Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita


BANTUAN BENCANA. Ketua PMI Gowa yang juga Wakil Bupati Gowa, Abdul Rauf Malaganni (keempat dari kiri) melepas bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam Masamba, Kabupaten Luwu Utara, di Markas PMI Gowa, Sabtu, 18 Juli 2020. (ist)


BANTUAN BENCANA. Para guru olahraga se-Kecamatan Manggala, Kota Makassar, menggalang bantuan bagi korban banjir bandang di Luwu Utara. (Foto: Rusdin Tompo)




Ratusan Mobil Bantuan Antre Masuk Masamba

Sekitar seratusan kendaraan dari berbagai tipe antre menunggu giliran masuk ke Kota Masamba di Luwu Utara, sejak 15 Juli 2020 hingga kemarin. Mereka mengangkut bantuan dari berbagai organisasi dan kelompok masyarakat untuk korban bencana banjir Masamba.
Banyaknya bantuan untuk korban banjir bandang yang membawa pasir silika ke Kota Luwu Utara itu dinilai sebagai  partisipasi aktif masyarakat yang sangat baik dan perlu dikembangkan ke depan.
"Di sepanjang jalan tadi saya saksikan banyak antrean kemdaraan yang membawa bantuan. Ini sesuatu yang bagus. Budaya masyarakat kita gotong royong meringankan beban korban. Ini budaya yang harus dipertahankan dan dikembangkan," jelas Menteri Sosial Juliari Batubara di Masamba, Jumat 17 Juli 2020.
Menteri Sosial membawa bantuan dan meninjau pengungsi banjir bandang di Masamba bersama Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo. Mereka datang dalam waktu yang berbeda di Masamba.
Menteri Sosial memilih jalan darat menuju Masamba dari Bandara Buah di Luwu. Sedangkan Kepala BNPB naik helikopter bersama Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka, Kapolda Irjen Pol Mas Guntur Laupe, dan Kajati Firdaus Dewilmar.
Deretan mobil yang antre dengan tanda stiker dan spanduk yang bertuliskan bantuan untuk korban banjir Masamba menjadi pemandangan yang lanzim dari arah Palopo menuju Masamba.
Bantuan dari berbagai kelompok organisasi dan pemerintah itu dikumpul dan dikoordinir langsung Bupati Luwu Utara Inda Putri Indriani melalui BPBD setempat.(#)



Kemensos Serahkan Santunan Korban Banjir Bandang Luwu Utara

*Salurkan Bantuan Hingga Rp 2 Miliar

MASAMBA, PEMPROV SULSEL -- Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah mendampingi Menteri Sosial, Juliari P. Batubara dalam kunjungan kerjanya di Luwu Raya, Jumat, 17 Juli 2020. Di Kota Palopo ikut dalam kunjungan Mensos ke salah satu rumah penerima bansos Program Keluarga Harapan (PKH) sedangkan Luwu Raya meninjau warga yang terdampak di banjir bandang di pengungsian dan memberikan bantuan kepada korban di Kantor Bupati Lutra.

Hingga saat ini bantuan yang disalurkan kepada warga terdampak banjir di Masamba mencapai Rp 2 miliar, terdiri dari logistik, peralatan kebersihan dan santun korban meninggal. Bantuan Santunan Ahli Waris bagi 23 keluarga korban meninggal juga diserahkan Mensos.

"Ibu bapak sekalian tidak perlu ragu komitmen Presiden dalam mewujudkan negara hadir membantu warga di setiap bencana seperti di Luwu Utara ini," kata Mensos Juliari.

Selain memberikan bantuan berupa materiil, Kementerian Sosial juga menerjunkan tim layanan dukungan psiokososial (LDP) untuk memulihkan trauma pengungsi terutama anak-anak. Pemulihan secara psikososial ini sudah dilakukan sejak hari pertama bencana banjir terjadi.

"Jadi dukungan psikososial itu adalah kontak awal. Nah, bantuan psikososial dari sejak kejadian sudah datang. Kehadiran kita sebenarnya sudah memberikan penguatan," jelas Juliari.

Setiap tempat pengungsian terdapat satu pelayanan psikososial, dimana, bahwa anak-anak di usia mereka tidak tahu apa yang terjadi pada diri mereka.

Layanan ini penting untuk menghibur mereka, memulihkan psikisnya. Sebutnya, sehingga minimal bisa memberikan kekuatan kepada mereka di tengah kesulitan yang mereka alami dan juga trauma yang mereka alami dari bencana terjadi.

Mensos juga memastikan kebutuhan dasar seperti makanan terpenuhi dengan menyediakan makanan melalui Dapur Umum yang dikelola Taruna Siaga Bencana (Tagana).

"Saya perintahkan Tagana memasak secara maksimal. Saya memastikan Dapur Umum terus menyediakan makanan," imbuhnya.

Ia terjun langsung meminta ke lokasi memastikan kebutuhan apa saja yang mendesak bagi masyarakat.

Terutama juga bantuan bagi korban meninggal dunia. Dikutip dari lama website Kementerian Sosial. Juliari P. Batubara menyebutkan bahwa semua korban banjir bandang harus tertangani termasuk korban yang meninggal dunia. Untuk itu, semua ahli waris korban meninggal dunia mendapatkan santunan masing-masing sebesar Rp 15 juta.

"Semua ahli waris korban akan mendapatkan santunan sebesar Rp 15 juta. Data sementara yang meninggal dunia yang telah diketemukan sebanyak 23 orang," kata Mensos Juliari.

Untuk mempercepat proses pemberian santunan, Juliari meminta pemerintah daerah secepatnya mendata, memverifikasi dan melalukan validasi ahli waris.

Verifikasi dan validasi dari pemerintah setempat, jika telah dinyatakan clear, terconfirm melalui bukti dokumentasi surat, maka akan terproses dengan cepat.

Mantan ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) dua periode ini menambahkan, sudah menyetok bantuan tambahan untuk korban banjir khususnya untuk anak-anak. Ia mengatakan pengungsi anak-anak membutuhkan asupan khusus yang berbeda dengan orang dewasa.

Kebutuhan tersebut seperti popok, selimut, kasur, yang paling penting saat ini adalah makanan.

Jumlah bantuan yang disalurkan senilai lebih dari Rp 2 miliar rupiah terdiri dari bantuan Rp 64,4 juta rupiah yang telah tersedia sejak tanggal 25 Juni, bantuan tambahan senilai Rp 70,5 juta rupiah pada tanggal 14 Juli, santunan kematian untuk 23 orang senilai Rp 345 juta rupiah, bantuan perlengkapan kebersihan senilai Rp 500 juta rupiah dan bantuan logistik tanggap darurat senilai Rp 1,02 miliar.

Seperti diketahui, bencana banjir besar yang menghantam wilayah Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan pada Senin, 13 Juli 2020, sekitar pukul 20.00 WITA itu telah menyebabkan ribuan warga terdampak.

BPBD setempat mencatat Rabu sore (15/7), pasca banjir sebanyak 156 KK (655 jiwa) mengungsi dan 4.202 KK (15.994 jiwa) terdampak. Sedangkan kerugian material tercatat 4.930 unit rumah terendam, 10 unit rumah hanyut, 213 unit rumah tertimbun pasir bercampur lumpur, 1 kantor Koramil 1403-11 terendam air dan lumpur ketinggian 1 meter, jembatan antar desa terputus, serta jalan lintas provinsi tertimbun lumpur setinggi 1 hingga 4 meter.

BPBD Kabupaten Luwu Utara dan instansi terkait juga telah melakukan upaya penanganan darurat, seperti evakuasi dan pencarian korban, mengkaji cepat kebutuhan, penanganan penyintas dan operasional pos komando.

Di samping itu, alat berat berupa 4 unit eksavator dikerahkan untuk membersihkan lumpur di Kecamatan Masamba, dan 6 unit di Kecamatan Baebunta.

Banjir bandang disebabkan hujan dengan intensitas tinggi sejak dua hari terakhir sebelum bencana. Hujan itu menyebabkan Sungai Rongkong, Sungai Meli dan Sungai Masamba meluap hingga terjadi banjir tanah longsor di beberapa desa dalam wilayah kabupaten itu yang membuat pemukiman penduduk, lahan pertanian, dan fasilitas umum serta fasilitas sosial terendam banjir disertai lumpur.(*)



Ustadz Abdullah Renre Jelaskan Hewan Qurban pada Jumat Ibadah di Gowa

Humas Gowa-----Jelang Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijjah 1441 Hijriah yang jatuh pada tanggal 31Juli 2020 mendatang, Ustad Dr KH Abdullah Renre MA menyampaikan mengenai kurban yang identik dengan perayaan tersebut.

Hal itu dikatakannya saat menjadi penceramah pada Pencerahan Qalbu Jumat Ibadah yang dilakukan Pemkab Gowa melalui via zoom di Peace Room A'Kio, Jumat (17/7).

Ustad yang juga dosen UIN Alauddin mengatakan udhiyah disebut juga kurban yang merupakan apa yang disembelih pada hari penyembelihan untuk disedekahkan kepada fakir miskin, dinamai dengan itu karena dilakukan pada hari adha dan waktu dhuha.

Menurutnya udhiyah dan memberikan bantuan sosial sebaiknya dibedakan meskipun dalam islam berbagi kepada saudara yang terkena musibah sangat dianjurkan.

"Dalam Islam ada atau tidak ada musibah udhiyah tetap terlaksana, sehingga jika melakukan udhiyah dan bansos lebih baik dibedakan tetapi tidak ada salahnya saat memberikan bantuan sosial kepada saudara yang terkena musibah udhiyah itu bisa diikutkan," ungkapnya.

Pada kesempatan itu dirinya juga mengingatkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan selalu menggunakan masker hingga menjaga kebersihan diri karena Islam selalu mengajarkan mengenai kebersihan.

"Dimasa pandemi ini protokol kesehatan saat penting, jadi tetap jaga jarak dan menggunakan masker serta selalu cuci tangan," ungkapnya.

Ia berharap apa yang menjadi syariat islam untuk selalu ditatati, dijalani dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.(JN)




[13/7 19:44] +62 823-4576-0383: Maaf koreksi...🙏🙏
Bkn RSUD Tipe D Pratama Polongbangkeng Utara Kab. Takalar tetapi RSUD Tipe D Pratama Kab. Takalar..🙏🙏🙏
[13/7 19:44] +62 823-4576-0383: Kabupaten Takalar Resmi Punya RSUD Baru

Humas, 13 Juli 2020
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D kini hadir untuk melayani warga Kabupaten Takalar. Bupati Takalar H. Syamsari,S.Pt.MM meresmikan RSUD tipe D Pratama Kabupaten Takalar, yang dulunya merupakan puskesmas Kecamatan Polongbangkeng Utara. Senin (13/7/2020) pagi.

Dengan mengenakan seragam ASN, H. Syamsari ditemani Wakil Ketua DPRD Kab. Takalar, Dirut RSUD Tipe D serta Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Ia secara simbolis menandatangangi prasasti dan menggunting pita di depan pintu Utama RSUD tipe D Pratama Kabupaten Takalar.

RSUD Tipe D ini dinahkodai oleh drg. Ihyana Malik selaku dokter gigi Ahli Madya pada RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle Kab. Takalar yang diberi tugas tambahan sebagai Direktur RSUD tipe D Pratama Kab. Takalar.

H. Syamsari mengatakan, hadirnya RSUD tipe D ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar dalam memberikan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada warganya.

"Dengan adanya RSUD ini, tindakan preventif dan kuratif langsung di tengah-tengah masyarakat. Artinya, sudah jadi kewajiban pemerintah meningkatkan kualitas derajat kesehatan masyarakat."katanya.

Bupati inovatif ini juga menjelaskan bahwa RS ini dirancang karena pemerintah ingin mengurai pasien yang tadinya berkumpul di RSUD H. Padjonga Dg.Ngalle yang juga ditunjuk sebagai rujukan penyangga untuk penyakit penyebaran covid  19. Olehnya itu, Pemerintah dibantu dengan Dinas Kesehatan untuk mempercepat pendirian RS ini.

"Kita berupaya membagi yang sifatnya sakit ringan bisa diarahkan ke RSUD tipe D sehingga tidak menumpuk. Kita berharap RSUD H. Padjonga Dg.Ngalle dan RSUD tipe D ini akan menjadi terdepan dalam rangka tindakan kuratif."harapnya.

Di akhir sambutannya, H. Syamsari mengatakan bahwa warga tidak perlu repot jauh-jauh berobat ke RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle. Cukup ke RSUD tipe D yang lokasinya dekat dengan rumah. Warga sudah bisa berobat ke RSUD Tipe D ini jika sekadar penyakit ringan.

Sementara itu,  Dirut RSUD tipe D drg. Ihyana Malik menjelaskan bahwa
Maksud Pemerintah dalam mewujudkan RSUD tipe D ini untuk lebih mendekatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

"Dengan terwujudnya RS ini, semoga kami bisa melaksanakannya dengan baik, dapat berjalan sesuai dengan visi dan misi RSUD tipe D dengan simbol gambar jantung, palang  dan daun yang mengartikan denyut kehidupan,  kesehatan yang akan kami optimalkan ke masyarakat serta memberikan kesejukan kepada pasien untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal dalam mendukung kehidupan yang berkualitas."jelas Dirut RSUD tipe D Ihyana Malik.

Diharap visi RSUD tipe D ini akan mendukung kebijakan daerah untuk menjadikan kabupaten Takalar sebagai kabupaten sehat.

Dalam acara juga dirangkaikan dengan penyerahan surat izin Operasional RSUD  Tipe D Pratama Kab. Takalar yang diserahkan oleh Wakil Ketua DPRD Takalar H. Jabir Bonto,SE kepada Dirut RSUD Tipe D Pratama.



Adnan Sambut Positif Langkah PH Batara Cinema Produksi Film 'Kesultanan Gowa'

Humas Gowa----Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyambut positif langkah Production House (PH) Batara Cinema atas rencananya akan memproduksi film mengenai Sultan Hasanuddin dengan judul film " Kesultanan Gowa 1667, Pasukang Patampuloa" yang kebanyakan lokasinya di Kabupaten Gowa.

Hal itu disampaikannya saat menerima audiens PH tersebut di Ruang Rapat Kantor Bupati Gowa, Senin (13/7).

"Kami pastinya mengapresiasi karena selain lebih mengenalkan pahlawan kita Sultan Hasanuddin, juga secara tidak langsung akan mempromosikan Kabupaten Gowa karena nantinya termasuk salah satu lokasi shooting pembuatan," ungkapnya.

Sementara ituperwakilan Batara Cinema Production House, Wandi Dg Kulle mengatakan pihaknya akan mulai memproduksi film tersebut pada Agustus mendatang.

"Kami terlebih dahulu meminta izin ke pak Bupati untuk melakukan shooting. Untuk Gowa kami akan melakukan proses shooting di Bollangi dan di Air Terjun," ungkapnya.

Dijelaskan Wandi, alur cerita film ini akan mengangkat sejarah Sultan Hasanuddin di tahun 1667 atau usai melakukan perjanjian bungaya.

Ia berharap melalui film ini, akan mengangkat sejarah, budaya, pariwisata di Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Gowa.(NH)



Kapolri: Gowa Sahuti Gerakan Sejuta Masker

JAKARTA, ----Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, tak henti-hentinya menyebut Pemkab Gowa dalam setiap kunjungannya di sejumlah daerah di Indonesia.

Paling anyar, saat melakukan melakukan rapat kerja (Raker) dengan komisi II DPR RI, Senin 13/7, Tito kembali menyebut Gowa, sebagai salah satu daerah yang telah melakukan Gerakan Sejuta Masker.

"Saya telah mendorong semua daerah di Indonesia untuk secara masif melakukan pembagian masker dalam rangka memutuskan penyebaran Covid-19. Dan Gowa telah menyahuti imbauan itu dengan melakukan gerakan sejuta masker," ujar Tito.

Tito tidak peduli dengan anggapan banyak orang yang menghubung-hubungkan pembagian masker secara masif dengan Pilkada. Menurutnya, mendorong masyarakat menggunakan masker jauh lebih penting agar Covid-19 tidak berkembang lagi.

Karena itu, setiap kali dirinya melakukan kunjungan ke daerah-daerah, selalu Gowa menjadi contoh dalam melakukan gerakan pembagian masker ke masyarakat. (**)