Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita


“Iye’, ada banjir dan angin kencang yang merusak rumah warga dan berbagai fasilitas umum, dan juga menimbulkan korban jiwa. Ada juga bencana kebakaran, dan ada juga abrasi pantai,” timpal Daeng Tompo’.
“Untungna kita’ tinggal jauh dari pantai,” kata Daeng Nappa’. (ist)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Takalar melakukan sosialisasi dalam rangka pengerjaan proyek Pemasangan Bronjong dan Normalisasi Sungai Tana-tana, di Dusun Tana-Tana, Kelurahan Canrego, Kecamatan Polombangkeng Selatan, di Aula Kantor Lurah Canrego, Sabtu, 18 Januari 2020. (Foto: Hasdar Sikki / PEDOMAN KARYA)


Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman (QS Al-Baqarah/2: 278).


TUAI SOROTAN. Pemerintah Kabupaten Takalar seharusnya mendapat pujian karena ingin membangun rumah sakit bertaraf internasional di Kecamatan Galesong Utara, namun kenyataannya, Pemkab Takalar di bawah kepemimpinan Syamsari Kitta selaku bupati, justru menuai banyak sorotan. Inzet: Chalik Suang.


Wahai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebahagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebahagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji (QS Al-Baqarah/2: 267).


“Ada kodong bupati mati di kamar hotel?” kata Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat jalan-jalan pagi seusai shalat subuh berjamaah di masjid.
“Di hotel mana? Mati kenapai kodong?” tanya Daeng Tompo’.
“Ini bupati dari daerah kebetulan ada acara nahadiri di Jakarta. Malamnya dia nginap di hotel bersama seorang perempuan,” tutur Daeng Nappa’.


SEMINAR STUNTING. Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo (paling kiri) berbincang dengan Wakil Dekan I FKM UMI, M Ikhtiar (tengah), dan Anggota DPR RI Ashabul Kahfi, pada acara Seminar Nasional Kesehatan bertema “Stunting Ancaman Bonus Demografi”, di Auditorium Al-Jibra, Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Ahad, 12 Januari 2020. (ist)


HUT DHARMA WANITA. Ketua DWP UNM, Dra Sriyanti (kiri) menyerahkan kue kepada Rektor UNM Prof Husain Syam, pada acara Peringatan HUT ke-20 UNM, di Aula Pascasarjana UNM Jalan Bonto Langkasa, Makassar, Kamis, 16 Januari 2020. (ist)


PERUMAHAN NELAYAN. Bupati Takalar, Syamsari Kitta, meninjau perumahan nelayan, di Dusun Papanambea, Desa Lagaruda, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Selasa, 14 Januari 2020. (ist)


Banyak cara melakukan perampokan. Sebut saja, cara para cowboy zaman wildwest di Amerika. Berkomplot, berkuda, dekil, jarang mandi. Dengan predikat jago tembak dan kekejaman yang duillah, mereka menyerbu kota yang gersang dan berdebu. 


Rektor Unibos Prof Saleh Pallu (keempat dari kanan), dan Ketua IAI Sulsel Prof Gagaring Pagalung (keempat dari kiri) foto bersama pembicara seminar, di Gedung Lestari Kampus Unibos Makassar, Senin, 13 Januari 2020. (ist)

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu rusakkan sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti, seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia, dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah ia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir (QS Al-Baqarah/2: 264).



MELAYAT. Nurdin Abdullah selaku Gubernur Sulsel, didampingi Bupati Barru, Suardi Saleh, dan sejumlah pejabat, melayat ke rumah duka korban angin kencang dan banjir di Kabupaten Barru, Senin, 13 Januari 2020. (ist)




Senin, 13 Januari 2020


Nurdin Abdullah: Pak Wali Jangan Merasa Sendiri


-          Soal Angin Kencang dan Banjir di Parepare
-          Pemprov Sulsel Sudah Siapkan Anggaran Tanggap Darurat


PAREPARE, (PEDOMAN KARYA). Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, bersama Walikota Parepare, Taufan Pawe, melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana angin kencang dan banjir di Kota Parepare, Senin, 13 Januari 2020.

Saat melakukan peninjauan, Nurdin Abdullah, mengatakan kepada Taufan Pawe, bahwa Pemprov Sulsel hadir untuk 24 kabupaten dan kota se-Sulsel, termasuk untuk Kota Parepare.

“Saya kira apapun yang terjadi kita sinergi dan selalu bersama. Jadi Pak Wali jangan merasa sendiri, karena kami hadir,” kata Nurdin.

Mantan Bupati Bantaeng ini mengatakan, fenomena alam seperti angin kencang merupakan babak baru bagi Sulsel, karena yang diketahui hanya dua musim di Indonesia yakin musim hujan dan musim kemarau.

“Saya ingin sampaikan kepada kita semua para pemangku kebijakan, ini adalah babak baru bagi kita. Saya kira fenomena ini sama dengan di daerah lain. Konsentrasi air ini harus kita pecahkan di atasnya (di hulu, red),” kata Nurdin.

Apapun yang dikerjakan di hilir untuk mengatasi luapan air, katanya, tidak akan maksimal, jika tidak mengatasi mulai dari hulu.

“Saya jujur saja, apapun yang dikerjakan di hilir kalau kita tidak menjaga di hulu akan sulit, dan sangat perlu dilakukan konservasi. Karena air itu butuh jalan, butuh tempat, jadi air pasti akan mencari tempat yang paling rendah, dan ini adalah peringatan bagi kita semua,” urai Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Ia pun mengungkatpakan bahwa Pemprov Sulsel sudah menyediakan anggaran tanggap darurat bagi daerah-daerah yang mengalami bencana, dan karena itu pulalah, ia mengajak beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait, antara lain Kadis PUPR, Kadis Sosial, Kepala BNPB, Kadis Kominfo, serta Kepala Bagian Keuangan Pemprov Sulsel.

“Tapi kami berharap semua pemerintah hadir, untuk uang tanggap darurat, ada beberapa sumber pembiayaan, ada dari Dinas Sosial untuk perbaikan rumah, tinggal kita tunggu datanya,” kata Nurdin. (yat)