Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

 



PEDOMAN KARYA

Ahad, 27 Desember 2020


KALAM



Kami Telah Menaati Para Pemimpin Kami



Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, "Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul."

Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar."

(QS 33 / Al-Ahzab: Ayat 66-68)


Lomba Festival Hari Ibu yang diadakan Komunitas Anak Pelangi (K-apel), di Parangtambung, Makassar, Selasa, 22 Desember 2020, membuat beberapa peserta tak kuasa menahan tangis saat membacakan puisi bersama ibunya. Bahkan ada anak yang sempat berhenti membaca puisi dan langsung memeluk ibunya. (ist)


 

 

-----

Sabtu, 26 Desember 2020

 

 

Lomba Baca Puisi Berpasangan, Ibu dan Anak Malah Nangis di Panggung

 

 

-         K-Apel Bikin Festival Hari Ibu di Makassar

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Lomba Festival Hari Ibu yang diadakan Komunitas Anak Pelangi (K-apel), membuat beberapa peserta tak kuasa menahan tangis saat membacakan puisi bersama ibunya. Bahkan ada anak yang sempat berhenti membaca puisi dan langsung memeluk ibunya.

Penonton yang menyaksikan lomba bertema “Meraih Kasih Ibu dalam Berbagi Cinta Kepada Sesama” itu pun dibuat terharu. Bukan hanya penonton, dewan juri juga mengaku ikut terbawa suasana penuh emosional itu. Mata mereka berkaca-kaca.

“Lomba ini memang sengaja dirancang untuk memperkuat kedekatan emosional antara anak dengan ibunya. Momen Hari Ibu dipilih agar anak memberikan persembahan spesial, menunjukkan cinta dan sayangnya kepada ibunya,” papar founder K-apel, Rahman Rumaday, dalam sambutannya di hadapan peserta dan warga Jalan Dg Jakking, Kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Makassar, Selasa, 22 Desember 2020.

Lomba yang dikelola sendiri oleh anak-anak K-apel ini, menunjukkan keberhasilan komunitas tersebut dalam melakukan pembinaan.

Ketua Panitia Festival Hari Ibu ini adalah Anggraeni, siswa SMA YP PGRI 1 Makassar. Panitia bersama anak-anak lainnya mampu mengorganisir kegiatan, menunjukkan bakatnya dalam bidang seni, dan mendorong partisipasi warga.

“Semua kegiatan ini ditangani langsung oleh anak-anak dan mendapat dukungan warga,” ungkap lelaki yang akrab disapa Bang Maman itu.

Misalnya, kata Maman, panggung yang digunakan peserta lomba bukan dirancang khusus untuk kegiatan festival. Tapi pelaminan atau lamming yang belum dibongkar setelah pesta perkawinan dilangsungkan sehari sebelumnya.

Karena itu dekorasi panggung tampak jelas serupa dengan hiasan hajatan perkawinan. Dia cuma meminta izin kepada empunya pesta untuk meminjam dan melanjutkan penggunaan panggung pelaminan tersebut.

Rusdin Tompo, pemerhati isu anak, mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh K-apel ini.

Penyair dan penulis buku itu mengakui bahwa puisi mampu menggugah orang karena ditulis dari lubuk hati paling dalam, apalagi puisi karya sendiri seorang anak kepada ibunya, pasti merupakan bentuk ekspresi cinta dan tanda hormatnya kepada orang tua.

“Lomba ini unik, karena jarang ada lomba membaca puisi bersama oleh ibu dan anak. Biasanya, anak-anak membaca puisi sebagai peserta, yang disaksikan oleh orang tuanya,” kata Rusdin yang diundang sebagai Dewan Juri bersama Ibu Shinta, guru SMA Negeri 8 Makassar.

Sejumlah peserta mengaku senang karena mereka berkesempatan tampil di depan warga bukan semata-mata untuk meraih juara tapi untuk membangun kebersamaan.

Selain anak-anak, peserta lomba yang diadakan K-apel ini ada yang merupakan pasangan suami istri, ada juga yang sudah berusia di atas 60 tahun. Peserta dari kalangan orang tua ini malah tampak lebih bersemangat menunjukkan kebolehannya. Mereka juga mengaku berlatih mempersiapkan diri sebelum hari “H” perlombaan.

“Seumur hidup saya baru pertama kali tampil di atas panggung ikut lomba,” aku Daeng Memang salah seorang peserta lomba toeng.

Toeng merupakan kegiatan ibu saat meninabobokan anaknya dalam budaya Sulawesi Selatan. Lomba ini untuk mengingatkan peserta akan masa kecilnya, sekaligus untuk mengaktualisasikan lagi budaya Bugis-Makassar yang penuh nilai-nilai petuah itu.

Selain lomba membaca puisi berpasangan ibu dan anak, serta dan lomba toeng, K-apel juga mengadakan lomba Lomba Mewarnai (anak TK), Lomba Menulis Surat untuk Ibu (SD-SMA), Lomba Menulis Surat untuk Suami, Lomba Dongeng (kategori SD-SMP), Lomba Fashion Show Ibu dan Anak, serta Lomba Fashion Show Berpasangan Suami dan Isteri. (ima)

 

Founder K-Apel, Rahman Rumaday (duduk paling kanan) foto bersama dewan juri Rusdin Tompo (duduk paling kiri), dan Ibu Shinta (guru SMA Negeri 8 Makassar, duduk di tengah), dan tiga pasangan peserta lomba Festival Hari Ibu, di Jl. Daeng Tata 3, Lr. 8, Makassar, Selasa, 22 Desember 2020. (ist) 

 

 

 

 

-------

Sabtu, 26 Desember 2020

 

 

Surat Cinta untuk Suami di Hari Ibu

 

 

-         K-Apel Bikin Festival Hari Ibu

-         Ibu-ibu Berlomba Bikin Surat untuk Suami

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Banyak cara yang bisa dilakukan guna memperingati Hari Ibu, pada setiap tanggal 22 Desember, dan Komunitas Anak Pelangi (K-Apel) memilih mengadakan Festival Hari Ibu, di Jl Daeng Tata 3, Lr.8, Makassar, Selasa, 22 Desember 2020.

Cukup banyak lomba yang mereka adakan, yaitu Lomba Baca Puisi Berpasangan Ibu & Anak (karya sendiri), Lomba Mewarnai (anak TK), Lomba Menulis Surat untuk Ibu (SD-SMA).

Juga ada Lomba Menulis Surat untuk Suami, Lomba Dongeng (kategori SD-SMP), Lomba Toing (Dongeng menidurkan anak budaya Bugis-Makassar), Lomba Fashion Show Ibu dan Anak, serta Lomba Fashion Show Berpasangan Suami dan Isteri.

Khusus lomba menulis surat untuk suami, beberapa isteri pun berpartisipasi dengan mengirimkan karyanya.

“Yang ikut lomba menulis surat cinta untuk suami, semuanya ibu-ibu binaan K-Apel yang ada di Parangtambung (Makassar),” jelas Rahman Rumaday, kepada Pedoman Karya, Sabtu, 26 Desember 2020.

Setiap peserta, katanya, menulis dua rangkap Surat Cinta untuk Suami. Satu rangkap dimasukkan ke dalam amplop dan diserahkan kepada panitia lomba, serta satu rangkap diberikan langsung kepada suami masing-masing.

 

Saya Menginginkan Kamu Tidak Mudah Emosi

 

Salah seorang peserta dalam suratnya menulis seperti ini; “.... yang saya inginkan darimu, saya menginginkan kamu tidak mudah emosi dan marah, tidak suka membohongi istri, tidak egois, terbuka pada istri, membuat istri merasa penting dan dihargai, tidak menindas istri, tidak pemalas dan mengerti dengan tanggung jawab, karena hal inilah yang akan menjaga rumah tangga kita.

Saya ingin kamu berubah sikap, terutama tanggung jawab sebagai suami kepada istri dan sebagai bapak kepada anak-anaknya. Mudah-mudahan kedepannya rumah tangga kita bahagia. Tidak ada lagi pertengkaran. Lupakan yang telah berlalu. Mengeluh  hanya membuat hidup kita semakin tertekan dan berantakan. Saya ingin kamu juga sadar, bukan karena saya diam lalu kamu pikir saya baik-baik saja.”

 

Buatlah Aku Jatuh Hati Lagi Padamu

 

Peserta lain menulis seperti ini, “Sayangku.. Aku bertemu denganmu karena Allah. Aku jatuh hati padamu karena Allah. Aku memilihmu karena Allah. Dan aku mencintaimu juga karena Allah. Buatlah aku untuk jatuh hati lagi dan lagi padamu di setiap harinya. Bukan, bukan hanya dengan kemesraan aku dan kamu. Tapi, kemesraan dengan aku, kamu, dan Allah. Kemesraan itulah yang membuatku jatuh hati lagi dan lagi padamu.

Jika aku membuatmu marah, aku mohon.. Jangan sampai kemarahanku itu membuatku membentakmu hingga raut wajahmu berubah, karena itu akan membuat para bidadari surga murka padaku dan akan mengambilmu dari sisiku. Sungguh, itulah hal yang paling aku takuti. Itulah hal yang paling aku cemburui. Kau tahu mengapa, suamiku?  Iya, karena aku ingin terus bersamamu, bukan hanya di dunia saja, tapi juga di akhirat. (ima)

KERJASAMA. Acara wisuda UIT Makassar, di Hotel Claro, Rabu, 23 Desember 2020, diisi penandatanganan kerjasama UIT Makassar dengan Universitas Muslim Maros (UMMA), Pemkab Takalar, Dewan Pimpinan Wilayah Jurnalis Online Indonesia (JOIN), Napoleon Hill Foundation Indonesia, serta Rilis MoU UIT dengan Bursa Efek Indonesia Sulsel. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)


-------

PEDOMAN KARYA

Jumat, 25 Desember 2020

 

 

Anggota DPR RI Puji Rektor UIT Makassar pada Acara Wisuda 734 Sarjana

 

 

-         Akan Buka S3 Kesmas dan S3 Adiminstrasi Publik

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Anggota DPR RI Dapil Sulsel 1, yang juga pendiri Yayasan Indonesia Timur, H Haruna, memuji Rektor Universitas Indoneia Timur (UIT) Makassar, Dr Andi Maryam, pada acara wisuda 734 sarjana, di Hotel Claro, Makassar, Rabu, 23 Desember 2020.

“Saya mengapresiasi kinerja Rektor UIT, Dr Andi Maryam. Patut dibanggakan karena mampu mengangkat nama UIT terbaik mendapat penghargaan sebagai Perguruan Tinggi dengan Peningkatan Kinerja Tertinggi Tahun 2020, dalam ajang LLDikti Wil IX Award,” ungkap Haruna.

Hal itu ia kemukakan melalui fasilitas zoom dari Jakarta dan sekaligus menyampaikan permohonan maaf tidak bisa hadir secara langsung dalam acara wisuda karena faktor keehatan.

“Mohon maaf saya tidak bisa hadir secara langsung karena faktor kesehatan,” kata Haruna, seraya menambahkan bahwa Yayasan Indonesia Timur berencana membangun pesantren dan rumah sakit yang berlokasi di Kabupaten Gowa.

Rektor UIT Makassar, Andi Maryam, dalam laporannya menyebutkan bahwa alumni yang diwisuda sebanyak 734 orang sarjana dari 21 Program Studi.

“Lulusan ini merupakan salah satu bentuk perwujudan bentuk tanggung jawab Universitas Indonesia Timur kepada bangsa dan negara Indonesia dan sekaligus merupakan wujud karya UIT,” kata Maryam.

Dia mengatakan, berdasarkan data yang mereka terima, sebanyak 95 persen dari seluruh alumni UIT Makassar telah mengabdikan ilmu yang mereka peroleh pada instansi-instansi pemerintah maupun swasta yang menyebar di berbagai daerah di Sulawesi Selatan daan provinsi lain.

Andi Maryam juga mengemukakan beberapa capaian UIT Makassar, antara lain telah terakreditasi 18 Prodi selama kurung waktu dua tahun terakhir, terdiri atas 15 Prodi Terakreditasi B, dan tiga Prodi Terakreditasi C.

“Berdasarkan klasterisasi Pendidikan Tinggi Tahun 2020, UIT Makassar secara nasional berada pada urutan ke-467 yang termasuk dalam Klaster 4, di mana tahun sebelumnya UIT masih pada urutan 1072,” sebut Maryam.

 

S3 Administrasi Publik dan S3 Kesmas

 

Rektor UIT menargetkan membuka Program S3 Administrasi Publik, dan Program S3 Kesehatan Masyarakat (Kesmas), termasuk perubahan nomenklatur D3 Analis menjadi Ahli Teknologi Laboratorium Medik, D4 Kebidanan menjadi Sarjana Terapan Kebidanan.

“Tahun 2021, UIT akan segera melaksanakan Akreditasi Institusi dan mengembangkan kerjasama dengan industri untuk Aplikasi Kampus Merdeka dengan Magang Industri,” kata Maryam.

Rektor UIT pada kesempatan itu juga memberikan penghargaan khusus kepada Dewan Pembina Universitas Indonesia Timur, Prof Budi Djatmiko, yang telah membuka akses kesempatan kepada UIT Makassar mengikuti berbagai kegiatan pada tingkat nasional.

Penghargaan khusus juga diberikan diberikan kepada Kepala LLDikti Wilayah IX, Prof Jasruddin, atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada UIT Makassar berupa kemudahan dan koordinasi dan penyelesaian masalah-masalah UIT, dan juga peningkatan kualitas UIT Makassar menjadi lebih baik.

“Sebagai rektor, saya akan terus terbuka terhadap berbagai pemikiran cerdas dari seluruh sivitas akademika dan para alumni UIT Makassar, termasuk saudara yang diwisuda pada hari ini, demi masa depan UIT yang lebih baik,” kata Maryam.

 

Kerjasama dan Penghargaan

 

Acara wisuda diisi orasi ilmiah oleh Prof Budi Djatmiko, penandatanganan kerjasama UIT Makassar dengan Universitas Muslim Maros (UMMA), Pemkab Takalar, Dewan Pimpinan Wilayah Jurnalis Online Indonesia (JOIN), Napoleon Hill Foundation Indonesia, serta Rilis MoU UIT dengan Bursa Efek Indonesia Sulsel.

Selain itu, UIT Makassar juga menyerahkan cendera mata kepada wisudawan terbaik tingkat universitas, atas nama Lusia Dinding (Fakultas Pertanian), Muhammad Asis (Fakultas Hukum), dan Hastuti (Fakultas Ekonomi).

Cendera mata juga diberikan kepada dosen berprestasi, diwakili Ucok Sinaga SKom MT (Fakultas Komputer) dan Dewi Isnaeni SSi MKes (Fakultas Farmasi), Tenaga Kependidikan Kinerja Terbaik diwakili Muhammad Arsyad SPdI MM (Kepala PDPT) dan Badriani Badawi SST MKes (Sekretaris Rektor Bagian Administrasi).

Pejabat struktural dengan kinerja tinggi diwakili keluarga Almarhum Prof Arafah Pettenreng (mantan Dekan Fakultas Hukum), Rahmawati SPd MSc (Ketua LPPM), dan Muhammad Yunus (Ketua Prodi S1 Ilmu Administrasi). (zak)


WISUDAWAN TERBAIK. Ketua STIMLash Jaya Makassar, Dr Hernita Sahban (paling kiri) foto bersama Ketua Pendiri STIMlash Jaya, Dr Sahban Liba (paling kanan) dan tiga wisudawan terbaik yang didampingi wali masing-masing, pada acara wisuda, di Kampus STIMLash Jaya, Jl Abdullah Dg. Sirua, Makassar, Sabtu, 19 Desember 2020. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)




------

PEDOMAN KARYA

Kamis, 24 Desember 2020

 

 

Mahasiswa STIM Lasharan Jaya Makassar Hanya Bayar Rp700 Ribu Per Semester

 

-         Dari 209 yang Diwisuda, 52 Orang Penerima Beasiswa

-         Tahun 2021, Buka SMA Islam Lasharan Jaya di Pallangga, Gowa

-         Akan Buka S2 Manajemen dan Kewirausahaan

-         Jamila Wisudawan Terbaik dengan IPK 3,88

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan (STIMLash) Jaya Makassar mewisuda sebanyak 209 alumninya di Kampus STIMLash Jaya, Jl Abdullah Dg. Sirua, Makassar, Sabtu, 19 Desember 2020.

Dari 209 alumni yang diwisuda tersebut, terdapat 52 orang penerima beasiswa, yakni 17 orang penerima Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) dan 35 orang penerima beasiswa yayasan.

“Yang dimaksud penerima beasiswa yayasan yaitu mahasiswa reguler unggulan yang kami bina dengan kedisiplinan penuh dan diberikan keterampilan-keterampilan yang nantinya diharapkan akan mereka gunakan pada saat sudah masuk ke dunia yang sesungguhnya. Jadi mereka bebas dari pembayaran SPP tiap semesternya, hanya membayar kurang lebih Rp700 ribu per semster,” papar Ketua STIMLash Jaya Makassar, Dr Hernita Sahban SE MM, dalam sambutannya pada acara wisuda tersebut.

Dia menjelaskan, meskipun hanya memiliki satu program studi, yakni Ilmu Manajemen, namun mahasiswa dibagi ke dalam empat konsentrasi, yakni Manajemen Sumber Daya Manusia (Manajemen SDM), Manajemen Pemasaran, Manajemen Keuangan, dan Manajemen Perbankan.

“Saat ini STIM Lasharan Jaya Makassar telah memiliki enam dosen yang berpendidikan S3 atau doktor, baik lulusan perguruan tinggi dalam negeri, maupun perguruan tinggi luar negeri,” kata Hernita.

Perguruan tinggi tempat para dosen trsebut meraih gelar doktor yaitu Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, dan Univeritas Utara Malaysia.

Bidang ilmu yang mereka geluti terdiri atas Bidang Ilmu Manajemen Pendidikan, Bidang Ilmu Pendidikan Ekonomi, Bidang Ilmu Manajemen SDM, serta Bidang Ilmu Pemasaran dan Kewirausahaan.

“Dosen-dosen kami juga telah beberapa kali lolos dalam hibah penelitian dan pengabdian pada masyarakat tingkat nasional Simlitabmas. Kami juga sedang menyiapkan diri membuka Program Pascasarjana Magister Manajemen dan Kewirausahaan. Kami harapkan dar alumni STIM Lasharan Jaya Makassar yang saat ini sudah mencapai lebih dari 2.000 orang, bisa masuk kembali dan bertemu kami kembali di sini,” tutur Hernita.

 

SMA Lasharan Jaya di Gowa

 

Sebagai bagian dari pengembangan kampus, kata dia, STIM Lasharan Jaya juga akan membuka Sekolah Menengah Atas (SMA) Islam Lasharan Jaya, di Je’ne’ Maddinging, Desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

“Izin penyelenggaraannya sudah terbit dan insya Allah sudah akan menerima siswa baru mulai tahun ajaran baru 2021/2022,” sebut Hernita.

 

Wisudawan Terbaik

 

Pada acara wisuda juga diberikan penghargaan kepada tiga wisudawan terbaik, yaitu Jamila dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88, Jumriani dengan IPK 3,87, dan Masita dengan IPK 3,76..

Acara wisuda turut dihadiri Kepala LLDikti Wilayah IX Dr Sitti Rahmawati yang sehari-hari menjabat Kasubag Hukum Kepegawaian dan Tata Laksana, Ketua Yayasan Lasharan Jaya Makassar, Hj Nurlela, Ketua BPH STIM Lasharan Jaya Makassar, Dr H Sahban Liba MM, serta sejumlah undangan lainnya. (asnawin)