat telah menyiapkan lokus untuk masing-masing tatanan ini," beber Adnan.

Olehnya, Adnan berharap, para rombongan tim verifikasi dapat melihat secara langsung kecocokan antara laporan dan realita di lapangan, serta memberi saran untuk pelaksanaan Kabupaten Gowa Sehat yang lebih baik.

Turut hadir pada acara penerimaan tamu itu, Sekda Gowa Muchlis, dan Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Gowa. Usai penyambutan, Tim Verifikasi bersama Forum Kabupaten Sehat mengunjungi titik lokus tatanan untuk melakukan penilaian. (Red/DesWANI)

GOWA, (PEDOMAN KARYA). Peringatan Hari Anak Nasional 2019 Tingkat Kabupaten Gowa, yang dilaksanakan di Halaman Rumah Jabatan Bupati Gowa, Kamis, 19 September 2019, diramaikan dengan adanya permainan tradisional seperti dende-dende, asing, lompat tali/karet, lompat bambu, congklang, bekel, dan permainan rangking 1.

Hal itu dilakukan untuk memperkenalkan kembali kepada anak-anak sehingga tidak terlalu fokus pada smartphone yang merajai pola pikir anak saat ini.

Pada kesempatatan itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan meminta anak-anak untuk memiliki cita-cita yang tinggi, bahkan dirinya berharap bisa melanjutkan estafet kepemimpinan di Kabupaten Gowa.
"Semua anak harus memiliki cita-cita setinggi langit, karena anak-anak yang ada disini bisa jadi yang akan melanjutkan kepemimpinan kami di Kabupaten Gowa dimasa yang akan datang," ungkapnya.

Selain itu, Adnan menyampaikan, pihaknya akan terus berkomitmen meningkatkan sumber daya manusia di Kabupaten Gowa melalui program prioritasnya dibidang pendidikan.

Olehnya dirinya berpesan kepada para anak agar selalu optimis dan selalu gembira serta belajar dengan sungguh-sungguh untuk meraih cita-citanya.

" Selamat memperingati hari anak nasional, pesan saya untuk anak-anakku pada saat bermain bermainlah dengan senang hati dan bergembira bersama kawan-kawan namun jangan lupa saat belajar, belajarlah dengan tekun dan sungguh-sungguh untuk dapat meraih cita-cita kalian," harap orang nomor satu di Gowa itu.

Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa, Kawaidah berharap Setelah kegiatan ini, maka kedepannya semua pemenuhan hak anak dapat terwujud, dan permainan tradisional dapat dilaksanakan kembali di masing-masing keluarga.

" Tentunya kami berharap diperingatan hari anak ini sesuai tema kita anak indonesia kita bergembira, maka tidak ada lagi anak yang bersedih dan hak anak yang pertama bisa terpenuhi yaitu harus gembira," pungkasnya.

Disela peringatan hari anak ini, diserahkan kartu anak untuk anak disabilitas kabupaten Gowa oleh Bupati Gowa. Sekadar diketahui kegiatan ini turut dihadiri Kapolres Gowa, Kepala Kejaksaan Negeri, Sekda Gowa, Pimpinan SKPD Pemkab Gowa dan 100 anak SD, SMP yang tersebar di Kabupaten Gowa.(Red/DesWANI)

Ahli filsafat, Rocky Gerung, membawakan Kuliah Umum di Balai Sidang 45 Kampus Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Selasa, 17 September 2019. Kuliah umum dihadiri Rektor Unibos, Founder Bosowa, serta seribuan dosen dan mahasiswa Unibos. (ist)







------
Kamis, 19 September 2019


Rocky Gerung: Toga adalah Simbol Pikiran Mahasiswa



MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Dalam dunia kampus, toga adalah simbol pikiran mahasiswa. Toga menandakan bahwa mahasiswa sebelumnya telah menuangkan pemikiran dalam proses belajar selama kurang lebih empat tahun.

“Maka karena kampus sudah percaya jika mahasiswa bersangkutan telah berpikir, diberilah toga sebagai tanda mahasiswa dapat melanjutkan pemikirannya melalui pengabdian pada masyarakat,” kata ahli filsafat, Rocky Gerung, saat membawakan Kuliah Umum di Balai Sidang 45 Kampus Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Selasa, 17 September 2019.


Rocky yang sering tampil sebagai narasumber di beberapa acara stasiun televise nasional, mengatakan, prestasi itu menguatkan diri.

“Jika ingin berprestasi dalam mengkritik, maka kritiklah dengan argument yang logis, bukan hanya karena emosi semata. Pada dasarnya, semua manusia memang memiliki dimensi kritis, tetapi pikiran hanya akan menjadi pikiran apa bila kita memiliki lawan pemikiran.,” kata Rocky dalam kuliah umum yang dipandu Dekan Fisipol Unibos, Arief Wicaksono.

Kuliah umum yang menghadirkan Rocky Gerung dihadiri Rektor Unibos Makassar, Prof Saleh Pallu, wakil Founder Bosowa, Munafri Arifuddin, serta sekitar 1.600-an dosen dan mahasiswa Unibos.

Munaffri Arifuddin yang juga CEO PSM (Persatuan Sepakbola Makassar) yang juga diminta memberikan kata sambutan mewakili Founder Bosowa, mengatakan, Kampus Unibos Makassar merupakan tempat dimana mahasiswa dapat melatih diri untuk melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang yang dimiliki.

“Kampus memang telah menjadi tempat lahirnya pemikiran kritis. Jadi mestinya kampus adalah tempat yang diidam-idamkan bagi seluruh generasi penerus, karenan disini mereka bisa menuangkan apa yang mereka inginkan dan mereka pikirkan,” tutur Appi’, sapaan akrab Munafri Arifuddin.

Rektor Unibos Saleh Pallu, yang juga memberikan kata sambutan mengatakan, pikiran kritis itu adalah apabila seseorang atau mahasiswa dapat merespons suatu informasi dan menyelesaikan masalah tersebut.

“Generasi pelanjut mestinya menjadi mahasiswa yang mengikuti masa transisi. Masa dimana dapat mahasiswa memikirkan hal-hal yang lebih peka terhadap sekitar, masa dimana harus menuangkan ide,” kata Saleh Pallu. (ima)

---------
Baca juga:

Rocky Gerung: Jangan Hanya Full Pencitraan

HAM Selalu Dilihat dari Dua Sisi

Minimalisir Sikap Pesimis dan Kurang “Pede”


JAKARTA, (PEDOMAN KARYA). Keberhasilan sebuah negara dan masyarakatnya sangat ditentukan oleh kemampuan untuk menerima dan mengelola kemajemukan. Semakin masyarakat dapat mengelola kemajemukan dan perbedaannya, maka akan semakin matang pula kedewasaan sehingga mendorong inovasi yang mengarah pada kemajuan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan pada acara peresmian pembukaan Forum Titik Temu "Kerja Sama Multikultural untuk Persatuan dan Keadilan" di Hotel Double Tree Hilton, Jakarta, Rabu, 18 September 2019.

"Kemajemukan itu adalah sebuah kebutuhan karena kemajemukan akan membuat kita menjadi kaya imajinasi untuk berinovasi. Kemajemukan membuat kita akan semakin matang, akan semakin dewasa, dan kemajemukan itu akan menjadi satu bagian tak terpisahkan dari sebuah kemajuan ekonomi," kata Presiden.

Pada dasarnya, kemajemukan dan kemampuan suatu negara dalam memanfaatkan keterbukaan menjadi kunci bagi lompatan kemajuan. Presiden mengatakan, banyak contoh negara yang bertransformasi menjadi negara maju dengan kemajemukan tersebut, salah satunya Persatuan Emirat Arab (PEA).

Menurut Presiden, Indonesia bisa mengambil contoh dari Persatuan Emirat Arab (PEA) yang berhasil melompat menjadi sebuah negara maju karena sikap terbuka dan kemampuannya mengelola perbedaan.

"Empat puluh tahun yang lalu Uni Emirat Arab (PEA) merupakan negara yang tertinggal. Tingkat melek hurufnya rendah, budaya pendidikannya tertutup dan tradisional. Namun, Uni Emirat Arab sekarang menjadi negara yang sangat makmur dan maju," paparnya.

PEA diketahui juga tidak memiliki sumber daya alam sebanyak Indonesia namun dapat tumbuh menjadi negara maju dan modern. Saat bertemu dengan Syekh Mohamed (Putra Mahkota Abu Dhabi), Presiden Jokowi mencoba mencari tahu rahasia kemajuan negara tersebut.

"Menurut saya salah satu kunci utamanya adalah keterbukaan dan toleransi. Dan itu saya dapatkan langsung dari beliau, Syekh Mohamed. Bahkan tahun ini di sana menyebut sebagai Tahun Toleransi," tuturnya.

Kepala Negara menjelaskan, keterbukaan dan toleransi tersebut misalnya bisa terlihat dari keberanian mereka mengundang talenta-talenta besar dunia untuk menjadi pucuk pimpinan perusahaan dan tenaga ahli di negaranya, yang kemudian pada saatnya secara bertahap digantikan oleh warga asli PEA. Tak hanya itu, mereka juga berani mengundang puluhan rektor, dosen, dan guru-guru hebat dari perguruan tinggi dunia.

"Dengan kata lain, isu kemajemukan bukan semata-mata isu sosial atau politik. Penerimaan terhadap kemajemukan juga menjadi isu pembangunan ekonomi. Tanpa adanya penerimaan terhadap kemajemukan, tanpa adanya penerimaan terhadap anggota warga dengan latar belakang yang berbeda-beda, maka masyarakat tersebut akan menjadi masyarakat yang tertutup dan tidak berkembang," ucap Presiden.

Kepala Negara sendiri mensyukuri bahwa Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara terlahir dengan kemajemukan sejak awal berdirinya. Meski berbeda-beda, sambungnya, bangsa Indonesia memiliki semangat untuk bersatu dalam perbedaan sebagaimana semboyan negara, Bhinneka Tunggal Ika.

"Marilah kita kembalikan lagi kepada semangat berdirinya negara ini, yaitu Bhinneka Tunggal Ika, mampu mengelola kemajemukan di internal bangsa kita, bisa menjadi teladan, menjadi panutan dunia dalam merawat toleransi dan persatuan, dan juga berani terbuka untuk kemajuan bangsa," tandasnya.

Untuk diketahui, Forum Titik Temu merupakan tempat berkumpulnya masyarakat yang berorientasi pada gerakan kultural, diselenggarakan oleh Nurcholish Madjid Society, Jaringan Gusdurian, dan Maarif Institute. Acara ini digelar sebagai penegasan kebutuhan masyarakat Indonesia untuk terus bekerja sama dan berjalan beriringan dengan berpedoman pada Pancasila.(Red/DesWANI)

GOWA, (PEDOMAN KARYA). Wakil Bupati Gowa, Abdul Rauf Malaganni Karaeng Kio' terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gowa Periode 2018-2023, pada Musyawarah Kabupaten PMI Gowa Tahun 2019, di Baruga Tinggimae Rujab Bupati Gowa, Rabu, 18 September 2019.

Dipilihnya Wabup Gowa secara aklamasi ditunjukkan ketika Ketua PMI Gowa (periode 2013 - 2018) Abbas Alauddin, menjelaskan secara terbuka untuk tidak ikut mencalonkan dalam pemilihan kali ini.

Usai terpilih, Wabup Gowa dihadapan peserta musyawarah langsung meminta dukungan untuk terus bekerjasama dalam memajuka PMI dan mewujudkan cita-cita yang diharapkan bersama.

" Terimakasih ini hari yang bersejarah untuk saya karena dipercayakan memimpin PMI. Tentu kepercayaan ini akan kami laksanakan dengan baik, tapi tanpa bantuan dan kekompakan kita semua mustahil untuk bekerja secara maksimal," ungkap Krg Kio-sapaan akrabnya.

Dikatakan Abd Rauf, tugas berat yang akan dilaksanakan pada organisasi kemanusiaan ini yakni membangun markas untuk PMI Gowa namun sebelum itu pihaknya dan pengurus lain akan melakukan rapat kerja untuk perencanaan selama menjabat Ketua PMI lima tahun kedepan.

" Tantangan pertama kami yang menanti adalah membangun markas untuk PMI, insyallah kita akan jawab nanti sesuai harapan, tapi satu hal yang penting adalah senantiasa menjaga kebersamaan dan kekompakan agar selalu terpelihara demi PMI yang semakin maju," jelasnya.

Olenya pada kesempatan itu dirinya turut mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Ketua lama dan berharap, program kerja PMI yang terdahulu akan terus dilanjutkan bahkan ditingkatkan dan berusaha mewujudkan apa yang belum tercapai, salah satunya membangun markas PMI

" Pada saat periode beliau (Abbas Alauddin) saya menjabat sebagai Wakil Ketua I, tapi tidak terlalu aktif, semoga dengan ditunjuknya saya menjadi ketua kekurangan yang terdahulu bisa dimaksimalkan saat ini hingga lima tahun kedepan," harap Abd Rauf.

Sementara itu, Ketua PMI Sulsel, Adnan Purichta Ichsan sekaligus membuka musyawarah ini mengaku perlu berbangga karena musyawarah ini merupakan musyawarah pertama yang dihadiru usai dipilih sebagai Ketua PMI Sulsel menggantikan Alm Ichsan Yasin Limpo. Menurutnya PMI Gowa harus mampu menjadikan PMI ini sebagai terbaik dari PMI yang ada di kabupaten lainnya di Sulsel.

Karenanya, Adnan berharap pengurus yang baru nantinya mampu meningkatkan PMI Gowa dan bisa berkolaborasi antar anggota, relawan dan PMI Sulsel untuk mewujudkan cita--cita bersama dengan baik sesuai dengan ketentuan yang ada.

" Tugas berat PMI Gowa adalah nembangun markas PMI Kabupaten Gowa agar bisa bersaing dengan PMI lainnya,"  harapnya.

Pada musyawarah ini dipimpin oleh Wakil Ketua PMI Sulsel Rahmansyah, bersama Ketua PMI Gowa (2013-2018) Abbas Alauddin, perwakilan dari PMI Kecamatan Tinggimoncong dan Kecamatan Bontonompo.

Turut hadir Sekjen PMI Sulsel, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, para penanggungjawab PMI 18 Kecamatan, dan relawan PMI yang tersebar di Kabupaten Gowa.(Red/DesWANI)

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, menerima kunjungan Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar, Miyakawa Katsutoshi di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu (18/9).

Kedatangan ini terkait rencana pembangunan instalasi pembangkit sistem baterai hibrid atau storage system for RES Integration (micro grid) di Sulawesi Selatan.

Miyakawa datang bersama perwakilan dari Mitsubishi Denki dan Oriental Consultants. Mereka memaparkan contoh sistem baterai hibrid yang sukses digunakan di Pulau Oki Jepang. Sistem ini menggunakan kombinasi dari tenaga listrik dari sumber pembangkit matahari (solar), angin (wind), air (hydro) dan diesel. Sistem ini menghasilkan output yang besar dan cocok di pulau kecil.

Gubernur Nurdin Abdullah sendiri menyambut baik rencana ini. Apalagi di Sulsel terdapat sekira 319 pulau. Ia juga menilai bahwa keberpihakan kepada masyarakat pulau perlu menjadi perhatian serius.

Kekhawatirannya adalah bahwa selama ini pemenuhan kebutuhan listrik secara permanen di pulau-pulau di Sulsel belum terpenuhi. Baik itu air bersih dan listrik.

"Sebagai negara kepulauan tetapi kita belum berpihak pada masyarakat kita di pulau. Yang dekat dari kota Makassar saja masih kesulitan air bersih dan listrik," kata Nurdin Abdullah.

Bagi gubernur alumni Universitas Hasanuddin dan Kyushu University Jepang ini, bahwa listrik ini adalah faktor pendorong ekonomi. Sebagai kebutuhan dasar mereka dan juga untuk cold storage, menyimpang hasil tangkapan hasil laut mereka.

"Kalau tidak ada kulkasnya, cold storage. Hasil tangkapanya bagaimana bisa tahan. Ini yang menyebabkan mereka miskin, mereka menjual murah hasil tangkapan mereka," sebutnya.

Bagi Nurdin, pertemuan antara Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar, Pemerintah Jepang dan dunia profesional ini juga penting dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar warga kepulauan dari sisi kebutuhan listrik.

Bagi Nurdin, duplikasi keberhasilan di Jepang dapat diterapkan di Sulsel, banyak pulau tetap kebutuhan listrik dan air bersih belum terpenuhi.

Walaupun untuk tenaga solar (matahari) membutuhkan 1,2 hektare untuk menghasilkan 1 MW. Banyak pulau yang berukuran kecil, sehingga dengan sistem hibrid ini dapat dikombinasikan dengan pembangkit lain. Termasuk tenaga diesel yang sudah ada.

Untuk tahap awal akan dilakukan survei bersama di tiga pulau. Yaitu di Kondingareng Keke, Barang Lompo dan Barang Caddi.

"Kita survei, termasuk daerah yang akan digunakan untuk panel (surya). Sistemnya ini nanti pakai hibrid, betul-betul penghematan energi supaya cadangan tenaganya bisa disimpan, kendala kita lahan," paparnya.

Untuk ketiga pulau ini dengan jumlah penduduk masing-masing sekira 3.000an jumlah penduduk, kecuali, Barang Caddi yang lebih kecil. Total yang dibutuhkan sekira 3 MW.

"2020 buat sampel mulai dari Kondingareng, Barang Lompo dan Barang Caddi. Pakai sistem, yang akan dilakukan kombinasi," ujarnya.

Terungkap juga bahwa sistem ini lebih murah jika hanya dibandingkan menggunakan solar panel saja.

Nurdin prihatin, karena pulau-pulau yang indah tidak dapat dinikmati di malam hari. "Kita di Indonesia tidak menikmati pulau kalau malam, karena gelap gulita, Jepang mandi cahaya," sebutnya.

Bukan hanya tentang penyediaan air bersih dan listrik di tiga pulau ini tetapi juga pulau wisata seperti Pulau Lae-lae dan Samalona. Dengan sistem yang ada hanya selama ini listrik hanya tersedia dari jam 6-12 atau sekira 6 jam.

Ia juga menekankan bahwa listrik dan air bersih menjadi kunci perbaikan ekonomi. Sehingga tidak boleh ada perlakuan dengan berbeda kepada masyarakat pulau.

"Saya pingin itu mulai dari Sulsel. Kita tidak bicara mahal murahnya, ini kebutuhan dasar masyarakat," pungkas Nurdin.

Nurdin berharap hal ini akan berhasil. Dimulai dari Makassar dan bisa menjadi contoh untuk seluruh Indonesia.

Sementara itu dari Miyakawa Katsutoshi menyebutkan, kedatangan merupakan jawaban atas kekhawatiran Nurdin, atas kebutuhan listrik air dan bersih masyarakat pulau.

"Pada diskusi ini Mitsubishi Denki juga berminat melakukan survei dan mudah-mudah membuat proyek. Makanya kita kick-off meeting bagaimana bisa merealisasikan," jelasnya.

Oriental Consultants, Yamada Mitsukage menyebutkan sistem kombinasikan ini juga menghasilkan listrik yang stabil dan menghasilkan listrik tiga kali lipat.

"Kalau tidak dikombinasikan itu hanya bisa menghasilkan sekitar 4 Megawatt tetapi dengan teknologi dari Mitsubishi Denki. Itu dikombinasikan sedemikian rupa sehingga menghasilkan 11 megawatt," paparnya.

Camat Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar, Firnandar Sabara menyampaikan, program ini sangat dinantikan karena masalah utama di pulau adalah listrik dan air bersih.

"Kalau ada energi dari listrik, ekonomi masyarakat di pulau itu akan bertambah lagi. Dari sisi ikan itukan kita hanya 12 jam jalan tidak bisa ada pendinginan.  Otomatis ikan itu akan dijual murah biar bisa cepat (dijual). Dengan listrik juga banyak juga bisa dengan lisrtik pariwisata dan pengolahan budidaya," sebutnya.(Red/DesWANI)

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Menghadirkan pemerintahan yang terbuka, transparan, bersih dan melayani menjadi salah satu misi utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Nurdin Abdullah (NA). Dengan tata kelola pemerintahan terbuka yang partisipatif, maka akan hadir pemerintahan yang good governance, clean, dan open government.

Gubernur NA di berbagai forum menyatakan tekadnya untuk menghadirkan pemerintahan di Sulsel yang terbuka, transparan dan partisipatif sehingga rakyat ikut berkolaborasi dalam percepatan pembangunan, melibatkan masyarakat untuk melawan kemiskinan, pengangguran dan keterbelakangan.

Gubernur NA mengatakan bahwa menghadirkan tatakelola pemerintahan yang terbuka transparan dan inklusif tersebut tidak hanya pada level provinsi dan seluruh kabupaten/kota, akan tetapi termasuk menyasar tatakelola pemerintahan desa se-Sulsel sebagai pemerintah terdepan dan ujung tombak keberhasilan kinerja pemerintahan di Sulsel.

Kadis Kominfo Statistik dan Persandian Prov Sulsel, Andi Hasdullah dalam rilisnya, Rabu (18/09/2019) mengatakan bahwa kebijakan Pak Gubernur Nurdin Abdullah dalam keterbukaan informasi publik yang inklusif bersama pemerintah kab/kota dan seluruh desa di Sulsel siap untuk ditindaklanjuti dengan meluncurkan program keterbukaan informasi publik melalui peran dan fungsi PPID desa dengan standar layanan informasi publik sebagaimana diatur dalam Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2018 tentang Standar Layanan Informasi Publik Desa.

Hasdullah menambahkan, di triwulan akhir tahun 2019 akan melakukan bimbingan teknis untuk para kades dan sekdes yang melibatkan 1000 desa dari 2255 desa di Sulsel, selebihnya kita akan lanjutkan di tahun 2020 sehingga seluruh desa di Sulsel akan membentuk PPID desa yang bertugas untuk memberikan layanan info publik desa.

Kegiatan ini juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari upaya kita untuk mengawal dan memperkuat program pembangunan di desa, baik itu anggaran yang bersumber dari dana desa, program pemerintah pusat masuk desa, pemerintah provinsi masuk desa, kabupaten yang masuk kedesa. Bahkan program swasta masuk desa dan berbagai informasi pemerintahan desa lainnya.

Dalam program keterbukaan informasi desa ini kita akan mendorong para bupati, Diskominfo kabupaten, PPID kabupaten, camat dan instansi terkait lainnya untuk mengawal program ini melalui monev rutin dan berkelanjutan sampai dipastikan semua desa di Sulsel sudah melaksanakan layanan informasi desa melalui optimalisasi peran dan fungsi PPUD desa.

Hasdullah berharap program gerakan keterbukaan informasi desa ini dapat berjalan dengan baik dan maksimal dengan dukungan para bupati, camat dan para kepala desa dan ini menjadi salah satu program inovasi Diskominfo Sulsel karena gerakan keterbukaan informasi publik berbasis desa ini dimulai dari Sulawesi Selatan.

"Sebelum pelaksanaan program tersebut, saya Kadis Kominfo-SP akan melaporkan lengkap kepada gubernur NA, lanjut berkordinasi dengan para bupati dan instansi terkait lainnya, kemudian dalam acara itu akan dilakukan penandatanganan MoU antara KIP Pusat dengan Gubernur Sulsel dan para bupati terkait komitmen untuk keterbukaan informasi publik di Sulawesi Selatan,"pungkas Hasdullah.(Red/DesWANI)

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Kabupaten Bulukumba yang berjuluk Butta Panrita Lopi akan menghadapi pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 2020 mendatang bersama dengan beberapa kabupaten dan kota di Sulawesi selatan.

Beberapa figur juga sudah mulai menampakkan dan melakukan tahap sosialisasi ke masyarakat. Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang juga legislator DPRD Sulsel, Arum Spink berharap agar jalannya pilkada Bulukumba ke depan berjalan aman dan damai.

Ia berharap, para kandidat yang akan berkompetisi saling menjaga keharmonisan dan memegang prinsip sipakatau.

"Bulukumba adalah rumah kita, ikatan kekeluargaan dan kebersamaan di Kabupaten Bulukumba sangat kuat. Mari kita jaga itu", kata Arum Spink via telepon, Rabu, 18 September 2019.

Keberagaman yang ada di Bulukumba menurut Pipink sapaan akrab sang legislator ini adalah aset menuju kebesaran dan kejayaan Bulukumba ke depan.

"Bulukumba ini ibarat miniatur Indonesia yang unik dan indah. Apalagi memiliki penduduknya yang ramah dan petarung, makanya wajar jika banyak figur yang muncul untuk membangun dan memajukan kampung halaman (Bulukumba, red)", pukasnya.

Pipink menilai, isu timur barat msih selalu mengemuka di Bulukumba, padahal timur barat hanya soal geografis dan tata letak saja.

"Yang harus muncul adalah keadilannya tanpa harus melihat geofrafis. Kesejahteraannya buat semua yang tanpa tersekati bahasa dan budaya. Baik keadilan dan kesejahteraan adalah ide, flatform dan gagasan yang harus diperjuang dalam rumah kekitaan yang bernama Bulukumba itu, dan kesemua itu harus dimulai dari calonnya. Bukan calon malah yang memprovokasi apalagi miskin ide", tutup Pipink yang dikenal sebagai politisi bijak ini.(Red/DesWANI)

GOWA, (PEDOMAN KARYA). Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sulel yang juga Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan ikut ambil bagian menyumbangkan sekantong darahnya sekaligus memantau langsung gelar donor darah yang berlangsung di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Rabu, 18 September 2019.

Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian sesama yang rutin dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melalui Dinas Sosial Kabupaten Gowa.

Adnan mengatakan, Aksi donor darah ini sudah menjadi agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap tiga bulan dengan menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Makassar.

"Donor darah kali ini selain untuk menyehatkan tubuh kita, juga untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan darah, pasokan darah serta membantu PMI untuk menjaga stok darah agar kebutuhan darah di Sulawesi Selatan terpenuhi," jelasnya.

Kegiatan donor darah yang dilaksanakan di Gowa, tidak pernah sepi dari orang-orang yang mendonorkan darahnya secara sukarela.

"Kami tentu sangat bersyukur, masyarakat Gowa, memiliki kemauan yang tinggi untuk membantu sesamanya yang membutuhkan dengan mendonorkan darahnya," ungkap Adnan.

Ketua PMI Sulsel yang baru dilantik inipun berharap seluruh Kabupaten/Kota rutin melakukan aksi donor darah, karena kita harus menjaga kebutuhan stok darah di Sulsel agar insya Allah tidak ada lagi masyarakat kita tidak mendapatkan darah ketika membutuhkan darah.

Sementara Kepala Dinas Sosial Gowa, Syamsuddin Bidol mengatakan bahwa stok darah masih menjadi kebutuhan yang sangat diperlukan hingga saat ini. Baik di rumah sakit maupun di bank-bank darah yang tersebar.

"Kegiatan ini selain diikuti pejabat dan ASN Pemkab Gowa juga diikuti sejumlah aparag Kepoliasian Polres Gowa, Anggota Dandim 1409 Gowa, mitra kerja, dan dari elemen masyarakat," katanya.

Untuk target hari ini sekitar 100 lebih kantong darah dan pihaknya berharap dapat memenuhi seluruh kantong darah tersebut.

"Hari ini PMI menyiapkan 100 kantong darah. Dengan Melihat antusias pendonor hari ini kita pastikan dapat memenuhi kantong darah bahkan melebihi target awalnya," ujar Kadis Sosial Gowa.

Turut hadir dalam giat ini Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni, Dandim 1409 Gowa, Letkol Arh Muh Suaib dan Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H Muchlis. (Red/DesWANI))

Najamuddin Dg Serang


GOWA (PEDOMAN KARYA) Terkait Cuitan salah satu oknum RT dusun Lompokiti Desa Kampili Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, Sabtu malam 14/09/2019, membeberkan kalau dirinya dan kades Kampili sangat membenci dan menuding negatif profesi wartawan

Ujaran kebencian sang oknum RT berinisial DS diungkapkan di sejumlah warga disalah satu warkop di Desa kampili, dalam ciutannya ia bersama kadesnya jengkel serta menuding negatif profesi wartawan.

” Wartawan kerjanya hanya minta – minta uang bahkan di kantor desa kalau ada wartawan pak Kades juga jengkel kalau didatangi wartawan.” ucap DS dihadapan sejumlah warga yang berkunjung di warkop tersebut, ciutan oknum RT terdengar oleh awak media.

Namun ulah aparat Desa Kampili ini mendapatkan pembelaan dari salah satu anggota dewan dari Partai Persatuan Pembangunan Gowa, Ramli Rewa. Sangat di sayangkan anggota DPRD ini menantang wartawan untuk melaporkan ke ranah hukum. "Silahkan laporkan ke polisi nanti kita lihat, sampai dimana kemampuanmu", ucapnya yang ditirukan oleh Najamuddin Dg Serang

Hate Speech ini ditanggapi dingin Ketua Umum DPP GoWa-MO, Syafriadi Djaenaf. Penghinaan kemuliaan profesi wartawan tidak boleh dibiarkan. Mungkin saja oknum aparat desa rendahan sekelas RT bernama DS ini belum tahu kemuliaan profesi ini dan tidak mungkin mulutnya dibiarkan penuh kotoran kalau pendidikan atau jabatannya tinggi

Saya tidak habis pikir kalau seorang Ramli Rewa sebagai anggota DPRD yang background nya LSM melakukan pembelaan sejauh itu terhadap orang yang telah menghina profesi kami.

Kita akan menerima tantangan anggota dewan ini, sampai sejauh mana dia bisa melakukan pembelaan. Ini penghinaan terhadap salah satu profesi, jangan dicampur adukkan dengan politik, tidak semua masalah harus di masukkan ke ranah politik, Bos,"tutup "Pak Ketua" (sapaan akrab Daeng Mangka)

Sementara itu Ramli Rewa saat dikonfirmasi via telepon selularnya mengatakan hanya ingin memediasi agar persoalan ini tidak berlarut larut karena kebetulan oknum aparat desa bernama DS itu keluarga dengan saya, lagian juga kepala desa Kampili sudah meminta maaf secara terbuka,"ujar mantan Anggota Dewan PDIP Gowa ini.

Informasi terakhir dari wartawan yang menerima Hate Speech kalau sudah melaporkan masalah ini ke Polres Gowa, kita lihat saja nanti sampai dimana Ramli Rewa bisa membela keluarganya yang menghina profesi kami.(Red/DesWANI)

“Pengangkatan dan penempatan pejabat tidak melihat lagi latar belakang pendidikan. Ada kepala sekolah jadi camat, ada insinyur jadi kepala dinas pendidikan, ada sarjana kesehatan jadi lurah. Pokokna tidak beraturanmi,” kata Daeng Nappa’.






SAHKAN RANPERDA. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah berbicara pada Rapat Paripurna di Gedung DPRD Sulsel, Senin, 16 September 2019. DPRD Sulsel mengecahkan tiga Ranperda pada rapat paripurna tersebut.(int)



GOWA (PEDOMAN KARYA) - Kabupaten Gowa meraih terbaik pertama nasional pelaksanaan Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Program Kota Tanpa Kumuh (KotaKu) se-Wilayah 3, yang meliputi Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Penghargaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kepada Pemkab Gowa dan daerah pemenang lainnya diserahkan oleh Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, di Hotel Claro, Makassar, Selasa, 17 September 2019.

Kerja keras yang ditunjukkan Pemkab Gowa dan KotaKu melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di 14 kelurahan di Kecamatan Somba Opu dan Pallangga menuai hasil. Hal itu terbukti dari upaya dan usahanya mengubah kawasan kumuh menjadi kawasan permukiman yang bersih dan layak huni.

Penghargaan yang diserahkan langsung Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian PUPR RI, Didiet Arief Akhdiat, mengatakan Program Kotaku ini bertujuan untuk menuntaskan kekumuhan dengan menyediakan infrastruktur permukiman, dan meningkatkan kualitas permukiman yang layak huni dan berkelanjutan.

" Kami berharap Pemerintah kabupaten/kota untuk selalu bersinergi dalam menuntaskan kekumuhan di Indonesia, apalagi program KotaKu ini akan berakhir tahun 2022 sehingga dibutuhkan strategi untuk mewujudkan lingkungan yang layak huni berkelanjutan," jelasnya.

Ditempat yang sama, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasinya atas capaian Kabupaten Gowa dalam menuntaskan kekumuhan didaerahnya, terbukti dengan diperolehnya penghargaan dari Kementerian PUPR.

" Selamat kepada Kabupaten Gowa, kami Pemprov Sulsel sangat bangga dan mengapresiasi semangat Pemkab Gowa ini capaian yang luar biasa," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Gowa, Abdullah Sirajuddin sekaligus menerima langsung penghargaan tersebut mengaku sangat bersyukur. Menurutnya penghargaan yang diraih ini atas kerja sama dan kerja keras seluruh elemen satuan kerja yang berkolaborasi dengan Pemkab Gowa.

"Alhamdulillah ini berkat kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak khususnya Kotaku dan Pemkab Gowa dalam hal ini Pak Bupati dan Pak Wabup," ujarnya.

Dikatakan Abdullah, capaian ini sejalan dengan bukti nyata dilapangan, karena hingga saat ini program KotaKu terus berjalan untuk mempercepat penanganan kumuh perkotaan. "  Pastinya bukti nyata bahwa KotaKu di Gowa sudah berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, dan hasil ini juga tidak terlepas dari dukungan Bapak Bupati Gowa dan Pak Wabup yang selalu memberikan perhatian serta dukungan atas program ini, kami berharap capaian ini menjadi motivasi tersendiri untuk dapat dipertahankan bahkan jika perlu ditingkatkan," harapnya.

Terpisah, Koordinator KotaKu Wilayah 4 Sulsel (Gowa, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai dan Selayar), Nurliah Ruma mengatakan semua ini mampu diraih karena kerja keras tim korkot, BKM dan Pemkab Gowa di semua level dan sektor terkait.

"Yang terpenting prestasi ini ada karena support bapak Bupati dan Wakil Bupati Gowa juga bapak Sekkab Gowa terlebih proaktifnya masyarakat dalam melaksanakan program ini sebagai pelaku utama dalam mengikis dan menghilangkan kekumuhan di lingkungannya masing-masing. Komitmen bapak Bupati Gowa yang sangat luar biasa diapresiasi oleh pihak pusat dan pemerintah Provinsi Sulsel baik bapak Gubernur maupun Wakil Gubernur Sulsel," bebernya.

Dijelaskna Nurliah Ruma, efek dari program yang mengutamakan pemberdayaan masyarakat ini cukup tampak. Peran masyarakat sungguh antusias dalam mewujudkan keinginan melihat lingkungannya bersih dan tertata.

Dalam program yang mengantar Kabupaten Gowa meraih juara pertama se Indonesia karena menyangkut penilaian semua aspek termasuk administrasi, giat lapangan dan penggunaan anggaran.

"Saya kurang tau pasti bagaimana indikator penilaian pusat, tapi yang jelas Gowa juara. Setau saya Gowa itu mampu membangun komitmen dengan Pemerintah Kabupaten Gowa. Yang jelas saya katakan bahwa Kotaku Gowa itu tercepat penyerapan anggaran dan progres pekerjaan fisiknya di lapangan serta kelengkapan dokumen-dokumen data dan lainnya. Saya sangat bersyukur karena prestasi ini dan Kotaku Gowa tidak akan berhenti sampai disini. Saya berharap kekumuhan di Gowa betul-betul titik nol alias tidak ada kumuh lagi," tambah Nurliah.

Dalam program nasional ini, Kotaku Gowa tercatat sebagai salah satu dari 38 kabupaten/kota di 12 provinsi di Indonesia yang melaksanakan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Dari 38 daerah pelaksana itu, Gowa yang tertinggi capaian progres pelaksanaannya.(K.DesWANI)

SEMINAR INTERNASIONAL. Dr H Shamsi Ali Lc MA (Founder Nusantara Foundation, New York AS) tampil sebagai salah seorang pembicara pada “Seminar Internasional Komunikasi Islam, Komunikasi Islam di Dunia Digital”, di Balai Sidang Muktamar 47 Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Selasa, 17 September 2019. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)